IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Haid dalam Islam Beserta Pantangannya

Hukum Haid dalam Islam Beserta Pantangannya

Apa hukum haid pada wanita menurut pandangan Islam ? Setiap wanita pasti selalu kedatangan “tamu setiap” setiap bulannya. Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam vagina akibat siklus bulanan pada tubuh wanita. Penyebab haid adalah karena adanya penebalan dinding rahim atau yang biasa disebut endometrium yang berisi pembuluh darah.

Jika tidak ada pembuahan (kehamilan) endometrium ini akan luruh dan keluar bersama darah dari dalam vagina. Nah, bagaimana Islam memandang haid pada wanita ? Bagaimana hukum haid dalam islam ? Apa saja larangan wanita selama mengalami haid ?

Hukum Haid Menurut Agama Islam

Bagaimana Islam memandang wanita yang sedang haid ? Bagaimana hukum haid dalam islam ? Haid atau menstruasi adalah kejadian alami yang pasti dialami oleh setiap wanita. Haid sebenarnya sudah menjadi ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karena itu, bagi wanita yang mengalami haid tentu saja tidak dikenakan hukum berdosa.

hukum haid dalam islam

Namun ketika haid datang, wanita tidak diperkenankan menjalani beberapa macam ibadah, seperti shalat, puasa, memegang dan membaca Al Quran, dan masuk masjid. Kenapa ? Ini karena kondisi haid membuat wanita terkena hukum hadats besar. Oleh karena itu, wanita baru boleh menjalani semua ibadah tersebut jika haid sudah berhenti dan sudah bersuci terlebih dulu.

Hukum haid dalam islam tertulis di Al Quran, yaitu sebagai berikut:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)

Khusus bagi para pria, jika istri mereka sedang haid, tidak diperbolehkan untuk menyetubuhinya. Ini karena darah yang keluar dari dalam vagina memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan pria dan wanita. Selain itu, darah kotor yang keluar juga dijatuhi hukum najis sehingga tidak diperbolehkan untuk disentuh atau terkena anggota tubuh pria.

Lalu bagaimana jika istri sudah selesai haid, bolehkah suaminya menggaulinya ? Boleh saja, asalkan sang istri sudah mensucikan dirinya lebih dulu dengan cara mandi besar atau mandi wajib.

Larangan Wanita Saat Haid Dalam Agama Islam

Karena saat haid kondisi wanita tidak suci, maka ada beberapa ibadah yang tidak bisa dilakukan oleh wanita saat melakukan haid. Terutama untuk jenis ibadah yang hanya bisa dilakukan ketika dalam keadaan bersuci atau bebas dari hadats. Berikut ini larangan wanita saat haid atau datang bulan:

  1. Tidak boleh shalat. Syarat sah shalat adalah suci dari hadats. Karena wanita haid sedang dalam kondisi hadats besar, oleh karena itu wanita tidak diperkenankan melakukan shalat. Jika haid sudah selesai, wanita harus segera bersuci supaya bisa melaksanakan shalat. Berikut ini dalilnya dari hadits Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (HR. Bukhari, No. 1951)

  1. Tidak Boleh Puasa. Kondisi tubuh harus suci dan bebas dari hadats ketika menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, ketika haid datang, wanita tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Lalu saat puasa Ramadhan, wanita yang sedang haid bisa mengganti puasanya di bulan lain setelah lewat Ramadhan.

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR. Muslim, No. 335)

  1. Berhubungan badan dengan suami. Makna menjauhkan diri dari wanita haid adalah untuk tidak berhubungan seksual atau melakukan hubungan badan saat wanita haid. Misalkan istri kamu lagi haid, maka diharamkan untuk kamu menyetubuhinya. Hal ini diperkuat oleh hadits.

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم-

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.” (HR. Tirmidzi, No. 135).

  1. Bagi wanita haid yang sedang melaksanakan ibadah haji diperbolehkan melewati ibadah tawaf. Ini disebabkan untuk melakukan tawaf kondisi tubuh harus bebas dari hadats.

فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

“Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari, No. 305).

  1. Masuk dan berdiam diri di masjid. Wanita yang sedang haid tidak dibolehkan masuk tempat shalat di masjid. Ini karena tempat shalat di masjid harus bebas dari najis. Namun begitu, sebagian ulama membolehkan wanita haid masuk ke dalam area pelataran masjid atau area lain yang tidak dijadikan area shalat.
  2. Memegang dan membaca kitab suci Al Quran. Yang terakhir adalah wanita haid tidak dibolehkan menyentuh Al Quran karena kitab suci tidak boleh disentuh selain orang yang sudah dalam keadaan suci bebas dari hadats.

Selain daripada itu, wanita haid tetap dibolehkan melakukan ibadah lainnya seperti bersedekah hingga berdoa karena untuk melakukan ibadah tersebut tidak disyariatkan untuk dilakukan ketika dalam keadaan bersuci.

Hukum Mandi Besar dan Keramas Saat Haid

Bagi wanita yang sudah melewati masa haid, dianjurkan untuk segera bersuci dengan cara mandi besar atau mandi wajib. Ini sangat perlu dilakukan, supaya kamu bisa melaksanakan ibadah yang dilarang saat haid, seperti shalat, puasa, dan lainnya. Jika sengaja tidak mandi besar supaya tidak shalat tentu saja berdosa karena dianggap melalaikan shalat.

hukum haid menurut islam

Selain itu, IslamKita juga mau menjawab adanya larangan keramas saat haid ? Bagaimana hukum keramas saat haid dalam islam. Jawabannya adalah boleh saja karena tidak ada satupun dalil yang tegas melarang keramas saat haid. Selain keramas, wanita juga dibolehkan untuk mandi seperti biasa demi menjaga kebersihan tubuh selama haid.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.