IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Merokok dalam Islam, Makruh atau Haram ?

Hukum Merokok dalam Islam, Makruh atau Haram ?

Hukum merokok dalam islam selalu mengundang pro dan kontra. Ada yang mendukung bahwa rokok pantas dijatuhi hukum haram, namun ada juga yang membolehkan merokok atau hanya menjatuhkan hukum makruh (tidak dilarang namun lebih baik tidak dilakukan). Kali ini IslamKita akan membahas apa hukum rokok dan merokok dalam agama Islam. Pantaskah dihukumi makruh ataukah harusnya haram ?

Tembakau sebagai bahan baku utama rokok mulai dikenal oleh umat islam pada akhir abad ke 10 tahun Hijriyah. Saat itu, rokok dibawa dan dikenalkan oleh pedagang dari Spanyol. Jika kamu mencari hukum merokok dalam Al Quran dan Hadits tentu saja tidak akan ditemukan. Ini karena rokok baru ada sekitar 500 tahun yang lalu dan belum ada saat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam masih hidup. Oleh karena itu, untuk menjawab hukum merokok dalam islam harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari hukum rokok sebagai benda, hukum syariat islam secara umum, manfaat, dan dampak yang ditimbulkannya.

Hukum Merokok dalam Agama Islam

Pro kontra yang sering muncul ketika membahas hukum merokok adalah karena ada beberapa pihak yang berpendapat merokok diperbolehkan, ada yang menjatuhi hukum makruh, dan tidak sedikit yang berpendapat merokok adalah haram. Mari kita bahas dalil setiap pendapat tersebut dan buat kesimpulannya.

hukum merokok dalam islam

Pendapat Hukum Merokok Dibolehkan

Beberapa pihak yang menganggap merokok diperbolehkan biasanya berpegang pada salah satu ayat di Al Quran yaitu:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Baqarah: 29)

Dengan menggunakan dalil tersebut, beberapa pihak mengklaim bahwa apapun yang diciptakan Allah di bumi adalah halal untuk manusia. Namun pendapat ini tentunya dapat dengan mudah dipatahkan karena babi dan khamr yang ada di bumi pada kenyataannya dijatuhi hukum haram.

Beberapa pihak sepertinya salah mentafsirkan maksud ayat ini, di mana yang halal atau baik untuk manusia adalah yang memiliki manfaat dan tidak menggangu orang lain. Sedangkan seperti kita tahu bahwa rokok mengandung banyak racun berbahaya bagi tubuh dan asap rokok bisa menggangu kesehatan orang lain.

Pendapat Hukum Merokok adalah Makruh

Sebagian orang yang berpendapat merokok hukumnya makruh adalah karena merokok bisa membuat bau mulut tidak sedap. Hukum ini kemudian disamakan dengan hukum memakan bawang putih mentah yang juga mengeluarkan bau tidak sedap, yaitu di Hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berikut ini:

من أكل البصل والثوم والكراث فلا يقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم

Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (bau mulut tidak sedap). (HR. Muslim, No. 564)

Pada hadits tersebut bawang tetap dianggap halal namun tidak diperkenankan untuk memakan bawang ketika ingin ke masjid atau bermunajat kepada Allah. Ini disebabkan bawang bisa membuat mulut bau tidak sedap. Dengan dalil hadits di atas, beberapa pihak menyamakan bawang putih dengan rokok yaitu tetap halal namun ketika ingin berdoa atau shalat lebih baik hilangkan bekas atau bau rokok yang tersisa di tubuh.

Pendapat me-makruhkan rokok dengan hadits tersebut rasanya kurang kuat. Kenapa ? Karena rokok bukan hanya membuat mulut bau tidak sedap, namun juga memiliki kandungan racun yang sangat berbahaya. Asap rokok pun sangat berbahaya untuk orang lain yang tidak merokok, apalagi anak kecil dan ibu hamil. Sedangkan bawang tidak memiliki racun berbahaya untuk yang mengkonsumsi dan orang lain.

Pendapat Hukum Merokok Haram

Setelah jaman semakin maju dan teknologi makin canggih, penelitian tentang rokok akhirnya semakin diperdalam. Sampai pada akhirnya, disimpulkan bahwa rokok mengandung banyak sekali zat racun dan tentunya berbahaya bagi perokok dan orang di sekitarnya (perokok pasif).

hukum merokok menurut islam

Setelah mengetahui bahaya rokok melalui pengujian secara ilmiah, ada banyak ulama terkenal dunia yang akhirnya menjatuhi hukum haram pada rokok. Beberapa dari ulama tersebut adalah: Qalyubi, Ibnu Allan, As-Sanhury, Al-Buhuty, dan As-Surunbulaly. Beberapa ulama lain dari mazhab Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Hanafi pun sepakat bahwa merokok hukumnya haram.

Penegasan hukum haram tersebut setelah para dokter menyampaikan temuan mengerikan terkait bahaya merokok bagi tubuh. Dengan temuan ini, para ulama memiliki dalil kuat untuk mengharamkan rokok yaitu melalui ayat Al Quran:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah: 195)

Selain ayat Al Quran, dalil haram untuk rokok juga diambil dari hadits Nabi berikut ini:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan. (HR. Ibnu Majah)

Kesimpulan

Di saat rokok baru pertama kali diperkenalkan di kalangan umat Islam, para ulama masih belum mengetahui apa saja manfaat dan bahaya rokok, sehingga wajar saja sebagian dari ulama akhirnya memberi pendapat bahwa merokok diperbolehkan. Namun setelah muncul dampak yang kurang baik seperti bau mulut tidak sedap, hukum merokok dalam islam lalu berubah jadi makruh.

Setelah teknologi makin canggih, dan dampak rokok bisa diteliti lebih lanjut melalui penelitian ilmiah akhirnya ditemukan bahwa rokok mengandung racun mematikan dan sangat berbahaya bagi perokok dan orang di sekitarnya. Seketika itu, sebagian besar ulama akhirnya menjatuhi hukum haram untuk merokok dalam keadaan apapun. Ini disebabkan dampak buruk rokok jauh lebih banyak ketimbang dampak positifnya.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.