IslamKita
Home » Tokoh Islam » Al Izz bin Abdus Salam: Sultan Para Ulama yang Multitalenta

Al Izz bin Abdus Salam: Sultan Para Ulama yang Multitalenta

Al Izz bin Abdus Salam memiliki nama lengkap Abu Muhammad Izz Al Din Abdul Aziz bin Abdul Al Salam bin Abi Al Qasim bin Hassan Al Salami Al Shafi’i. Ia dikenal dengan gelar Sultan Al Ulama atau Sulthanul Ulama. Selain itu, ia juga sering dipanggil Abu Muhammad Al Sulami. Dia adalah salah satu tokoh Islam paling terkenal di abad ke-7 Hijriah (abad ke-13 Masehi).

Al Izz bin Abdus Salam sultan para ulama
Gambar sekedar ilustrasi.

Al Izz bin Abdus Salam adalah seorang pelajar dengan pengetahuan mendalam tentang ilmu islam seperti ilmu fiqih dan riwayat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Dia juga adalah seorang penulis hebat yang banyak menulis buku berharga tentang dunia Islam. Orang-orang pada jaman itu sangat mencintainya karena ia senang mengajari banyak orang tentang urusan agama, memberantas tahayul dengan agama, menasihati para penguasa, hingga berjihad di jalan Allah dengan memerangi ketidakadilan dari penguasa yang zalim.

Al Izz bin Abdus Salam: Pengajar Multitalenta yang Dicintai

Al Izz Abdus Salam yang dikenal dengan nama Al Izz lahir di Damaskus pada 577 Hijriah/1181 Masehi. Pendidikan awalnya banyak dihabiskan di Damaskus. Saat itu Al Izz sedikit tertinggal dalam hal ilmu dari rekan-rekannya. Akan tetapi berkat rajin belajar dan kemauan yang kuat, akhirnya Al Izz bisa mengimbangi kawan-kawannya. Dia memiliki kecerdasan dan pemahaman mendalam mengenai hukum Islam, tafsir Al Quran, ilmu Al Quran, riwayat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, bahasa dan sastra Arab, tata bahasa, hingga ilmu retorika.

Al Izz bin Abdus Salam
Gambar sekedar ilustrasi.

Setelah menyelesaikan studinya, dia mulai mengajar di: rumahnya, masjid Damaskus, dan sekolah yang dibiyai oleh negara. Dia memiliki banyak murid yang menyukainya karena ilmu yang mendalam, penguasaan materi pelajaran, kehebatan dalam menjelaskan pelajaran, dan selera humor yang bagus untuk mencairkan suasana belajar mengajar. Ia terbiasa menggunakan anekdot untuk menjelaskan pelajaran dengan lebih menyenangkan. Dengan metode belajar ini, banyak murid menyukainya dan suasana belajar jadi tidak membosankan.

Dipenjara Akibat Mengkritik Penguasa

Al Izz Bin Abdus Salam juga adalah seorang penceramah yang baik dan mampu mempengaruhi pendengarnya. Ia menjadi penceramah di Masjid Umayyah di Damaskus. Melalui ceramah jumatnya orang-orang dapat belajar tentang agama Islam dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Al Izz tidak pernah tinggal diam ketika melihat kepalsuan dan ketidakadilan terutama jika itu menyangkut tentang agamanya. Pernah dalam ceramah Jumatnya, dia menyatakan pendapat hukum (fatwa) yang melarang penjualan senjata kepada tentara salib yang masih menduduki beberapa wilayah di Levant. Dia tahu bahwa tentara Salib menggunakan senjata bikinan Damaskus dalam memerangi Muslim.

Al Izz bin Abdussalam

Al Izz juga tahu bahwa Sultan Damaskus, As Saalih Ismail mengizinkan beberapa tentara Salib masuk ke wilayah Damaskus untuk membeli senjata dari para pedagang Muslim. Ceramah Jumatnya itu banyak memberi pengaruh pada dirinya. Banyak orang mengaguminya, kecuali sultan dan bawahannya. Sultan As Saalih Ismail memecat Al Izz dari pekerjaan menyampaikan ceramah Jumat dan memenjarakannya. Namun dia membebaskannya tidak lama kemudian karena takut dengan kemarahan rakyat dan khawatir terjadi revolusi besar-besaran. Sebagai gantinya, As Saalih Ismail mengeluarkan keputusan bahwa Al Izz tidak boleh keluar dari rumahnya.

Hijrah ke Kairo, Mesir

Al Izz bin Abdus Salam tidak tahan karena terus diisolasi di rumahnya. Dia pun dilarang untuk memberikan ceramah dan menyampaikan fatwa. Dia merasa ingin terus bermanfaat bagi banyak orang. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk pindah ke Kairo. Dia juga menolak untuk meminta maaf kepada Sultan As Saalih Ismail yang pernah dikritiknya.

Dia tiba di Kairo pada tahun 639 Hijriah/1241 Masehi. Sultan Mesir saat itu, As Saalih Ayub menerimanya dengan sepenuh hati. Sultan segera meminta Al Izz untuk memberi ceramah Jumat di Masjid Amr bin Al Aas. Sultan juga menunjuknya sebagai hakum ketua dan pengawas untuk memakmurkan kembali masjid-masjid terpencil di Mesir. Pekerjaan yang Al Izz lakukan sama seperti seorang mentri Awqaf (Wakaf) dan urusan Islam.

Buku dan Hasil Karya Al Izz bin Abdus Salam

Al Izz bin Abdus Salam adalah seorang ulama multitalenta di bidang fatwa, ceramah jumat, hukum Islam, dan bidang mengajar. Dia banyak menulis buku tentang tafsir Al Quran, riwayat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, hukum Islam, dan Biografi Rasulullah. Beberapa karyanya yang terkenal adalah:

  • Tafsir Al Quran
  • Versi ringkas Shahih Muslim
  • Syajaratul Ma’arif (tentang tasawuf)
  • Al-Mulhat fi I’tiqad Ahl al-Haqq (Karya tentang Aqidah), dan
  • Al-Ghayah fi Ikhtisar al-Nihayah, ringkasan dari Nihayat al-Matlab fi Dirayat al-Madhab dari imam al-Haramayn al-Juwayni (berisi tentang ilmu Fiqih).

Akhir Hayat Al Izz bin Abdus Salam

Al Izz bin Abdus Salam adalah ulama yang dihormati karena ilmunya. Selama hidupnya dia terus berjuang untuk melayani umat Islam dengan ilmu pengetahuan, mengoreksi kesalahan, memberi solusi, hingga melawan tentara Salib dan penguasa dzalim dengan lisan dan alat tulisnya. Al Izz meninggal dunia di Kairo pada 10 Jumadil Awal tahun 660 Hijriah/1261 Masehi.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.