IslamKita
Home » Belajar Islam » Doa Saat Sakit & 4 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Sakit

Doa Saat Sakit & 4 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Sakit

Ketika sakit kita dianjurkan untuk membaca doa saat sakit kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala supaya diberi kesabaran dan kesembuhan. Sakit memang menjadi ketetapan oleh Allah dan akan dialami oleh setiap manusia.

Baik yang kaya, miskin, berpendidikan, memiliki gelar, rakyat biasa, hingga penguasa sekalipun pasti pernah mengalami sakit. Sebagi muslim yang taat seharusnya selalu sabar dan ridha dengan ketetapan Allah, termasuk salah satunya saat ditimpa oleh penyakit.

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim, No. 2999)

Oleh karena itu, ada beberapa adab yang harus dilakukan ketika kita sakit. Kenapa harus dilakukan ? Karena supaya penyakit yang kita derita dapat mengurangi dosa yang pernah kita perbuat dan jadi salah satu penyebab kita masuk surga. Berikut ini adab ketika kita sakit:

1. Doa Saat Sakit

Berikut ini adalah doa saat sakit yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam kepada Utsman bin Abu Al Asy’ash Ats Tsaqafi saat sakit. Lalu Rasul mengajarkannya doa berikut ini sambil memerintahkan dia untuk meletakkan tangan di bagian yang sakit.

doa saat sakit

Lafadz Doa Saat Sakit

Letakan tangan pada bagian tubuh yang sakit, lalu ucapkan…

بِاسْمِ اللَّهِ
“Bismillah (3 x)”

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7 x)”

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai.” (HR. Muslim, No. 2202)

2. Berprasangka Baik Kepada Allah

Setelah berdoa, hal penting selanjutnya yang harus dilakukan ketika sakit adalah berprasangka baik kepada Allah. Sebaiknya ketika sakit, kita harus merasa ridha terhadap keputusan Allah Ta’ala. Selain itu, bersabar adalah kunci untuk berprasangka baik kepada Allah. Yakini bahwa setiap keputusan Allah pasti baik dan tidak akan menyengsarakan kita.

لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله عز و جل

“Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah Ta’ala”. (HR. Muslim, No. 2877)

3. Menyeimbangkan Rasa Takut dan Berharap

Saat ditimpa oleh penyakit, seharusnya seorang muslim mampu memposisikan dirinya di antara rasa takut (khauf) dan berharap (raja’). Apa maksudnya ? Ketika sakit, rasa takut kita tidak boleh menonjol karena dikhawatirkan terputus dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti orang-orang khawarij. Padahal Allah adalah tuhan yang maha pengasih, maka tidak sepatutnya kita terlalu takut dengan sakit yang tengah diderita.

berdoa saat sakit

Selanjutnya, ketika sakit kita tidak boleh terlalu besar berharap (raja’) akan sembuh dari penyakit karena dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam kesombongan dan hilang rasa takut kepada Allah. Yang dibolehkan saat berharap adalah kita berharap agar Allah sembuhkan kita dan mengampuni semua dosa kita.

4. Jika Sakit Tambah Parah, Dilarang Mengharap Kematian

Yang terakhir, adab ketika sakit adalah tidak mengharap kematian, terlebih ketika penyakit yang kita alami bertambah parah. Kenapa tidak dibolehkan ? Karena perilaku tersebut adalah bukti bahwa kita tidak ridha dengan keputusan Allah dan menentang takdir yang ditetapkan oleh Allah mengenai usia dan ajal. Selain itu, alasan dilarang mengharap kematian adalah karena mengandung keburukan yaitu hilangnya nikmat kehidupan karena ketika mati kita tidak bisa lagi menumpuk amal saleh. Rasulullah bersabda,

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim, No. 2682)

Namun jika segala daya dan upaya sudah dilakukan dan kita ingin pasrah kepada Allah, maka Rasul mengajarkan doa yang baik untuk kita, yaitu:

اَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari, No. 6351)

Pasrah yang dimaksud adalah memasrahkan diri kepada Allah sepenuhnya karena semua upaya sudah dilakukan. Jangan berharap dan mengucapkan doa di atas ketika dibawah nafsu dan emosi karena sesungguhnya setan selalu berupaya merusak akidah kita dari berbagai arah.

Setelah doa saat sakit, sampai pasrah, langkah yang paling penting sebenarnya adalah berusaha atau ikhtiar untuk sembuh. Dan ketika sembuh, hendaknya bersyukur bahwa sehat ini nikmat karena tidak menghalangi kita untuk terus beribadah. Buat kamu yang ingin menjenguk teman yang lagi sakit, ada baiknya perhatikan adab menjenguk orang sakit.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.