IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Memilih Pemimpin Menurut Islam (Al Quran & Hadits)

Hukum Memilih Pemimpin Menurut Islam (Al Quran & Hadits)

Apa hukum memilih pemimpin menurut Islam ? Sebagai negara demokrasi, kita pasti sudah tidak asing dengan yang namanya pemilu (pemilihan umum). Ajang memilih pemimpin yang diselenggarakan 5 tahun sekali ini mewajibkan kita untuk berpartisipasi bersama dalam memilih pemimpin, baik itu walikota, bupati, gubenur, hingga presiden.

hukum memilih pemimpin

Hukum Memilih Pemimpin Menurut Al Quran

Al Quran adalah kitab suci sempurna yang membahas dan mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia. Bahkan untuk memilih pemimpin, menurut Al Quran hukumnya adalah wajib selama hal itu sesuai dengan perkara yang dibenarkan oleh syariat. Dalil utama untuk mengangkat pemimpin dalam Al Quran dijelaskan pada ayat berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)

Ulilamri yang dimaksud di sini bisa bermakna ulama atau pemimpin. Dari ayat tersebut, secara jelas Allah memerintahkan umat Islam untuk memilih dan menaati pemimpin yang dipilih. Perintah untuk menaati pemimpin berarti juga termasuk mengangkat pemimpin dari kalangan muslimin. Selanjutnya, Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam juga menganjurkan umat Islam untuk memilih pemimpin terbaik di antara mereka, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Hukum Memilih Pemimpin Menurut Hadits

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (agama yang memberi rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta) tentu saja peduli tentang kepemimpinan. Hal ini disebabkan karena kepemimpinan dalam islam sangat besar dampaknya bagi kehidupan seluruh umat dalam suatu negeri. Sebagaimana ditegaskan pada hadits Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah)

Hadits di atas menjelaskan bahwa sekecil apapun urusannya, Islam memkamung kepemimpinan sangat penting. Bahkan pada sekelompok orang muslim yang jumlahnya sedikit pun harus mengangkat pemimpin dari salah satu di antara mereka.

hukum memilih pemimpin dalam islam

Jika dalam skala kecil saja sudah diperintahkan untuk memilih pemimpin, maka sangat wajar jika untuk mengelola satu kota atau negara yang jumlah penduduknya banyak harus menunjuk salah satu pemimpin. Lalu bagaaimana cara memilih pemimpin sesuai syariat Islam ?

Kriteria Pemimpin yang Baik Menurut Islam

Bagaiman kriteria pemimpin yang baik menurut islam ? Saat kamu ingin menerapkan hukum islam dalam memilih pemimpin seperti di atas, kamu harus tahu dulu apa saja kriteria pemimpin yang baik menurut Islam. Berikut ini kriteria pemimpin yang baik menurut Al Quran. Ini bisa dijadikan panduan kamu saat memilih pemimpin agar sesuai dengan aturan dan anjuran yang sudah tertulis di Al Quran.

1. Beragama Islam

Poin pertama ini memang sudah tidak bisa didebat lagi. Allah sudah memerintahkan kita untuk memilih pemimpin dari kaum Mukmin. Ini artinya tidak diperbolehkan untuk memilih pemimpin dari orang-orang kafir (non muslim) jika salah satu kandidat pemimpin ada yang beragama islam. Ada banyak ayat dalam Al Quran yang menjelaskan ini, salah satunya adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (QS: An Nisa’: 144)

Sebagaimana dijelaskan pada ayat di atas, kita dilarang untuk memilih kafir menjadi pemimpin dan meninggalkan orang mukmin, atau kandidat lain yang beragam islam. Lalu bagaimana jika kita tinggal di negara non muslim ? Apakah boleh memilih kafir menjadi pemimpin jika kita tinggal di lingkungan mayoritas non muslim.

Jika kondisinya demikian, maka sesungguhnya syariat di atas tidak berlaku. Ini artinya jika kondisi darurat atau tidak ada calon pemimpin muslim karena tinggal di lingkungan non muslim, maka kita dibolehkan memilih pemimpin dari golongan kafir.

2. Mampu dan Amanah

Kriteria pemimpin yang baik menurut Islam selanjutnya adalah mampu (kuat) dan amanah. Dua sifat ini sangat penting ada di seorang pemimpin. Karena kita diharuskan memilih pemimpin yang baik, dan orang (pemimpin) yang baik adalah orang yang punya dua sifat dasar pemimpin yaitu amanah dan mampu bekerja. Sebagaimana diterangkan pada ayat Al Quran berikut ini:

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya. (QS. Al-Qashas: 26)

Kuat yang dimaksud di ayat tersebut adalah mampu bekerja secara profesional dan mampu bekerja untuk mensejahterakan umat yang dipimpinnya. Sedangkan, amanah adalah sifat wajib yang harus ada di jiwa pemimpin. Jika tidak amanah, bisa jadi orang tersebut menggunakan kekuasaanya untuk menindas rakyat dan memanfaatkan jabatan untuk memperkaya dirinya sendiri.

3. Berbuat Adil

Adil adalah sifat yang diturunkan dari amanah. Jika pemimpin bersifat amanah, maka pasti akan punya sifat adil untuk menerapkan hukum sesuai syariat dan tidak memihak. Keadilan adalah suatu hal yang sangat penting untuk mensejahterakan rakyat. Jika pemimpin memiliki sifat adil, maka tidak akan ada kerusuhan, kekacauan, dan keberpihakan pada salah satu golongan tertentu yang membuat seluruh umat sengsara.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 8)

Allah menekankan kepada seluruh umat Islam agar berlaku adil, bahkan kepada orang yang kita benci sekalipun. Dengan kata lain, kita tidak diperbolehkan berpihak kepada salah satu umat, agama, atau apapun dalam menentukan hukum atau berlaku adil.

3 hal tersebut adalah kriteria pemimpin yang baik dalam Islam. Dalam hukum memilih pemimpin menurut Islam sebenarnya ada banyak kriteria lain yang perlu diperhatikan. Namun kesimpulannya, kita diwajibkan untuk memilih pemimpin yang bisa memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan buruknya.

Kesimpulan

Misalnya, jika suatu saat kamu dihadapkan pilihan untuk memilih orang fasik tapi profesional (mampu) atau orang sholeh namun tidak profesional, maka lebih baik memilih orang fasik tapi profesional. Kenapa ? Orang profesional akan memberi dampak positif pada kaum muslim, sedangkan kefasikan orang tersebut hanya akan berdampak ke dirinya sendiri.

Namun ini berbeda jika kamu diharuskan memilih pemimpin yang amanah, karena sifat amanah harus jadi tolok ukur utama selain agama. Apalagi untuk mengurus negara Indonesia yang majemuk harus dibutuhkan sifat amanah karena pada akhirnya, setiap orang pasti butuh untuk disejahterakan.

Oleh karena itu, amanah dan mampu (profesional) harus diutamakan. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk kamu ketika ingin mengaplikasikan hukum memilih pemimpin menurut Islam di kehidupan sehari-hari.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.