IslamKita
Home » Belajar Islam » 12 Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

12 Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

Makan dan minum adalah kebutuhan dasar bagi setiap mahkluk ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Makan dan minum tidak hanya menghilangkan lapar dan dahaga, namun juga untuk memberi tenaga supaya bisa beraktivitas dan beribadah dengan lancar setiap hari. Sebagai agama yang indah, tentu saja Islam punya aturan dan adab ketika makan dan minum. Berikut ini adab yang diajarkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam saat makan dan minum.

adab saat makan

1. Berdoa Sebelum Makan

Adab paling utama saat makan dan minum adalah membaca doa. Rasul mengajarkan doa sebelum makan dan minum yang cukup mudah, yaitu hanya dengan membaca tasmiyah atau “Bismillah” saja. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” (HR. Abu Daud, No. 3767)

2. Makan dengan Tangan Kanan

Rasul menganjurkan kita untuk makan dengan tangan kanan. Ini merupakan kebiasaan baik yang selalu dipraktekan oleh Rasul di mana semua kegiatan yang baik selalu dimulai dengan tangan kanan atau anggota tubuh bagian kanan.

adab makan

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula.”(HR. Muslim, No. 2020)

3. Adab saat Mengambil Makan

Dalam adab makan sesuai sunnah, tidak dianjurkan untuk mengambil makanan yang jauh posisinya dari kita. Kita dianjurkan untuk mengambil makanan yang posisinya paling dekat dengan kita. Lalu bagaimana jika ingin mengambil lauk yang ada di dekat orang lain ? Kamu bisa mulai dengan cara meminta izin dan meminta bantuan orang tersebut untuk memindah posisi makanan tersebut.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu. (HR. Bukhari, No. 5376)

4. Habiskan Makanan Dari Sisi Luar (Pinggir) Wadah

Nabi Muhammad menganjurkan untuk menghabiskan makanan dari pinggir piring terlebih dulu, baru habiskan ke tengah. Tujuannya adalah supaya makanan yang dimakan penuh berkah dan tidak ada makanan tersisa. Makan makanan dari tengah juga berisiko membuat makanan jatuh ke pinggir piring dan berakhir mubazir. Makan dari pinggir wadah akan terlihat lebih rapih dan mengurangi risiko ada makanan tumpah ke pinggir.

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

“Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.”(HR. Tirmidzi, No. 1805)

5. Adab Makan Tegap, Jangan Bersandar

Rasul sangat tidak menyukai jika melihat orang yang makan sambil bersandar. Begitu juga dengan Rasul sendiri tidak pernah makan sambil bersandar di kursi maupun tiang atau tembok.

Dari hadits Abu Juhaifah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا

“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.” (HR. Tirmidzi, No. 1830)

6. Tidak Menjelek-Jelekan Makanan

Makanan adalah rahmat dari Allah Ta’Ala. Oleh karena itu, tidak semestinya kita menghina makanan bahkan yang tidak kita suka sekalipun. Menghina makanan sama saja menghina rahmat atau rezeki dari Allah. Ucapan jelek dari hinaan tersebut juga sama saja seperti menolah rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَا عَابَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – طَعَامًا قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Tidaklah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencela suatu makanan sekali pun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari, No. 5409)

7. Dianjurkan Makan Bersama-Sama

Tahukah kamu, kebiasaan makan bareng teman-teman ternyata sangat disukai oleh Rasulullah. Beliau menganjurkan kita untuk makan bersama karena saat makan bersama semua orang akan mendapat berkah yang sama banyaknya. Makan bersama juga jadi penyebab berkah turun dari makanan yang dimakan.

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ إِذَا كُنْتَ فِى وَلِيمَةٍ فَوُضِعَ الْعَشَاءُ فَلاَ تَأْكُلْ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ صَاحِبُ الدَّارِ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud, No. 3764)

8. Jangan Sisakan Makanan

Sunnah nabi saat makan adalah tidak membiarkan ada satu makanan pun yang terbuang percuma. Jika ada makanan yang jatuh, perintah nabi adalah bersihkan, buang yang kotor, dan makan sisanya. Jangan biarkan makanan yang masih bagus dimakan oleh setan.

adab makan sesuai sunnah

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan.”(HR. Muslim, No. 2033)

9. Adab Menjilat Tangan Setelah Makan

Jangan merasa risih saat orang menjilat tangannya setelah makan. Justru hal itulah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ketika selesai makan dengan tangan. Setiap gram makanan yang kita makan mengandung berkah, oleh karena itu jangan sampai sia-siakan sedikitpun makanan tersisa dan tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فِى أَىِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ

“Janganlah dia sapu tangannya dengan serbet sebelum dia jilati jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.”(HR. Muslim, No. 2033)

10. Membaca Doa Setelah Makan

Doa setelah makan sama singkatnya dengan doa sebelum makan. Jika doa sebelum makan adalah “Bismillah,” maka doa setelah makan cukup dengan mengucapkan “ Alhamdulillah.” An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan makan dengan bacaan “alhamdulillah” saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah. berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim, No. 2734)

Namun jika yang ingin lebih lengkap, bisa ikuti lafadz doa setelah makan berikut ini:

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi, No. 3458)

11. Adab Mendoakan Orang yang Menyajikan Makanan

Selain berterima kasih kepada Allah, kita juga harusnya berterima kasih kepada orang yang memberi atau menyajikan makanan. Karena melalui perantara dia, kita bisa menikmati besarnya berkah dan nikmat yang Allah Ta’ala berikan. Lafadz doanya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku] (HR. Muslim, No. 2055)

12. Adab Mencuci Tangan Setelah Makan

Setelah selesai makan dan menjilati sisa makanan di setiap jari, maka selanjutnya adalah mencuci tangan sampai benar-benar bersih. Dianjurkan bersihkan tangan dengan baik supaya tidak ada sisa bau atau noda minyak berbekas di tangan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا بَاتَ أَحَدُكُمْ وَفِى يَدِهِ غَمَرٌ فَأَصَابَهُ شَىْءٌ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

“Jika salah seorang dari kalian tidur dan di tangannya terdapat minyak samin (sisa makanan) kemudian mengenainya, maka janganlah mencela kecuali kepada dirinya sendiri.” (HR. Ahmad 2/344)

12 adab makan dan minum di atas bisa kamu praktekan supaya kegiatan makan dan minum yang sejatinya simpel bisa memberikan berkah dan pahala. Dengan mengikuti adab makan di atas, kamu juga akan mendapat keberkahan dan kebaikan di sisi Allah Ta’ala karena senantiasa mengamalkan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.