IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Memberi Salam Kepada Muslim & Non Muslim

Hukum Memberi Salam Kepada Muslim & Non Muslim

Dalam ajaran islam hukum memberi salam ke sesama muslim adalah sunnah. Salam adalah ucapan yang wajib diucapkan ketika sesama muslim bertemu karena di dalam salam terdapat doa. Salam dari muslim ke muslim lain adalah “Assalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh” yang artinya “Semoga Allah Melimpahkan keselamatan, Rahmat dan Keberkahan untukmu.”

hukum memberi salam

Salam di atas adalah salam untuk sesama muslim versi lengkap. Sebenarnya ada 3 versi salam yang boleh diucapkan ke sesama muslim. Selain versi lengkap di atas, ada 2 versi salam lain yang umum digunakan yaitu “Assalamu’alaikum” yang artinya “Semoga Keselamatan terlimpah untukmu.” Atau boleh juga yang sedikit lengkap seperti “Assalamu’alaikum Warahmatullah” yang artinya “Semoga Allah Melimpahkan Keselematan dan Rahmat-Nya untukmu.”

Lalu untuk menjawab salam, bisa dengan Wa’alaikumu Salam Warahmatullahi Wabarakatuh yang artinya “Dan Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah juga kepada kalian.”

Hukum Memberi Salam ke Sesama Muslim

Hukum memberi salam kepada sesama muslim ketika bertemu muka hukumnya adalah sunnah. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menganjurkan sesama muslim agar saling memberi salam karena sebagai bentuk ukhuwah yang baik. Hukum memberi salam sesama muslim adalah sunnah jadi jika tidak dilakukan tidak berdosa. Namun alangkah baiknya dilakukan karena akan memberi pahala.

hukum memberi salam dalam islam

Berbeda dengan hukum memberi salam, hukum menjawab salam dari sesama muslim adalah wajib. Ini artinya, jika kamu tidak membalas salam dari temanmu sesama muslim, kamu bisa dapat dosa lho.

Adab Dalam Melakukan Salam

Dalam memberi dan menjawab salam tentu saja ada adabnya. Berikut ini adab dalam memberi dan menjawab salam yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad:

  1. Disunnahkan untuk memulai memberi salam lebih dulu. Walaupun hukum memberi salam adalah sunnah, namun memulai memberi salam terlebih dulu sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala lebih besar. Lalu disarankan untuk orang yang lebih muda memberi salam lebih dulu daripada yang lebih tua karena merupakan suatu tindakan penghormatan

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.” (HR. Bukhari, No. 6231)

  1. Mengucap salam dengan sempurna. Salam adalah salah satu ibadah yang ringan dilakukan tapi punya pahala cukup besar. Alangkah bagusnya kalo kamu memulai memberi salam dengan ucapan salam yang lengkap dan sempurna. Begitu juga jika kamu ingin menjawab salam, lebih baik jawab dengan salam sempurna

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS. An-Nisa: 86)

  1. Tidak diperkenakan untuk memberi salam kepada muslim lain yang sedang ada di dalam kamar mandi. Karena keadaan dan tempatnya tidak keadaan orang tersebut tidak layak untuk menjawab salam. Begitu juga jika kamu sedang di kamar mandi namun mendengar salam, kamu tidak diwajibkan untuk menjawab salam itu karena keadaan tidak memungkinkan.
  2. Sebaiknya tidak memberi salam antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram, kecuali wanita atau lawan jenis tersebut sudah lanjut usia dan tidak ada ketertarikan padanya. Maksud dari adab ini adalah untuk mengindari munculnya fitnah dan terbukanya pintu godaan lainnya.

Memberi Salam ke Non Muslim

Bagaimana hukum memberi salam ke non muslim ? Lalu bagaimana hukum menjawab salam dari non muslim ? Untuk menjawab dua pertanyaan ini, silakan disimak hadits Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berikut ini:

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا تَبْدَؤُوا اَلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ, وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ, فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka persempitlah jalan mereka.” (HR. Muslim, No. 1319)

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan ‘wa’alaikum’. (HR. Bukhari, No. 6258)

Dari dua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa hukum memberi salam ke non muslim adalah tidak dibolehkan. Ini karena salam yang kita gunakan ke sesama muslim mengandung doa keselamatan dan kerahmatan. Namun begitu, jika ingin memberi salam ke non muslim sebaiknya gunakan ucapan biasa seperti “Selamat Pagi.”

hukum memberi salam dalam islam

Lalu bagaimana jika ada non muslim memberi salam dengan ucapan Assalaamu’alaikum ? Kita bisa menjawabnya dengan ucapan wa’alaikum yang artinya “Juga bagimu.” Lalu bagaimana dengan maksud “… maka persempitlah jalan mereka” di atas ?

Maksudnya adalah bahwa kita tidak dibolehkan memuliakan atau menghormati mereka secara berlebihan sambil merendahkan diri di depan non muslim. Janganlah menyakiti hati mereka dengan bersikap acuh ketika mereka memberi salam terlebih dahulu. Semoga ilmunya bermanfaat. Terima kasih.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.