IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Berhutang dan Akibat Jika Tidak Melunasi Hutang

Hukum Berhutang dan Akibat Jika Tidak Melunasi Hutang

Namanya kehidupan pasti ada pasang surut. Saat kita terdesak akan kebutuhan dasar seperti makan padahal kita tidak punya uang, berhutang jadi salah satu solusi yang tepat dan cepat untuk memenuhi kebutuhan kita. Dalam islam, hutang biasa disebut “Al Qardh” yang artinya berarti memotong.

hukum hutang

Sedangkan menurut pengertian secara umum hutang adalah upaya meminjam sebagian harta orang lain untuk memenuhi kebutuhan, dan berjanji pada jangka waktu tertentu harta yang dipinjam akan dikembalikan kepada orang yang meminjamkan hartanya. Selain berhutang, kamu bisa mengikuti arisan untuk mendapat solusi keuangan cepat. Apa hukum berhutang menurut Islam ? Boleh atau tidak ?

Hukum Berhutang dan Memberi Hutang

Pada dasarnya berhutang diperbolehkan dalam agama Islam. Namun begitu, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan sebelum berhutang, yaitu: tujuan berhutang adalah untuk kebutuhan yang mendesak, hutang tidak boleh digunakan untuk hal yang dilarang (haram), dan harta yang dipinjam ke adalah harta yang halal. Dalil membolehkannya berhutang adalah:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al-Hadid: 18)

Sedangkan, hukum orang yang memberi hutang juga dibolehkan karena itu merupakan salah satu bentuk menolong orang lain yang sedang dalam kesulitan. Adapun dalilnya adalah hadits rasulullah berikut ini:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim, No. 2699)

Syarat Berhutang dan Memberi Hutang

Meskipun berhutang dan memberi hutang dibolehkan, namun ada beberapa syarat sah bagi orang yang berhutang dan pemberi hutang. Tujuan syarat ini adalah agar harta yang dihutangkan bisa digunakan sebaik mungkin dan terhindar dari dosa. Berikut ini syaratnya:

Bagi Orang yang Berhutang

  • Sebaiknya berhutang kepada orang saleh dan memiliki harta atau penghasilan yang halal
  • Tujuan berhutang adalah untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, seperti untuk makan dan minum, atau berobat. Diharamkan berhutang untuk kebutuhan yang buruk seperti berjudi atau membeli makanan dan minuman haram
  • Jika tidak mendesak, hindari berhutang karena dikhawatirkan jadi kebiasaan yang merusak diri sendiri
  • Hutang piutang tidak disertai menjual dan beli barang dari penghutang atau pemberi hutang
  • Orang yang berhutang harus sungguh sungguh berniat untuk mengembalikannya
  • Melunasi hutang dengan cara atau harta yang halal.

Bagi Pemberi Hutang

  • Memberi hutang dengan harta atau penghasilan yang halal
  • Sebaiknya membuat perjanjian tertulis dan menghadirkan saksi hutang piutang (Sesuai perintah Allah di surat Al Baqarah ayat 282)
  • Pemberi hutang tidak mengambil keuntungan apapun dari si penghutang
  • Pemberi hutang boleh memberi penangguhan waktu jika orang yang berhutang mengalami kesulitan untuk melunasi hutangnya
  • Niat memberi hutang adalah untuk mendapat ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Akibat Tidak Melunasi Hutang

Jangan pernah berpikir untuk tidak melunasi hutang. Kenapa ? Karena konsekuensinya sangat berat. Hutang bisa menyebabkan seseorang yang seharusnya bisa masuk surga, malah tidak bisa masuk surga. Oleh karena itu, jika berhutang harap cepat-cepat melunasinya supaya terhindar dari bahaya akibat tidak melunasi hutang berikut ini:

1. Hutang Menghabiskan Amal Perbuatan Baik

Di akhirat nanti cara satu-satunya untuk melunasi hutang kita adalah membayarnya dengan amal perbuatan baik yang kita miliki. Besar kecilnya bergantung hutang yang dimiliki saat masih di dunia. Hanya Allah yang maha bijaksana yang dapat menghitungnya. Jangan sampai amal perbuatan baik kita habis akibat tidak mau melunasi hutang dan berakibat rugi dan masuk neraka.

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah, No. 2414)

2. Ditahan Saat Masuk Surga

Kondisi yang paling menyedihkan adalah saat di mana orang yang berhutang tidak bisa masuk surga karena ditahan oleh hutangnya ketika masih hidup di dunia. Kondisinya sangat membingungkan karena orang tersebut tidak bisa dihukumi sebagai orang yang selamat di surga atau binasa di neraka sampai ada kejelasan nasib hutangnya sudah dibayar atau belum.

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi, No. 1078)

3. Bertemu dengan Allah Sebagai Seorang Pencuri

Saat hari kiamat tiba, orang yang tidak mau melunasi hutangnya akan bertemu dengan Allah dalam status sebagai seorang pencuri. Kondisi ini sangat menyedihkan dan memalukan karena semua amal baik yang dilakukan terasa tidak ada artinya karena status kita sebagai pencuri.

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah, No. 2410)

4. Pejuang Syahid Tidak Bisa Masuk Surga

Semua orang yang gugur di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala otomatis mendapatkan keistimewaan yaitu pahala yang sangat besar dan bisa langsung masuk surga. Namun itu kecuali orang yang tidak mau melunasi hutangnya. Pejuang yang mati syahid di medan perang tetap tidak bisa masuk surga sampai semua hutangnya dilunasi.

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” (HR. Ahmad No. 22546)

Doa agar Terhindar Dari Hutang

Bagaimana caranya untuk menghindari diri dari berhutang ? Pertama tentu saja adalah dengan cara menekan kebutuhan, tidak terlalu tergiur untuk memenuhi kebutuhan yang tidak penting. Dengan memprioritaskan kebutuhan, kita bisa lebih mudah mengatur keuangan.

hukum berhutang

Cara yang kedua adalah dengan berdoa kepada Allah agar dihindari dari hutang. Rasulullah mengajarkan doa tersebut melalui hadits berikut ini:

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ  .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari, No. 2397)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.