IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Pacaran dan LDR dalam Agama Islam

Hukum Pacaran dan LDR dalam Agama Islam

Apa hukum pacaran dalam islam ? Banyak yang terjebak anggapan bahwa untuk masuk ke jenjang pernikahan harus melalui pacaran. Pacaran juga jadi salah satu cara untuk mengenal calon istri lebih dekat dan mencari jodoh yang tepat. Namun bagaimana agama islam memandang pacaran ? Bagaimana hukumnya ? Haram atau diperbolehkan ?

Hukum Pacaran dalam Agama Islam

Saat ini, pacaran dianggap satu hal yang lumrah dilakukan. Bahkan anak muda mulai dari SD pun tidak sedikit yang sudah mulai berpacaran. Hal ini tidak lepas dari semakin maraknya media, televisi, film, dan internet “mempromosikan” pacaran. Padahal Al Quran dan hadits dengan tegas melarang hal ini karena bisa jadi jalur masuk menuju dosa besar zina.

hukum pacaran dalam islam

Larangan Pacaran Menurut Al Quran

Menghindari pacaran saat ini rasanya sangat sulit, apalagi anak muda yang sangat mudah tertular doktrin budaya barat yang bebas. Tidak punya pacar akan dianggap kuper alias kurang pergaulan. Beratnya tekanan sosial yang dialami anak muda membuat mereka tidak kuat menahan cobaan untuk tidak berpacaran. Padahal pacaran adalah perbuatan haram dan dilarang keras oleh agama islam. Hal ini karena pacaran dianggap jalan masuk paling cepat untuk mendekati zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra’: 32)

Baik laki-laki maupun perempuan keduanya diperintah untuk saling menjaga pandangan kepada satu sama lain, khususnya ke lawan jenis yang bukan mahramnya.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur: 31)

Dari 3 ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa Allah melarang tegas umatnya untuk menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan. Karena pacaran merupakan bentuk lain dari zina, maka jelas sekali bahwa pacaran dilarang di islam. Ketika berduaan, pasti akan susah untuk menjaga hawa nafsu, pandangan, dan untuk tidak saling berduaan tanpa mahram.

Larangan Pacaran Menurut Hadits Nabi Muhammad

Sejalan dengan ayat Al Quran yang melarang umat muslim untuk mendekati zina, begitu pula dengan hadits Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berikut ini:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya. (HR. Al-Bukhari, No. 5233)

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum besi, itu lebih baik, dari pada ia menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya. (Shahih Al-Jami’ No. 5045)

Dari 2 hadits di atas, secara jelas Rasul melarang kita untuk berpacaran. Karena pacaran pasti hanya berduaan dan saling bersentuhan satu sama lain. Kedua hal yang dianggap biasa dalam berpacaran ini jelas-jelas dilarang dan dibenci oleh Nabi Muhammad. Kesimpulannya, Islam secara tegas melarang pacaran karena bisa menggiring kita terjerumus ke dalam dosa zina yang tentunya akan mendapat siksa keras baik di alam kubur maupun di akhirat kelak.

Hukum Pacaran Jarak Jauh (LDR) Dalam Islam

Lalu bagaimana dengan pacaran jarak jauh atau istilah kerennya Long Distance Relationship (LDR) ? Apakah pacaran LDR diperbolehkan oleh islam. Jika dilihat dalam pandangan awam, pacaran LDR relatif lebih aman karena tidak saling bertatap muka, jarang bertemu, dan tidak saling bersentuhan. Pacaran LDR biasanya hanya melalui telepon, SMS, kirim pesan, saling memberi hadiah, dan memberi nasehat baik satu sama lain.

hukum pacaran menurut islam

Sekilas memang terlihat lebih baik, namun pacaran LDR juga dilarang oleh islam. Hal ini dipertegas oleh hadits Nabi Muhammad berikut ini:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak cucu adam pasti akan memiliki bagian dosa zina, pasti ! Mata, zinanya dengan melihat. Telinga, zinanya dengan mendengar. Lisan, zinanya dengan perkataan(rayuan dsb). Tangan, zinanya dengan menjulurkannya (sentuhan atau rabaan). Kaki, zinanya dengan melangkah. Hati, zinanya dengan nafsu dan imajinasi. Kemaluanlah yang menjadi tolak ukur benar tidaknya hal itu. (HR. Muslim, No. 2657)

Bagaimanapun bentuknya, pacaran akan membuka pintu zina dengan selebar-lebarnya. Walaupun tidak bertemu muka, bersentuhan, dan berduaan, pacaran LDR bisa memancing hawa nafsu antara dua orang yang belum menikah. Belakangan ini pun banyak orang yang memanfaatkan video call untuk bertatap muka dan melakukan perbuatan yang di luar batas (saling memperlihatkan aurat). Hal ini tentu dilarang dalam islam. Maka dari itu, jika tidak ingin terjebak dalam dosa zina, segera jauhi pacaran baik itu pacaran biasa maupun LDR.

Cara Pacaran yang Benar Menurut Islam

Cara pacaran yang benar menurut islam adalah pacaran setelah menikah. Setelah menikah, kamu bisa bebas berduaan, berpegangan, dan bahkan tinggal di satu atap yang sama. Pacaran setelah menikah tentu diperbolehkan oleh agama islam. Jalan menuju ke pernikahan tidak harus selalu dari pacaran. Ada cara yang dibenarkan untuk mencari jodoh yang diinginkan, yaitu dengan melamar perempuan yang menarik hati kamu.

Jika ingin kenal lebih dekat, masih diperbolehkan melihat wajah perempuan dengan izin orang tuanya dan sambil ditemani oleh orang tua atau mahramnya. Bagaimana bila belum ada yang datang untuk melamar ? Segera minta dicarikan jodoh yang baik dan tepat kepada Allah. Untuk kamu laki-laki jika dirasa belum mampu untuk segera menikah, dianjurkan untuk sering-sering berpuasa agar hawa nafsu bisa ditekan.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاء

Anak-anak muda, jika kalian telah mampu, segeralah menikah! karena pernikahan membuat mata lebih bisa tertunduk, dan kemaluan lebih terjaga. Jika belum mampu, berpuasalah, karena puasa akan menjadi tamengnya. (HR. Muslim, No. 1400)

Kesimpulan

Menurut hukum Islam dari Al Quran dan hadits sama-sama melarang pacaran karena ini merupakan pintu masuk zina. Saat berduaan tanpa mahram akan menimbulkan fitnah, bersentuhan dengan yang bukan mahram juga diharamkan, apalagi berbuat hal yang lebih jauh seperti hubungan layaknya suami istri. Islam secara tegas melarang perbuatan zina oleh karena itu pintu zina seperti pacaran harus ditutup rapat.

Hukum pacaran dan hukum pacaran LDR dalam islam pada dasarnya sama yakni sama-sama dilarang karena bisa membuka pintu zina. Jika sudah mampu berkeluarga, lebih baik segera melamar perempuan yang disukai setelah itu bisa berpacaran setelah menikah.

Admin IslamKita

1 comment

  • Asallammualaikum Saya Ingin Bertanya Pacaran LDR DALAM USIA 16 KALO TIDAK BERTEMU BERTATAP PANDANGAN BERJINAH CUMA CHAT SALING MEMBALAS TIDAK VIDEO Call Apakah Termasuk Mahram?

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.