IslamKita
Home » Belajar Islam » Doa Sebelum dan Sesudah Makan Sesuai Sunnah

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Sesuai Sunnah

Sebelum makan, sebaiknya membaca doa makan. Setelah makan juga disunnahkan membaca doa setelah makan. Makan dan minum sudah menjadi sunatullah atau ketetapan yang menjadi kebutuhan bagi semua mahluk ciptaan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan di alam sementa, rabb pemberi segala nikmat selalu mencukupi semua kebutuhan umatnya mengenai makan dan minum. Kita sebagai umat-Nya sudah seharusnya bersyukur karena sudah diberi nikmat yang tiada batas.

doa makan

Oleh karena itu, untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan, Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam telah mengajarkan kita bagaimana caranya berterima kasih kepada Allah dengan cara berdoa sebelum dan sesudah makan. Selain itu, Islam sebagai agama yang indah juga mengajarkan bahwa setiap aktivitas sekecil apapun ada aturannya.

Setiap aturan yang dibuat jika dilakukan akan berbuah pahala dan juga keberkahan. Siapa sangka kegiatan sederhana seperti makan dan minum akan menghasilkan pahala jika diawali dan diakhiri dengan doa. Membaca doa juga merupakan salah satu adab sebelum dan sesudah makan. Seperti apa doa sebelum makan dan doa sesudah makan yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ?

Doa Sebelum Makan

Doa sebelum makan yang sesuai dengan hadits sebenarnya sangat simpel dan mudah. Tidak perlu membaca doa yang panjang, cukup dengan membaca “Bismillah” yang artinya: “Dengan menyebut nama Allah” kita sudah bisa makan atau minum dan mendapatkan pahalanya. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku kecil dan berada di asuhan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, tanganku berseliweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah bersabda,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah “BISMILLAH”), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari, No. 5376)

Kenapa kita diharuskan membaca Bismillah atau doa sebelum makan ? Jawabnya adalah karena supaya makanan yang kita makan mendatangkan keberkahan dan tidak halal bagi setan. Perlu kamu tahu bahwa setan akan ikut makan bersama orang yang tidak mengucapkan Bismillah atau berdoa sebelum makan. Untuk mencegah setan ikut makan bersama kita, maka umat Islam dianjurkan baca Tasmiyah atau membaca nama Allah dengan lafadz “Bismillah.” Hal ini sesuai dengan hadits Rasul berikut ini:

Dari Hudzaifah, ia berkata, “Jika kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menghadiri jamuan makanan, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang meletakkan tangannya hingga Rasulullah memulainya. Lalu seorang Arab badui datang seolah-oleh ia terdorong, lalu ia meletakkan tangannya pada makanan. Namun Rasulullah langsung memegang tangannya. Kemudian seorang budak wanita datang sepertinya ia terdorong juga hendak mengambil makanan, lalu beliau memegang tangannya dan berkata,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِىِّ يَسْتَحِلُّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَجَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ يَسْتَحِلُّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ لَفِى يَدِى مَعَ أَيْدِيهِمَا

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.” (HR. Abu Daud, No. 3766)

Bagaimana Kalau Lupa Membaca Doa ?

Sifat tergesa-gesa adalah salah satu perbuatan setan. Saat tergesa-gesa manusia akan mengutamakan nafsunya. Oleh karena itu, jika kita menuruti hawa nafsu bisa jadi kita lupa membaca doa makan. Bahkan doa makan yang sangat simpel sekalipun bisa terlupakan saat kita sudah diburu nafsu makan. Oleh karena itu, Rasul mengajarkan doa ketika kita lupa membaca doa makan, yaitu sebagaimana yang diterangkan pada hadits berikut:

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud, No. 3767)

Berdoa dengan Lafadz “Allahumma baarik lanaa …”

Sejak kecil mungkin banyak dari kita diajarkan bahwa doa makan yang benar adalah “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar.” Namun apakah itu benar ? Apakah doa tersebut sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad ?

Doa makan yang sering dilafadzkan oleh banyak orang di sekitar kita sebenarnya berasal dari hadits berikut ini: Dari An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar,

روينا في كتاب ابن السني عن عبد اللّه بن عمرو بن العاص رضي اللّه عنهما عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم أنه كان يقول في الطعام إذا قُرِّبَ إليه : ” اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ

Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau biasa mengucapkan “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah.”

Padahal di hadits shahih yang lain, Rasul hanya mengajarkan doa sederhana yaitu hanya Bismillah saja. Mana yang benar ? Berikut penjelasannya. Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa dalam riwayat tersebut ada perawi Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Imam Al Bukhari mengatakan bahwa ia adalah munkarul hadits. Tidak hanya itu, Adz Dzahabi juga mengatakan bahwa Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah bahwa ia adalah munkarul hadits jiddan.

Dari penjelasan keadaan perawi di atas, bisa disimpulkan bahwa hadits di atas adalah dho’if (lemah), sehingga tidak bisa diamalkan. Maka dari itu, jika ingin sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad cukup membaca “Bismillah” saja.

Doa Ketika Minum

Sama seperti makan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga mengajarkan bahwa doa sebelum minum cukup dengan membaca “Bismillah” saja. Hal ini sesuai dengan hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (As Silsilah Ash Shohihah, No. 1277)

Singkatnya, cara minum yang sesuai sunnah adalah membaca Bismillah sebelum minum, membaca Alhamdulillah setelah tegukan pertama, dan begitu seterusnya sampai tiga kali.

Doa Sesudah Makan Sesuai Sunnah

Berbeda dengan doa sebelum makan, Rasul mencontohkan ada 3 doa setelah makan yang bisa kamu contoh. Dari ketiga doa tersebut, ada yang paling singkat dan ada yang paling panjang namun punya makna lebih dalam. Inti dari ketiga doa ini adalah bersyukur kepada Allah Ta’ala karena sudah diberi kelapangan rezeki sehingga bisa makan dan minum. Berikut ini 3 doa setelah makan sesuai sunnah Nabi Muhammad:

doa sebelum dan setelah makan

1. Doa Setelah Makan Versi Singkat

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan makan dengan bacaan “alhamdulillah” saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah. berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim, No. 2734)

2. Doa Setelah Makan Versi Agak Panjang

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi, No. 3458)

3. Doa Setelah Makan Versi Panjang

Dari Abu Umamah, ia berkata bahwasanya,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا رَفَعَ مَائِدَتَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، غَيْرَ مَكْفِىٍّ ، وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ ، رَبَّنَا
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengangkat hidangannya (artinya: selesai makan), beliau berdo’a: Alhamdulillahi kastiron thoyyiban mubarokan fiih, ghoiro makfiyyin wa laa muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa (segala puji hanyalah milik Allah, yang Allah tidak butuh pada makanan dari makhluk-Nya, yang Allah tidak mungkin ditinggalkan, dan semua tidak lepas dari butuh pada Allah, wahai Rabb kami) (HR. Bukhari, No. 5458)

Doa yang terakhir ini punya makna yang lebih dalam karena selain bersyukur, doa di atas juga mengandung pujian kepada Allah yang selalu memberi rezeki kepada mahkluk-Nya tidak menegaskan bahwa Allah tidak sama seperti mahluk-Nya karena tidak butuh makan dan minum.

Admin IslamKita

2 comments

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.