IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Jual Beli Kucing Sebagai Hewan Peliharaan

Hukum Jual Beli Kucing Sebagai Hewan Peliharaan

Kucing adalah salah satu hewan yang paling disukai oleh Rasulullah. Kucing kesayangan rasulullah diberi nama Muezza. Kucing memang jadi salah satu hewan yang banyak dipelihara di rumah. Selain sifatnya jinak, hewan ini juga sangat menggemaskan. Karena banyak yang menyukai kucing, tidak heran kita temukan tempat jual beli kucing dan hewan peliharaan lain di sekitar kita. Bagaimana islam memandang ini ? Bagaimana hukum menjual kucing ?

Rasulullah Sangat Menyukai Kucing

Dari sekian banyak hewan di dunia ini, ada beberapa yang Rasul benci ada juga yang sangat disayang. Salah satu hewan yang paling disayang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah kucing. Sakingnya sayangnya, Beliau sampai memiliki kucing kesayangan yang dinamai Muezza. Saat Beliau mengambil jubah, terkadang ditemui Muezza sedang tidur di atas jubahnya. Yang menarik, saking tidak ingin menggangu tidur Muezza, beliau sampai rela memotong jubah yang ditiduri oleh Muezza.

jual beli kucing

Selain itu, ketika Nabi Muhammad kembali ke rumah, tak jarang Muezza mengampiri dan langsung bersujud kepadanya. Sebagai balasan, Rasulullah mengelus badannya sebanyak 3 kali. Muezza juga sangat unik karena selalu mengeong ketika mendengar adzan seolah mendengar dan mengikuti bilal yang melantunkan adzan. Saking sayangnya, beliau sering terlihat menggendong Muezza dan ditaruh di atas pahanya. Kepada umatnya, beliau berpesan agar menyanyangi kucing seperti anggota keluarga sendiri.

Hukum Menjual Kucing Dalam Islam

Rasulullah melarang secara tegas umatnya untuk memperjual belikan kucing. Tidak hanya itu, selain kucing, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga melarang jual beli anjing. Baik itu sebagai hewan peliharaan, atau apapun yang jelas hukum jual beli kucing dalam islam dilarang. Dalilnya ialah hadits Rasul berikut ini:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan uang hasil penjualan anjing dan sinnur (kucing). (HR. Abu Daud, No. 3479)

Selain itu, Abu Az Zubair berkata bahwa ia pernah menanyakan pada Jabir mengenai hasil penjualan anjing dan kucing. Lalu Jabir berkata:

زَجَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ ذَلِكَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal ini. (HR. Muslim, No. 1569)

Hadits di atas menegaskan bahwa Rasulullah melarang umatnya untuk memakan uang hasil jual beli kucing dan anjing. Bahkan di hadits yang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhari bahwa hasil penjualan kucing dan anjing disamakan seperti hasil bayaran dukun dan upah prostitusi yang sangat jelas diharamkan dalam islam. Adapun untuk anjing, selain tidak boleh diperjual belikan, juga tidak boleh dipelihara di rumah.

Alasan Tidak Boleh Jual Beli Kucing

Setidaknya ada dua alasan kenapa kita tidak boleh jual kucing dan membelinya. Yang pertama adalah karena sejatinya kucing dan juga anjing adalah hewan liar yang tidak memiliki pemilik. Hal ini membuat kucing tidak bisa diserahterimakan atau ditransaksikan. Selain itu, tanpa perlu diperjual belikan, kucing juga akan kembali sendiri ke pemiliknya. Sifat kucing yang jinak memudahkannya untuk tidak pernah lepas dari pemiliknya. Ini berbeda dengan hewan ternak yang sekali lepas tidak pernah mau kembali ke pemiliknya.

Alasan kedua adalah memelihara kucing tidak mendatangkan manfaat, kecuali untuk hiburan semata. Sementara itu, tidak ada bagian dari kucing yang bisa memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum. Kita diharamkan untuk memakan daging kucing, dan susunya pun tidak bisa kita minum. Berbeda seperti sapi dan kambing yang dagingnya bisa dimakan dan susunya bisa diminum karena bermanfaat.

hukum jual beli kucing

Adapun Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa larangan jual kucing dan anjing hukumnya adalah makruh karena memang tidak mendatangkan manfaat. Namun jika kucing diberikan sebagai hadiah atau dipinjamkan untuk menolong orang lain maka tidak mengapa. Hal inilah yang menjadi landasan sahnya hasil jual beli kucing dan anjing. Namun bagaimanapun juga, mayoritas ulama berpegang pada hadits bahwa hukum jual beli kucing dan anjing adalah haram.

Kesimpulannya, jika ingin memelihara kucing lebih baik cari dan rawat kucing yang ada di sekitarmu. Daripada membuang uang banyak-banyak hanya untuk membeli kucing ras mahal yang sebenarnya punya sifat dan ciri khas seperti kucing pada umumnya. Jual beli kucing memang diharamkan, namun tidak untuk memeliharanya. Kita bahkan dianjurkan oleh Rasulullah untuk merawat dan menolong kucing liar di sekitar kita.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.