IslamKita
Home » Info Islam » Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup dan Sudah Meninggal

Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup dan Sudah Meninggal

Orang tua adalah orang-orang yang punya jasa besar terhadap kita. Maka dari itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada semua hambanya untuk terus berbakti kepada kedua orang tua dan mendoakannya jika mereka telah tiada. Doa anak yang saleh juga adalah salah satu cara untuk membebaskan orang tua dari fitnah kubur dan menjadi alasan diampuni dosa-dosanya. Bagaimana cara mendoakan orang tua yang masih hidup atau yang sudah tiada ?

doa untuk orang tua

Doa untuk Orang Tua

Sebenarnya tidak ada rincian doa khusus yang diajarkan Rasul untuk berdoa ke orang tua. Apapun lafadz doanya pasti akan terkabul. Rasullulah sendiri pernah bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh. (HR. Muslim, No. 1631)

Mendoakan orang tua yang telah tiada dapat memberi tambahan pahala bagi mereka. Bahkan jika kita meminta kepada Allah untuk diampuni dosanya, Insya Allah doa tersebut akan dikabulkan. Lalu bagaimana cara mendoakan orang tua ? Lafadz doa untuk orang tua yang paling sering dan paling banyak digunakan adalah:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”

Artinya: Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Dalam doa tersebut mengandung permintaan kepada Allah supaya kedua orang kita disayangi seperti saat kita dibesarkan oleh mereka. Ini artinya, sama saja seperti menginginkan Allah agar menghindari kedua orang tua kita dari siksa api neraka dan disayangi dalam naungan surga. Lafadz doa tersebut bisa kamu amalkan untuk dibaca setiap kali selesai shalat 5 waktu.

Perintah Allah untuk Berbakti Kepada Orang Tua

Allah Ta’ala memerintahkan kepada semua hambanya untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua, baik saat mereka masih hidup maupun sudah tiada. Perintah ini langsung dituliskan dalam firman Allah Ta’ala di dalam kitab suci Al Quran, yaitu:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’: 23)

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaf: 15)

doa orang tua

Karena ini merupakan perintah Allah Ta’ala, maka sudah jelas bagi siapapun yang melanggarnya akan mendapat dosa. Termasuk bagi siapapun yang durhaka kepada kedua orang tuanya akan mendapat dosa besar dan siksa di neraka. Dalam hadits Rasullulah bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ

Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu ?” Beliau menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allah”, ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua,” ia bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim. (HR. Al-Bukhari, No. 6255)

Doa untuk orang tua perlu diamalkan karena itulah cara terbaik untuk berbakti kepada kedua orang tua yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Selain berdoa, kita juga diwajibkan merawat dan menyayangi orang tua kita yang masih hidup karena berbakti kepada orang tua diposisikan dalam urutan kedua setelah mengabdi kepada Allah Ta’ala.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.