IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Memelihara Anjing di Rumah Bagi Umat Islam

Hukum Memelihara Anjing di Rumah Bagi Umat Islam

Apa hukum memelihara anjing di rumah menurut Islam ? Belakangan banyak ditemukan orang muslim yang memelihara anjing di rumah mereka. Padahal Rasul Shallallahu Alaihi Wa Sallam sendiri pernah menegaskan bahwa anjing termasuk hewan najis dan haram.

hukum memelihara anjing

Meski begitu sebenarnya Rasul telah memberi kelowongan sendiri bagi umat muslim yang ingin memelihara anjing untuk kebutuhan tertentu. Berikut ini penjelasan hukum memelihara anjing.

Hukum Memelihara Anjing di Rumah

Tujuan utama orang memelihara hewan di rumah tidak lain adalah agar bisa dirawat dan diajak main di kala senggang. Namun, ada beberapa jenis hewan yang dilarang untuk dipelihara di rumah kaum muslimin, salah satunya adalah anjing. Dalil pelarangan tersebut berdasarkan hadits nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini:

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga hewan ternak, berburu dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya setiap hari sebanyak satu qirath. (HR. Muslim, No. 1575)

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ
Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qirath. (HR. Bukhari, No. 5480)

Berdasarkan 2 hadits di atas, umat muslim memang dilarang untuk memelihara anjing di rumah jika tujuannya adalah untuk dijadikan hewan peliharaan. Kenapa anjing termasuk hewan haram dan najis sehingga tidak boleh dipelihara ? Ini karena anjing termasuk hewan bertaring.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring. (HR. Bukhari, No. 5530)

hukum memelihara anjing menurut islam

Selain itu, air liur anjing juga termasuk salah satu zat najis yang jika terkena pakaian atau anggota tubuh kita harus dibersihkan dengan air 7 kali dan dengan tanah yang suci. Berikut ini dalilnya:

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ
Sucinya bejana di antara kalian yaitu apabila anjing menjilatnya adalah dengan dicuci tujuh kali dan awalnya dengan tanah. (HR. Muslim, No. 279)

Karena anjing termasuk hewan yang haram dimakan dan air liurnya mengandung najis maka tidak boleh dipelihara di rumah. Karena dikhawatirkan air liurnya bisa mengotori setiap bagian rumah dan juga perangkat shalat yang kita gunakan sehari-hari. Sedangkan, pakaian suci adalah salah satu syarat sahnya shalat. Jika terkena najis, maka harus dibersihkan dahulu.

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُقَلِّبْ نَعْلَيْهِ ، فَإِنْ رَأَى فِيهِمَا أَذًى فَلْيُمِطْ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا
Apabila kalian hendak masuk masjid, hendaknya dia lihat sandalnya. Jika dia lihat ada najis, hendaknya dia bersihkan. Dan silahkan digunakan untuk shalat. (HR. Ahmad, No. 11452)

Kesimpulannya, rasul memang tidak melarang umatnya untuk memelihara anjing, asalkan alasan untuk memelihara anjing dibenarkan sesuai syariat islam. Memelihara anjing di rumah memang tidak ditegaskan sebagai dosa besar, namun itu menjadi penyebab berkurangnya pahala. Mayoritas ulama berpendapat bahwa besarnya “qirath” yang dimaksud di hadits Rasul di atas adalah sebesar gunung. Jadi bagi siapapun yang memelihara anjing di rumah pahalanya berkurang sebesar satu atau dua gunung dan akan membuat amalan dosanya semakin lebih berat dibanding amalan baiknya.

hukum memelihara anjing di rumah

Memelihara anjing yang masih dibolehkan adalah jika tujuannya untuk memanfaatkan anjing untuk berburu, menjaga hewan ternak dan menjaga tanaman atau pertanian. Selain dari itu, hukum memelihara anjing untuk senang senang tidak dibolehkan. Kemudian jika kamu berniat pelihara anjing untuk alasan sesuai syariat maka kesehatan anjing tetap harus diperhatikan dengan cara rutin memberi makan dan minum karena anjing adalah salah satu ciptaan Allah yang tidak boleh kita aniaya.

Perlukah Memelihara Anjing untuk Jaga Rumah ?

Lalu bagaimana jika ingin memelihara anjing untuk menjaga rumah ? Sebagian ulama membolehkan namun pendapatnya lemah karena akan menselisihi hadits Rasul di atas (HR. Muslim, no. 1575). Jadi kesimpulannya, hukum memelihara anjing untuk jaga rumah tetap tidak dibolehkan. Jika seorang muslim ingin menjaga rumahnyadari pencuri atau hal buruk lainnya, cukup dengan tawakal dan amalkan ibadah berikut ini:

1. Dzikir pagi dan sore untuk menjaga diri dari kejahatan

Cukup baca 3 kali saat pagi dan sore bisa menjaga kamu dari gangguan mahluk jahat, termasuk di dalamnya pencuri, perampok, dan lainnya. Bacaan dzikirnya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’as mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’, wa huwas samii’ul ‘aliim” Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (HR. Abu Daud, No. 5088)

2. Rutin shalat Sunnah di Rumah

Rajin shalat sunnah di rumah bisa melindungi kamu dari keburukan atau gangguan mahluk jahat selama ada di luar rumah. Shalat sunnah adalah jenis shalat yang bisa dilaksanakan di rumah, tidak seperti shalat wajib yang sebaiknya dilakukan berjamaah di masjid.

إذا خرجت من منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مخرج السوء وإذا دخلت إلى منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مدخل السوء

Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah. (HR. Al Bazzar, No. 1323)

Hukum Menolong Anjing yang Malang

Jika anjing termasuk hewan yang haram dan najis, lalu bagaimana jika suatu saat kita menemukan anjing malang yang butuh pertolongan ? Apakah harus kita bantu ? Bagaimana hukumnya menolong anjing yang malang ? Untuk menjawabnya ada kisah populer yang disabdakan langsung oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla. (Hadits shahih Imam Bukhari)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Ketika seorang lelaki berjalan dalam sebuah perjalanan dia merasa sangat kehausan lalu dia mendapati sebuah sumur. Dia turun ke sumur itu lalu minum dan setelah itu keluar. Saat itu, tiba-tiba dia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya menjilat debu karena sangat haus. Si lelaki itu berkata, “Anjing ini sangat kehausan sebagaimana yang telah aku rasakan.” Lalu dia turun lagi ke sumur, dia memenuhi salah satu sepatunya dengan air lalu dia menggigitnya dengan mulutnya (agar bisa naik) dan memberikan minum kepada anjing tersebut. Kemudian Allah Azza wa Jalla berterima kasih kepadanya dan Allah Azza wa Jalla mengampuni dosanya. Para sahabat Radhiyallahu anhum bertanya, “Wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, apakah kita akan mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ternak ?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab, “Ya, pada (pemeliharaan terhadap) setiap yang bernyawa ada pahala.” (Hadits shahih Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Dari dua hadits di atas dibuktikan bahwa menolong hewan yang najis sekalipun adalah suatu kebaikan yang jika dikerjakan akan mendatangkan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Meskipun anjing mengandung najis, namun perlu dipahami bahwa najis tersebut masih bisa dibersihkan dengan cara yang sudah ditentukan oleh syariat agar kembali suci. Sedangkan nyawa anjing malang tersebut tidak akan bisa kembali lagi jika kita terus bersikap acuh.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.