IslamKita
Home » Belajar Islam » 6 Macam Doa Iftitah (Istiftah) Beserta Dalil Shahihnya

6 Macam Doa Iftitah (Istiftah) Beserta Dalil Shahihnya

Doa iftitah atau istiftah adalah doa yang dibaca di awal permulaan shalat, setelah takbir dan sebelum membaca surat Al Fatihah di rakaat pertama. Perbedaan iftitah dan istiftah adalah dari panjang dan pendek bacaaanya. Dari segi makna, keduanya sama saja. Perbedaannya adalah iftitah memiliki bacaan doa yang lebih pendek. Sedangkan bacaan doa istiftah lebih panjang. Doa ini disunnahkan untuk dibaca di shalat fardhu dan sunnah.

doa iftitah

Dalil Membaca Surat Iftitah / Istiftah

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menyatakan bahwa doa iftitah atau istiftah dianjurkan untuk dibaca di awal mula shalat pada rakaat pertama. Hukum membaca doa iftitah atau istiftah adalah sunnah, jadi jika tidak dibaca maka tidak membatalkan shalat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata pada Abu Hurairah,

فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت . كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ.

قال: ” أقول: … ” فذكره ما تقول وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (beliau menyebutkan doa istiftah)” (Muttafaqun ‘alaih)

Doa Iftitah / Istiftah Shahih (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Ada 6 macam doa iftitah atau istiftah yang bisa kamu hapalkan. Semua doa ini bisa kamu bacakan secara bergantian. Doa iftitah yang pertama adalah doa yang paling shahih. Ada baiknya kamu hapalkan doa ini dan doa istiftah lainnya.

1. Doa Iftitah Versi Pertama

Doa Iftitah ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah membacakan doa ini. Doa Iftitah ini termasuk pendek dan mudah untuk dihapalkan. Doa ini juga biasa dibaca Rasulullah setiap shalat wajib.

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khothooyaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots-tsaubul abyadlu minad-danas. Allahummaghsil khothooyaaya bilmaa-i wats-tsalji walbarodi.

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin. (HR. Bukhari, No. 182)

2. Doa Iftitah Versi Kedua

Doa iftitah berikut ini lebih pendek dibanding doa pertama. Doa ini relatif lebih mudah dihapalkan dan termasuk doa yang paling banyak digunakan saat shalat sunnah. Doa ini juga sering dipakai oleh masyarakat Indonesia.

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

Allaahu akbar kabiiraa wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.

Artinya: Allah maha besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. (HR. Muslim, No 99)

3. Doa Istiftah Versi Ketiga

Doa istiftah selanjutnya juga paling sering dibaca oleh masyarakat Indonesia. Dari segi bacaan, doa ini lebih panjang karena menggabungkan doa iftitah versi kedua di awal bacaan. Doa istiftah ini adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahu akbar kabiiraa wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Wajjahtu wajhiya lil-ladzii fatharas-samaawaati wal-ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal-musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil-‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Artinya: Allah maha besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itulah aku di perintah dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

4. Doa Iftitah Versi Keempat

Doa iftitah berikut ini juga termasuk yang paling shahih. Doa ini lebih sering Rasulullah baca ketika shalat wajib di siang hari. Pada siang hari biasanya manusia banyak berinteraksi dengan banyak orang dan mungkin berbuat salah. Doa ini mengandung permohonan agar Allah mengampuni dosa kita.

للَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Allaahumma baa‘id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allaahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqatstsaubul-abyadhu minad-danas. Allaahummaghsilnii min khathaayaaya bil-maa’i wats-tsalji wal-barad.

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya. (HR. Bukhari, No. 182)

5. Doa Istiftah Versi Kelima

Doa ini sama seperti doa istiftah ketiga hanya tanpa bacaan “Allaahu akbar kabiiraa wal-hamdu…”. Menurut hadits shahih, doa ini sering Rasulullah baca saat shalat malam. Kenapa shalat malam ? Karena bacaan doa istiftah atau iftitah yang lebih panjang akan lebih khusyuk saat dibaca di malam hari yang tenang.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Wajjahtu wajhiya lil-ladzii fatharas-samaawaati wal-ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal-musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil-‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Artinya: Allah maha besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itulah aku di perintah dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (HR. Muslim, No. 185)

6. Doa Iftitah Keenam

Doa iftitah keenam adalah doa yang biasa dibaca Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam saat shalat. Doa ini diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanaka Allaahumma wa bihamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha ghoyruka.

Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. (HR. Tirmidzhi, No. 243)

Adab Membaca Doa Iftitah dan Istiftah

Ada beberapa adab yang harus diperhatikan saat ingin membaca doa iftitah atau istiftah. Pertama adalah disunnahkan untuk menggabung beberapa doa saat shalat sendiri atau shalat berjamaah jika diizinkan oleh makmum (Doa istiftah versi ketiga). Adab kedua, jika sekiranya ada makmum yang kondisinya kurang sehat lebih baik pilih doa iftitah karena lebih pendek. Adab ketiga, doa istiftah yang panjang sangat baik dibaca saat shalat malam karena akan menambah khusyuk.

doa istiftah

Adab keempat, khusus makmum masbuk jika ikut shalat dalam keadaan mau rukuk, maka lebih baik utamakan baca Al Fatihah dibanding baca doa istiftah atau iftitah. Adab keenam, hukum membaca doa iftitah adalah sunnah dan dibaca dengan sirr (lirih) bukan jahr (keras), walaupun sedang shalat Subuh, Magrib, atau Isya.

Admin IslamKita

1 comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.