IslamKita
Home » Belajar Islam » 5 Adab Menjenguk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi

5 Adab Menjenguk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi

Sudah menjadi ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa hidup ini akan selalu dipenuhi oleh cobaan. Salah satu cobaan dalam hidup adalah sakit. Bagi orang yang sakit diharapkan sabar karena sakit akan menggugurkan dosa-dosa. Bagi kita yang sehat jika mengetahui ada saudara, teman, atau orang yang kita kenal sakit maka sudah jadi kewajiban kita untuk menjenguknya. Menjenguk orang termasuk perbuatan baik yang akan mendapat pahala dan mendekatkan diri kita kepada Allah Ta’ala.

adab menjenguk orang sakit

Saat menjenguk, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Walaupun kegiatan ini adalah kewajiban namun tentu saja ada adab menjenguk orang sakit yang harus diperhatikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Cari Waktu Tepat Untuk Menjenguk

Menjenguk orang sakit bisa dilakukan kapan saja, bisa di siang hari maupun malam hari selama tidak mengganggu orang yang sedang sakit tersebut. Karena waktunya tidak ditentukan, maka kamu bisa bebas atur waktu yang tepat untuk menjenguk. Tidak dianjurkan menjenguk di sembarang waktu karena ada kalanya orang sakit butuh waktu sendiri untuk beristirahat.

Salah satu tujuan menjenguk adalah meringankan beban orang yang sakit. Maka dari itu, jangan sampai kita menjenguk di waktu yang tidak tepat. Misalnya saat siang hari di mana ia harus istirahat siang. Mengenai waktu yang tepat untuk menjenguk bisa ditanyakan ke yang bersangkutan atau keluarga orang yang sakit. Usahakan tidak datang mendadak karena akan memberi rasa tidak nyaman bagi orang yang sakit.

2. Tidak Berlama-Lama Menjenguk Orang Sakit

Sebaiknya kita tidak terlalu lama menjenguk orang yang sedang sakit. Ini karena dia sedang sibuk dengan penyakitnya. Dikhawatirkan kehadiran kita yang terlalu lama membuat dia kesulitan untuk beristirahat. Perlu diketahui bahwa orang yang sakit terkadang butuh waktu sendiri supaya pikirannya tenang dan fokus untuk membuat tubuhnya sehat kembali.

Selain itu, mungkin saja ada orang lain yang juga ingin menjenguk sehingga kita bisa memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjenguknya. Dengan kata lain, kita seharusnya tahu kapan waktu yang tepat untuk menyudahi besukan sesuai kondisi yang ada.

3. Temani Lebih Lama Jika Diminta

Berbeda halnya jika orang yang sakit meminta kita untuk menemaninya lebih lama. Mungkin saat sakit ia merasa bosan dan perlu ada orang lain yang bisa diajak ngobrol. Maka hal ini diperbolehkan. Asalkan sesuai dengan permintaan orang yang sakit, kita bisa menjenguk dalam waktu lama. Selama menjenguk ada baiknya kita memberi semangat kepada yang sakit.

Selain itu, Adab ketika menjenguk orang sakit adalah menanyakan keadaannya. Selain itu juga menyemangatinya seperti berkata, “Kamu akan sembuh Insya Allah.”. Sebaiknya orang yang menjenguk orang yang sakit tidak mengucapkan apapun kecuali kata-kata yang baik, karena para malaikat mengamini ucapannya tersebut. Jika teman kamu ingin dijenguk lagi, ada baiknya untuk mengabulkan keinginan orang tersebut karena itu merupakan langkah kecil untuk membuatnya lebih bahagia.

4. Membaca Doa saat Menjenguk Orang Sakit

Dianjurkan bagi yang menjenguk untuk mendoakannya agar diberikan rahmat dan ampunan, pembersihan dari dosa, dan keselamatan serta kesehatan. Doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah,

لا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّه

“Tidak mengapa, semoga sakitmu menghapuskan dosa-dosamu insya Allah”

adab menjenguk orang yang sakit

Doa lain yang bisa diamalkan dengan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad adalah sebagai berikut: ‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata pada Anas, “Wahai Abu Hamzah, aku sakit.” Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.” Tsabit pun menjawab, “Iya, boleh.” Lalu Anas membacakan doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.” Artinya: “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR. Bukhari, No. 5742)

5. Meringankan Beban Orang yang Sakit

Inti dari adab menjenguk orang sakit adalah untuk meringankan bebannya. Orang yang sakit tentu butuh perhatian lebih. Oleh karena itu, sebagai teman dan saudara yang baik seharusnya kita selalu siap sedia untuk memberi perhatian kepada orang yang sakit. Kehadiran kita akan menghibur perasaan orang yang sakit. Bahkan meskipun orang yang sakit tidak bisa melihat kehadiran kita (misal dalam keadaan koma), setidaknya keluarga orang tersebut sudah merasa ringan bebannya.

Hikmah dari perlunya menjenguk orang sakit adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam. Tidak hanya kepada sesama umat muslim, menjenguk teman yang berlainan agama juga dibolehkan karena itu merupakan contoh baik dari seorang muslim sejati.

Pahala Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang yang sakit memiliki banyak manfaat. Selain bisa mempererat tali silaturahmi, hal ini juga bisa mendatangkan pahala yang besar. Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, merupakan keutamaan yang agung, serta akan mendatangkan pahala yang sangat besar. Dijenguk saat sakit juga merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.