IslamKita
Home » Belajar Islam » 4 Amalan yang Dapat Merusak Pahala Puasa Wajib/Sunnah

4 Amalan yang Dapat Merusak Pahala Puasa Wajib/Sunnah

Ada beberapa amalan merusak pahala puasa yang harus kamu hindari. Terlebih saat melaksanakan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan. Meskipun tidak membatalkan puasa, namun amalan berikut ini akan membuat puasamu sia-sia. Apa saja hal yang tidak membuat puasa batal tapi bisa mengurangi pahala puasa ?

1. Berpuasa Tanpa Didasari Ilmu

Amalan merusak pahala puasa yang pertama adalah tidak adanya ilmu. Tanpa ilmu ibadah yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Ilmu adalah hal menjadi dasar kenapa seseorang melaksanakan ibadah. Jika ibadah hanya dikerjakan sesuka hati, maka rusaklah pahalanya. Oleh karena itu, orang yang hendak berpuasa seharusnya sudah mengetahui apa tujuan puasa, apa yang tidak boleh dilakukan saat puasa, dan tahu kapan harus berbuka puasa.

Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan bahwa orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Orang tersebut akan mendapatkan kesulitan untuk bisa selamat. Orang yang beramal tanpa ilmu, dikhawatirkan akan tersesat. Karena tidak ada penuntuun yang diikuti seperti muslim yang belajar mengikuti ajaran Rasulullah.

2. Pahala Puasa Rusak Karena Terus Bermaksiat

Maksiat atau terus melakukan perbuatan dosa adalah amalan yang merusak pahala puasa. Saat berpuasa, masih banyak orang yang secara sengaja meneruskan perbuatan maksiatnya. Perbuatan seperti berdusta, fitnah, ghibah, hingga menipu dan mencuri jadi perbuatan yang dapat merusak pahala puasa. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, No. 1903)

amalan merusak pahala puasa

Dalam hadits-nya yang lain, Rasulullah juga mengungkapkan bahwa syahwat yang tidak tertahan kepada lawan jenis juga akan merusak pahala puasa. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 3:242)

Pengertian “Lagwu” adalah perkataan sia-sia yang tidak berfaedah, contohnya bergosip, membicarakan keburukan, dan hal yang tidak ada manfaatnya. Sedangkan “Rofats” adalah hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat dimaknai sebagai kata-kata kotor.

3. Tidak Shalat Dapat Merusak Pahala Puasa

Amalan yang merusak pahala dan bahkan membuat pahala puasa ditolak adalah tidak melaksanakan shalat. Bagi yang tidak meninggalkan shalat dengan sengaja, padahal sedang berpuasa maka amalan puasanya akan tertolak. Ahli fikih Islam menjawab bahwa hukum orang yang berpuasa tapi tidak shalat adalah sia-sia. Puasa yang dilakukannya tidak diterima karena orang tersebut meninggalkan shalat. Ini berarti dia telah kafir atau murtad.

Dalil yang menyebutkan orang meninggalkan shalat adalah bentuk kekafiran adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, No. 82)

4. Shalat Tarawih dengan Terburu-Buru

Shalat tarawih adalah shalat yang dilaksanakan setelah shalat Isya pada bulan Ramadhan. Ibadah ini biasanya dikerjakan secara berjamaah. Karena merupakan salah satu amalan sunnah saat puasa, oleh sebab itu kamu harus menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Sayang sekali kita sering mendengar kabar ada jamaah shalat Tarawih yang melaksanakan shalatnya dengan sangat cepat. Padahal yang amalan tersebut dapat mengurangi pahal puasa.

hal yang merusak pahala puasa

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa beliau pernah berkata,

أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُصَلِّىَ الرَّجُلُ مُخْتَصِرًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron.” (HR. Muslim, No. 545)

Para ulama menafsirkan bahwa makna kata “mukhtashiron” dalam hadits di atas adalah shalat yang ringkas (yang dikerjakan terburu-buru), tidak ada thuma’ninah ketika membaca surat, ruku’ , dan sujud. Thuma’ninah adalah salah satu rukun shalat, oleh sebab itu shalat dianggap tidak sah jika tanpa thuma’ninah.

Hindari Amalan yang Merusak Pahala Puasa

Saat berpuasa mungkin banyak orang yang secara tidak sadar (atau bahkan secara sengaja) melakukan amalan merusak pahala puasa. Padahal hal tersebut membuat puasa kita tidak ada artinya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mengingatkan bahwa hal seperti ini masih terus banyak terjadi,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, sebagai muslim yang taat hendaknya kita mengetahui apa saja amalan yang bisa merusak pahala puasa kita. Sejatinya, bagi siapapun yang benar puasanya maka akan mendapat ganjaran pahala yang sangat besar. Di surga nanti dipersiapkan tempat khusus bagi orang-orang yang gemar berpuasa dengan benar. Dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, 

« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi, No. 1984)

Semoga kita bisa menjalani ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan pahala puasa yang sempurna. Aamiin.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.