IslamKita
Home » Hukum Islam » Apa Hukum Arisan Menurut Islam, Halal atau Haram ?

Apa Hukum Arisan Menurut Islam, Halal atau Haram ?

Arisan adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Saking seringnya, arisan sudah dianggap jadi budaya di Indonesia. Lalu bagaimana dengan hukum arisan dalam islam ? Apakah islam membolehkan arisan ? Bagaimana hukum uang arisan ? Halal atau haram ?

Pengertian dan Manfaat Arisan

Apa itu arisan ? Arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang oleh beberapa kelompok orang dengan nilai sama lalu dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang berhak mendapat uang atau barang yang dikumpulkan secara kolektif. Undian dilakukan secara berkala sampai semua anggota dalam arisan mendapat giliran uang atau barang tersebut. Uang yang dikumpulkan bersama lalu diberikan ke salah satu orang bisa jadi salah satu jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan uang dalam jumlah besar yang cukup mendadak.

hukum arisan dalam islam

Arisan juga dianggap sebagai salah satu cara untuk menabung dan memberikan keuntungan bersama. Jika ada kebutuhan mendesak, uang arisan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak daripada meminjam ke orang lain atau pinjam uang ke bank. Lalu bagaimana hukum arisan dalam agama islam ?

Hukum Arisan Dalam Islam

Ada beberapa pendapat ulama yang memperbolehkan arisan. Yang pertama adalah Ibnu Taimiyah di dalam kitab Majmu’ al Fatawa. Beliau menyatakan bahwa pada dasarnya hukum transaksi dan muamalah adalah halal dan dibolehkan.

Pendapat kedua disampaikan oleh Syekh Ibnu Utsaimin dalam kitab Syarh Riyadhus Shalihin yang berkata bahwa hukum arisan adalah dibolehkan, dan barang siapa yang mengira arisan adalah untuk memberi pinjaman dan mengambil manfaat atau salah satu bentuk hutang riba maka hal tersebut salah, karena setiap orang akan mendapat bagiannya masing-masing sesuai gilirannya.

Kesimpulannya, hukum arisan adalah dibolehkan selama sesuai dengan syariat islam. Karena pada dasarnya, arisan sama seperti menabung yang mana setiap orang sudah mendapat gilirannya. Jenis barang yang dijadikan objek arisan adalah uang atau barang halal. Namun tentunya ada beberapa jenis arisan yang tidak dibolehkan atau haram. Apa saja ?

Jenis Arisan yang Dilarang dalam Islam

Ketika Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah ditanya tentang hukum arisan dalam islam, Beliau juga menyatakan bahwa arisan untuk naik haji diperbolehkan. Ini dikarenakan manusia tidak wajib untuk melakukan ibadah haji jika memiliki tanggungan utang. Hal ini disebabkan karena haji tidak wajib dilakukan jika kita belum mampu.

Yang kedua, hutang biaya haji yang besar belum tentu bisa dilunasinya, misalkan jika mati maka utang yang besar tersebut akan jadi tanggungan keluarga atau ahli waris yang bisa saja memberatkan. Jenis arisan lain yang tidak dibolehkan adalah transaksi barang yang haram. Jual beri barang haram saja tidak dibolehkan, maka jelas sekali hukumnya bahwa arisan barang yang masuk kategori haram juga tidak dibolehkan.

Hal-Hal yang Dilarang Dalam Arisan

Hukum arisan dalam islam adalah dibolehkan karena akan memberi manfaat untuk setiap anggotanya. Walau dibolehkan, tetap saja ada beberapa hal yang harus dihindari selama melakukan kegiatan ini. Beberapa hal yang dilarang saat arisan adalah:

  • Ghibah, bergosip atau menebar fitnah. Apapun kondisi dan kegiatannya, ghibah atau fitnah memang tidak dibenarkan dan termasuk dosa besar. Hal ini sesuai dengan ayat Al Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمُ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَنْ يَأكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۚ وَاتَّقُوْا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوّابٌ رَحيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12)

hukum arisan menurut islam

  • Bernyanyi atau mendengar nyayian atau musik. Larangan mendengar nyanyian sesuai dengan hadits Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan. (HR. Hakim 4/40)

  • Bersenda gurau berlebihan atau bercanda yang tidak mendatangkan manfaat, sesuai dengan ayat Al Quran yang menjelaskannya sebagai berikut:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Al-Luqman: 6)

Kesimpulan

Hukum arisan dalam islam adalah dibolehkan selama objek dan kegiatan arisan tidak bertentangan dengan syariat islam. Alangkah baiknya jika kegiatan arisan diisi oleh ceramah, pengajian, dan saling memberi nasihat yang baik antar setiap anggota arisan.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.