IslamKita
Home » Info Islam » Doa Qunut Lengkap (Arab, Latin, dan Terjemahannya)

Doa Qunut Lengkap (Arab, Latin, dan Terjemahannya)

Doa qunut secara bahasa punya beberapa arti. Arti doa qunut adalah tunduk dan taat, berdiri ketika shalat, atau biasa disebut diam dan tenang. Doa ini dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika shalat subuh dan shalat witir. Bacaan doa qunut yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad adalah:

Bacaan Doa Qunut (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Berikut ini bacaan dpa qunut yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Qunut bisa dilakukan di rakaat kedua, setelah rukuk pada shalat subuh dan shalat witir.

Doa Qunut (Arab)

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Doa Qunut (Latin)

Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam”

Doa Qunut (Terjemahan)

“Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan.”

“Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Dalil Membaca Doa Qunut saat Shalat

Doa di atas adalah lafadz doa yang diajarkan Rasulullah ketika shalat witir. Dalilnya adalah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib, bahwa belia berkata,

عن الْحَسَن بْن عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قال

عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat doa yang hendaknya aku ucapkan ketika kunut witir: ‘Allahummahdinii fiiman hadaiit, wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit,….dst.’ (HR. Nasa’i, No. 1746)

Hadits di atas berstatus Hasan alias benar dan tidak menyelisihi Al Quran dan sunnah. Meski begitu, 4 ulama mahzab berbeda pendapat tentang waktu dan kewajiban membaca doa qunut saat shalat subuh dan witir.

Pandangan 4 Ulama Mahzab tentang Qunut

4 ulama yang dijadikan pandangan dasar dalam menjalankan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berbeda pendapat tentang cara melaksanakan ibadah qunut saat shalat. Berikut ini perbedaanya:

1. Mahzab Malikiyyah

Bagi umat islam yang mengambil pandangan atau bermahzab pada ulama Malikiyah, mereka memiliki pendapat bahwa qunut hanya dilakukan di shalat subuh saja. Tidak ada qunut lain, termasuk juga tidak ada Qunut saat shalat witir.

2. Mahzab Syafi’iyyah

Berpendapat bahwa qunut hanya dibaca di shalat witir jika berada di separuh akhir bulan puasa (Ramadhan) saja. Tidak ada qunut dalam shalat wajib kecuali shalat subuh. Qunut bisa dilakukan di shalat selain subuh jika kaum muslimin sedang tertimpa musibah (qunut nazilah).

doa qunut

3. Mahzab Hanafiyyah

Berpendapat bahwa qunut hanya dibaca di shalat witir. Qunut tidak disyariatkan di shalat wajib kecuali jika kaum muslimin sedang tertimpa musibah (qunut nazilah). Namun membaca qunut nazilah hanya di shalat subuh saja yang membaca qunut adalah imam lalu diaminkan oleh jamaah.

4. Mahzab Hambali

Umat islam yang bermahzab kepada Imam Hambali berpendapat bahwa qunut hanya dibaca saat shalat witir. Qunut bisa dibaca di shalat lain ketika kaum muslim tertimpa musibah besar selain musibah wabah penyakit. Qunut khusus ini hanya dibacakan oleh imam saat shalat 5 waktu selain shalat Jum’at.

Kesimpulan

Doa qunut berisi tentang permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa memberi hidayah kepada seluruh hamba-Nya. Qunut juga berisi permohonan agar Allah Ta’ala selalu memberi petunjuk kepada apapun yang kita hadapi. Selain itu, qunut juga berisi permintaan pada Allah agar selalu diberikan kesehatan, perlindungan, dan supaya Allah membuka pintu tobat kepada kita.

bacaan doa qunut

Bagaimana jika kita yang bermahzab imam hambali atau Hanafiyyah sedangkan saat shalat subuh berjamaah imam membaca doa qunut ? Apakah harus kita ikuti ? Tentu saja iya. Kewajiban makmum adalah mengikuti imam. Jadi walaupun imam berbeda mahzab, kita tetap harus mengikutinya. Begitu juga jika imam tidak membaca doa qunut saat shalat subuh, kita juga harus mengikutinya.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.