IslamKita
Home » Belajar Islam » 7 Ciri Hewan Kurban yang Sah dan Sesuai Sunnah

7 Ciri Hewan Kurban yang Sah dan Sesuai Sunnah

Apa ciri hewan kurban yang sesuai sunnah ? Sebelum memilih hewan qurban, ada baiknya kamu tahu apa saja ciri hewan kurban yang sah dan sesuai sunnah. Kenapa kamu harus tahu ? Karena jika memilih yang tidak sesuai sunnah, dikhawatirkan akan sia-sia atau paling tidak nilai pahala yang akan didapat kurang sempurna.

ciri hewan kurban sesuai sunnah

Menyembelih hewan kurban hukumnya disunnahkan untuk kamu yang punya kecukupan rejeki. Berkurban adalah salah satu sunnah penting saat Idul Adha. Jadi jangan sampai tiap tahun ganti hp baru, tapi gak mau menjalankan ibadah kurban. Pelaksanaan ibadah kurban atau penyembelihan hewan kurban bisa dilaksanakan setelah shalat ied Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu penyembelihan masih bisa diperpanjang hingga tanggal 11 atau 13 Dzulhijjah.

Mengenai dalil untuk menjalankan perintah berkurban untuk kamu yang mampu adalah melalui hadits nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam:

من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا

Barangsiapa memiliki kelapangan, namun ia tidak berqurban, maka janganlah datangi mushalla kami. (HR. Ahmad 1/312, Ibnu Majah 3123)

Ciri Hewan Kurban yang Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

Saat Idul Adha tiba, kamu bisa dengan mudah mencari pedagang atau penjual hewan kurban. Biasanya mereka menjual hewan kurban di pinggir jalan atau di dekat pasar. Karena banyak yang menjual jadi kamu tidak perlu kerepotan mencari hewan untuk disembelih dan dibagikan dagingnya saat Idul Adha.

ciri hewan kurban yang bagus

Ada beberapa syarat sah hewan kurban yang harus kamu tahu, yaitu:

  1. Jenis hewan kurban yang disunnahkan untuk dikurbankan saat Idul Adha ada 3, yaitu: unta, sapi, dan kambing atau domba. Membeli hewan kurban harus dengan rejeki yang halal, tidak disarankan dari hasil berhutang, dan tidak boleh dari hasil curian, rampasan, dan lain sebagainya.
  2. Untuk sapi dan unta boleh dijadikan kurban untuk 7 orang. Namun untuk kambing hanya boleh untuk 1 orang namun pahalanya boleh diniatkan untuk keluarganya. Hal ini sesuai dalil:

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya. (HR. Tirmidzi, No. 1505)

  1. Usia hewan kurban yang sesuai dengan sunnah berkurban adalah: Unta berusia 5 tahun, Sapi berusia 2 tahun, kambing berusia 1 tahun, dan domba berusia 6 bulan. Ini adalah usia minimal hewan yang boleh dijadikan kurban.
  2. Kondisi hewan kurban baik dan bebas cacat. Kriteria hewan kurban yang baik dan sesuai sunnah adalah tidak memiliki cacat.

وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا  وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

Dari Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” (HR. Abu Daud, No. 2802)

  1. Selanjutnya, masih berkaitan dengan ciri hewan kurban yang baik untuk disembelih di hari raya kurban adalah tidak sakit, tidak gila, tidak hamil, atau tidak memiliki penyakit tertentu yang merusak kualitas daging di dalam tubuhnya. Dianjurkan untuk memilih hewan kurban yang gemuk, aktif, dan punya nafsu makan tinggi karena tentu akan lebih sehat.
    ciri hewan kurban
  2. Tidak ada hak orang lain yang ada pada hewan tersebut. Misal hewan kurban yang akan disembelih ternyata adalah hewan gadai atau hewan warisan yang belum dibagi.
  3. Yang terakhir, jika kamu ingin berkurban kambing atau domba disunnahkan memilih yang warnanya putih bercampur hitam, gemuk, memiliki tanduk sempurna (tanduk tidak rusak).

Hukum Kurban Bagi yang Tidak Mampu

Mayoritas ulama terutama ulama Syafi’iyah, Hambali, dan Malikiyah berpendapat bahwa hukum berkurban saat Idul Adha adalah sunnah muakkad. Artinya ditekankan untuk dijalankan bagi siapapun yang mampu. Ini artinya, bagi yang tidak mampu secara materil untuk membeli hewan kurban diperbolehkan untuk tidak melaksanakan kurban.

Lalu untuk yang mampu sebagian ulama seperti Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan Rabi’ah berpendapat wajib dilaksanakan oleh yang mampu. Bagi yang mampu menjalankan ibadah kurban, daging hewan kurban yang baik bisa dikonsumsi sebagian dan sisanya dibagikan ke orang-orang yang lebih membutuhkan seperti misalnya fakir miskin.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.