IslamKita
Home » Kajian Islam » Apa Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Al-Baqarah ?

Apa Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Al-Baqarah ?

Membaca 2 ayat terakhir Al-Baqarah di malam hari adalah salah satu amalan sunnah yang sangat baik dilakukan. Barangsiapa yang menjalankannya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberi kecukupan pada hambanya. Banyak ulama berbeda pendapat mengenai pengertian diberi kecukupan tersebut.

ayat terakhir al baqarah

Ada yang menafsirkan dihindari gangguan setan, terhindar dari penyakit, dicukup kebutuhan shalat malam, hingga dicukupi segala kebutuhan baik itu yang berbentuk ibadah maupun hal-hal berkaitan duniawi.

Dua Ayat Terakhir Al Baqarah

Buat kamu yang gak mau ketinggalan mendapat manfaat yang besar saat membaca dua ayar terakhir Al Baqarah, ada baiknya mulai giatkan untuk membacanya. Akan lebih baik lagi jika kamu bisa hapal sehingga lebih mudah untuk membacanya sebelum tidur malam. Berikut ini 2 ayat terakhir surat Al Baqarah beserta arab, latin, dan terjemahannya.

Surat Al Baqarah ayat 285 (Arab, Latin, dan Terjemahannya)

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

A MANARRASUULU BIMAA UNZILA ILAIHI MIN ROBBIHI WAL MU’MINUNA KULLU AMANA BILLAHI WAMALAA IKATIHI WAKUTUBIHI WARUSULIHI LA NUFARRIKU BAYNA AHADIN MIN RUSULIHI WAKULU SAMI’NAA WA ATHO’NAA GHUFRONAKA RABBANA WAILAIKAL MASYIIRU

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Surat Al Baqarah ayat 286 (Arab, Latin, dan Terjemahannya)

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

LAA YUKALLIFULLAHU NAFSAN ILLA WUS’AHAA LAHAA MAKASABAT WA ‘ALAIHAA MAKTASABAT RABBANAA LAA TUWAA KHIDNAA INNA SIINAA AU AKHTHO’NAA RABBANAA WALAA TAHMIL ‘ALAINAA ISRON KAMAA HAMALTAHU ‘ALALLADZINA MINKOBLINA RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAA LAA THOO QOTALA NAA BIHI WA’FU ‘ANA WAKHFIRLANAA WARHAMNAA ANTA MAILAANAA FANSURNAA ‘ALAL QOUMIL KAAFIRIINA

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Sebab Diturunkannya Al Baqarah 285-286

Imam muslim dalam kitab shahihnya, dan juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah berkata bahwa sebab diturunkannya ayat Al Baqarah 285 dan 286 adalah karena setelah diturunkan Al Baqarah ayat 284, para sahabat merasa terbebani oleh ayat dan amalan yang tidak sanggup mereka lakukan. Ketika turun surat Al Baqarah ayat 284, yaitu:

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah: 284)

Setelah diturunkan surat ini, para sahabat lalu mendatangi Rasulullah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kami sudah dibebankan amalan-amalan yang mampu kami lakukan: shalat, puasa, jihad dan sedekah (zakat) dan sekarang telah diturunkan padamu ayat ini padahal kami tidak sanggup melakukannya.”

Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda, “Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang dikatakan ahli kitab (yahudi dan nasrani) sebelum kamu ? “Kami dengar namun kami durhaka ?” Tetapi katakanlah, “Kami dengar dan patuh, Wahai Rabb, kami mohon ampunan-Mu dan kepada-Mu tempat kembali.” Ketika para sahabat mengatakan hal itu dan lisan mereka yang telah kelu, turunlah ayat Al-Baqarah ayat 285. Dan ketika mereka melakukan hal itu, Allah Ta’ala pun menghapus hukum-nya dengan menurunkan firman-Nya yaitu surat Al-Baqarah ayat 286. (HR. Muslim no. 125).

Keistimewaan Bagi yang Membacanya

Anjuran untuk baca 2 ayat terakhir surat Al Baqarah disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Badri Radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan. (HR. Bukhari, No. 5009)

Hadits di atas menyatakan apa keutamaan baca dua ayat terakhir Al Baqarah. Mayoritas ulama memberi pendapat mengenai arti kecukupan. Yaitu, barang siapa yang melaksanakannya maka akan diberi kecukupan baginya urusan dunia dan akhirat. Selain itu, ia juga dijauhkan dari godaan setan dan perbuatan dosa. Alasannya adalah karena di dalam 2 ayat tersebut mengandung sikap pasrah pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pendapat Ulama Tentang 2 Ayat Al Baqarah

Imam Nawawi menyatakan bahwa maksud Allah Ta’ala memberi kecukupan adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, 2 ayat tersebut jadi pengganti shalat malam. Selain itu, ada juga ulama yang menyampaikan bahwa ketika baca 2 ayat terakhir Al Baqarah di malam hari maka ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit.

ayat terakhir al baqarah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berpendapat bahwa keutamaan 2 ayat terakhir Al Baqarah tersebut maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga (dicukupi) dari hal-hal apa saja yang diperintahkan oleh Allah. Selain itu, barangsiapa yang melakukannya juga diperhatikan dalam doa karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk dunia dan akhirat dan doa untuk memohon perlindungan Allah dari siksa di akhirat. Baca juga: Keutamaan Ayat Kursi.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.