IslamKita
Home » Belajar Islam » 8 Adab Masuk Kamar Mandi dan Buang Hajat Sesuai Sunnah

8 Adab Masuk Kamar Mandi dan Buang Hajat Sesuai Sunnah

Apa saja adab masuk kamar mandi ? Kamar mandi adalah tempat kita menuntaskan hajat besar dan kecil. Di dalam kamar mandi, ada beberapa larangan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh kaum muslimin, seperti menjawab salam, berdoa, istigfar, membaca ayat Al Quran, dan lain sebagainya.

adab masuk kamar mandi

Karena kamar mandi adalah tempat yang penuh dengan kotoran, maka dari itu ada beberapa adab masuk kamar mandi yang harus kamu perhatikan saat akan buang hajat, yaitu:

1. Doa Saat Masuk Kamar Mandi

Ketika masuk ke kamar mandi, umat muslim diwajibkan untuk membaca Bismillah yang artinya “Dengan menyebut nama Allah.” Hal ini berlaku jika kamu masuk ke kamar mandi atau tempat buang hajat berbentuk bangunan. Sedangkan, jika ingin buang hajat di luar ruangan, kamu bisa ucapkan Bismillah sebelum membuka pakaian.

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “Bismillah.” (HR. Tirmidzi, No. 606)

Kemudian, setelah membaca Bismillah, lalu membaca doa Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits” yang artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”

2. Masuk Kamar Mandi dengan Kaki Kiri

Hal ini jadi kebiasaan Nabi Muhammad yang wajib kita tiru. Beliau ketika ingin melakukan perkara yang baik selalu mendahulukan dengan tangan atau kaki kanan terlebih dulu. Misalnya untuk menyisir, memakai sandal, berwudhu, dan lainnya. Sedangkan untuk melakukan perkara yang kurang baik atau kotor selalu didahului dengan tangan atau kaki kiri. Begitu juga dengan masuk ke kamar mandi yang kotor juga didahului dengan kaki kiri, lalu saat keluar menggunakan kaki kanan.

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Muslim, No. 268)

3. Tidak Membawa Barang Bertuliskan Nama Allah

Tidak dibolehkan masuk kamar mandi sambil membawa cincin, buku, kitab suci Al Quran, dan lain sebagainya yang bertuliskan nama Allah. Hal ini disebabkan karena kamar mandi adalah tempat yang tidak tepat dan layak untuk nama Allah yang mulia. Bahkan menjawab salam dan istigfar di dalam kamar mandi saja tidak boleh, apalagi membawa nama Allah ke dalam kamar mandi. Namun jika kondisinya darurat, kamu bisa masukan cincin atau barang bertuliskan nama Allah ke dalam saku baju yang penting tertutup rapat.

4. Buang Hajat Tidak Menghadap/Membelakangi Kiblat

Tidak dibolehkan buang hajat dengan menghadap dan membelakangi kiblat.Hal ini yang jadi alasan utama kenapa saat memiliki rumah, perhatikan arah kloset atau WC dan buatlah supaya tidak menghadap kiblat saat kita buang hajat besar atau kecil. Misalnya di Indonesia kiblat mengadap barat dan jika membelakanginya maka ke arah Timur. Dengan begitu, buatlah supaya WC kita menghadap ke utara atau selatan.

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari, No. 394)

5. Tidak Bicara Saat Masuk Kamar Mandi

Mengucapkan salam ketika buang hajat tidak dibolehkan, begitu juga dengan berbincang-bincang sambil buang hajat. Perbuatan ini sangat buruk dan paling dibenci oleh Allah. Hal ini karena kamar mandi atau WC bukanlah tempat yang layak untuk mengobrol satu sama lain.

adab buang hajat di kamar mandi

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ.

Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya. (HR. Muslim, No. 370)

6. Tidak Buang Hajat di Sembarang Tempat

Saat ingin buang hajat di luar ruangan, kita bisa pilih tempat yang tidak didiami oleh manusia seperti misalnya semak-semak. Janganlah buang hajat sembarangan seperti misalnya di tembok atau pagar rumah orang lain. Selain baunya menggangu, hal tersebut juga sangat buruk dan tidak patut untuk dilakukan oleh kaum muslimin. Bahkan bagi pelakunya bisa mendapat laknat keras dari Allah subhanahu wa ta’ala.

« اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ ».

Hati-hatilah dengan al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR. Muslim, No. 269)

7. Ber-istinja’ dengan Benar dan Sempurna

Kotoran manusia sifatnya adalah najis sehingga sangat dilarang untuk orang yang ingin shalat dengan keadaan masih ada najis menempel di pakaiannya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan istinja’ atau cebok dengan benar dan sempurna setelah selesai buang hajat. Istinja’ yang paling utama adalah menggunakan air.

Disunnahkan ketika cebok tidak menggunakan tangan kanan, kecuali kondisi tubuh tidak memungkinkan. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasul yang menyelesaikan perkara yang kotor dengan tangan kiri, bukan kanan.

8. Doa Saat Keluar Kamar Mandi

Adab masuk kamar mandi dan buang hajat yang terakhir adalah membaca doa untuk memohon ampun kepada Allah setelah selesai buang hajat. Lafadz doanya adalah Ghufronaka yang artinya adalah: Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu. Setelah itu, baru keluar dari kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dulu. Membaca doa ini juga dilakukan setelah buang hajat di luar ruangan.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ « غُفْرَانَكَ ».

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu)”

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.