IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Musik Islami (Religi) dalam Islam, Boleh atau Dilarang ?

Hukum Musik Islami (Religi) dalam Islam, Boleh atau Dilarang ?

Apa hukum musik islami atau musik religi dalam Islam ? Sebelumnya IslamKita pernah membahas hukum musik dan lagu dalam Islam. Menurut Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam musik atau nyanyian adalah suatu perbuatan tercela. Bahkan secara jelas Nabi mengharamkan alat musik yang jadi sarana utama saat bernyanyi. Lantas bagaimana dengan hukum musik islami atau lagu religi ? Apakah juga haram dan termasuk perbuatan tercela ?

Hukum Musik Islami atau Lagu Religi dalam Islam

Lagu religi atau musik islami mengandung lirik pujian kepada Allah dan tidak jarang mengajak orang lain untuk lebih dekat kepada Allah. Sekilas memang terdengar baik, namun apakah musik islami itu dibenarkan dalam ajaran Islam ?

Sejarah Musik Islami atau Lagu Religi

Ada sebuah pernyataan menarik, yaitu jika memang lagu religi yang isinya mendakwahkan setiap orang adalah sebuah kebenaran. Namun kebenaran menurut siapa ? Jika musik adalah cara yang benar untuk berdakwah, pastinya Nabi Muhammad dan para sahabat adalah orang-orang yang pertama kali melakukannya. Namun kenyataanya, Nabi Muhammad dan para sahabat justru mencela musik dan nyanyian.

hukum musik dalam islam

Sebenarnya dari mana asal mula musik religi ? Wahai pembaca, perlu diketahui bahwa nyanyian religi atau nasyid adalah budaya kaum sufi. Kaum ini menjadikan lagu sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Padahal jelas sekali bahwa Nabi Muhammad sekalipun tidak pernah melakukannya.

Hal inilah yang membuat langkah kaum sufi untuk mendekatkan diri dengan nyanyian adalah sebuah tindakan syariat baru yang berujung ke perbuatan bid’ah. Karena hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak. (HR. Bukhari, No. 2697)

Dampak Musik Islami atau Lagu Religi pada Keimanan Diri

Musik religi memang berisi ajakan untuk lebih dekat kepada Allah. Lalu apakah untuk mendekat kepada Allah harus melalui nyanyian ? Alih-alih membaca Al Quran, lagu religi dikhawatirkan bisa melalaikan hati seseorang dari membaca Al Quran dan berdoa langsung kepada Allah. Lagu religi juga dikhawatirkan bisa menghalangi hati seseorang untuk lebih mendalami Al Quran dan mengamalkan isi kandungan Al Quran.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab karanannya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim li Mukholafati Ash-haabil Jahiim berpendapat banyak orang yang terbuat dengan nyanyian atau syair-syair yang tujuan awalnya adalah untuk menata hati. Maka dengan begitu, sesuai dengan tujuannya, dia yang mendengarkan akan semakin berkurang semangatnya untuk menyimak Al Quran, bahkan sampai membenci untuk mendengar ayat suci Al Quran. Hal ini kemudian seakan selaras dengan ayat suci Al Quran:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih. (QS. Luqman: 6-7)

Hal ini bisa dijadikan bahan renungan jangan sampai kita termasuk ke dalam orang-orang yang lebih menyukai syair atau nyanyian islami ketimbang membaca atau mendengarkan ayat Al Quran. Karena musik bersifat melalaikan karena syairnya didesain sedemikian rupa untuk langsung merayu hati agar lebih berpaling dari hal yang benar.

Pendapat 4 Imam Mazhab Tentang Musik

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam buku Majmu’ Al Fatawa menjelaskan bahwa tidak ada satupun dari empat ulama mazhab yang berselisih pendapat mengenai haramnya alat musik. Hal ini karena Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pernah meriwayatkan hadits yaitu:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. (HR. Bukhari, No. 5590)

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa alat musik hukumnya haram. Oleh karena itu, begitu juga dengan musik atau lagu yang sudah pasti akan diiringi oleh alat musik. Diambil dari buku Talbis Iblis karangan Ibnul Jauzi menyatakan bahwa keempat ulama mazhab memiliki pendapat yang sama tentang musik dan nyanyian, yaitu:

  • Imam Asy Syafi’I berpendapat, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”
  • Imam Ahmad bin Hambal (Imam Hambali) berkata, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.”
  • Imam Malik bin Anas berkata, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.”
  • Imam Abu Hanifah berpendapat beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa.

Kesimpulan

Benar menurut kita belum tentu benar menurut ajaran agama. Mengikuti apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad memiliki nilai pahala tersendiri. Namun jika membuat syariat baru apalagi melakukan pembenaran terhadap syariat baru tersebut bisa memancing perbuatan bid’ah. Al Quran dan hadits secara jelas mencela musik, lagu, atau nyanyian. Bahkan dengan tegas Rasul melarang alat musik. Jika alat musiknya saja sudah dilarang tentu saja musik dan lagu juga dilarang.

hukum musik religi

Musik mampu mengalihkan hati. Jangan sampai alih alih mendengarkan musik religi kita sampai lupa untuk membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al Quran. Ingatlah, sebesar apapun kecintaan kita pada musik, tetap harus kita tinggalkan karena Allah bisa memberikan penggantinya yang lebih baik.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik. (HR. Ahmad)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.