IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum KB (Keluarga Berencana) Dalam Islam, Bolehkah ?

Hukum KB (Keluarga Berencana) Dalam Islam, Bolehkah ?

Apa hukum KB dalam islam ? Bagaimana hukum keluarga berencana dalam agama islam ? KB atau Keluarga Berencana adalah program pemerintah untuk membatas jumlah anak dalam satu keluarga dan menekan pertumbuhan populasi penduduk. KB adalah program untuk membatasi jumlah anak yaitu hanya 2 anak saja.

hukum kb menurut islam

Hal yang dilakukan selama KB adalah menunda kehamilan dan mencegah terjadinya kehamilan dengan memberi obat khusus ke dalam tubuh wanita atau pria. Seiring dengan berjalannnya waktu, jenis KB semakin beragam, seperti mensterilkan rahim (membuat rahim tidak bisa dibuahi), angkat rahim, menutup saluran mani, dan lain sebagainya.

Kenapa banyak orang melakukan KB ? Ini disebabkan oleh anggapan yang disebarkan ke masyarakat bahwa punya banyak anak sangat merepotkan dan membutuhkan biaya besar. Selain itu, anggapan sulitnya mencari pekerjaan jadi salah satu alasan kenapa program KB dipromosikan besar-besaran. Lalu bagaimana sebenarnya hukum keluarga berencana dalam islam ? Bolehkah kita mengikuti program KB ?

Hukum KB (Keluarga Berencana) Dalam Islam

Hukum KB dalam islam tidak dibolehkan jika alasan untuk KB adalah karena takut tidak mampu membiayai anak-anak dan takut sibuk atau jadi lebih repot. Hal ini sesuai dengan salah satu ayat Al Quran:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS. Al Isra’: 31)

Sementara itu, Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sangat membanggakan jumlah umatnya yang besar (banyak). Oleh karena itu, pastinya beliau tidak ingin umatnya membatasi kelahiran. Hal ini pernah disabdakan oleh beliau:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلاُمَمَ

Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat. (HR. Abu Dawud, No. 320)

Sebagai umat yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentunya kita harus yakin bahwa rejeki setiap manusia sudah dipersiapkan bahkan sebelum lahir. Bahkan setiap makanan yang masuk ke dalam mulut manusia sudah dituliskan Allah untuknya. Allah sebagai tuhan yang maha kaya dan maha pengasih tidak pernah menciptakan suatu mahluk tanpa diberi rezekinya.

hukum keluarga berencana

Dengan begini, mengikuti program KB tanpa alasan yang dibenarkan sama saja menganggap atau berburuk sangka bahwa Allah tidak menciptakan mahluknya tanpa diberi rezeki. Padahal Allah sudah mengatur rezeki setiap hambanya. Sebagai muslim yang taat seharusnya kita yakin bahwa rezeki setiap anak sudah diberikan. Apalagi menjadi orang tua yang bisa membesarkan anak berbakti pada agama akan mendatangkan pahala yang amat sangat besar.

Alasan Membolehkan KB (Keluarga Berencana)

Boleh atau tidaknya mengikuti program KB lebih dilihat dari tujuannya. Jika tujuannya karena takut tidak bisa menghidupi banyak anak atau kerepotan mengurus banyak anak, maka jelas hukumnya adalah tidak diperbolehkan. Namun, ada beberapa alasan syari yang memperbolehkan seseorang untuk mengikuti program KB, misalnya:

  • Istri tertimpa musibah penyakit di organ reproduksinya, sehingga akan sangat berbahaya jika hamil lagi. Maka diperbolehkan untuk membatas kehamilan dengan KB
  • Istri ingin jaga jarak kehamilan, misalnya 2 atau 3 tahun setelah melahirkan anak pertama. Setelah melahirkan, biasanya istri butuh waktu untuk menyusui dan mendidik anak dengan baik. Lalu jika merasa sudah siap untuk hamil lagi, ia bisa langsung menghentikan program KB nya.

Cara Membatasi Kehamilan Tanpa KB dengan Metode ‘Azl

Jauh sebelum program KB dicanangkan di seluruh dunia, masyarakat Arab dan sekitarnya punya cara khusus untuk membatasi kehamilan, yaitu dengan ‘azl. Apa itu ‘azl ? ‘Azl adalah mengeluarkan mani atau sperma di luar kemaluan wanita dengan tujuan mencegah sang wanita hamil. Hukum ‘azl adalah diperbolehkan selama metode ini dilakukan untuk sementara waktu saja dan bukan karena takut miskin jika punya banyak anak.

Metode ‘azl sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Berikut ini riwayatnya:

Dari Jabir ra berkata: “Kami melakukan ‘azl pada masa nabi SAW dimana al-Qur’an masih terus diturunkan, dan hal tersebut diketahui oleh Nabi SAW tetapi beliau tidak melarangnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5209 ).

Kesimpulan Mengenai Hukum KB

Seperti yang dijelaskan di atas, hukum KB dalam islam dilarang jika alasannya takut miskin (tidak sanggup menghidupi banyak anak) atau takut kerepotan mengurus banyak anak. Ini karena Allah sudah menjamin rezeki setiap manusia bahkan saat masih dalam kandungan. Mengikuti KB dengan alasan tersebut sama saja berburuk sangka bahwa Allah tidak menjamin rezeki setiap mahluknya.

hukum keluarga berencana dalam islam

Namun, ada beberapa alasan yang membolehkan seseorang untuk mengikuti KB yaitu jika kesehatan istri tidak memungkinkan untuk hamil lagi dan istri ingin menjaga jarak kehamilan agar bisa optimal mendidik anak-anak yang sudah dilahirkan terlebih dulu. Jadi bisa disimpulkan bahwa hukum KB dalam agama islam sangat bergantung pada alasannya. Jika alasannya sesuai syari maka dibolehkan, namun dilarang jika alasannya hanya karena takut hidup makin susah.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.