IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Riba Dalam Islam dan Azab Bagi Pelakunya

Hukum Riba Dalam Islam dan Azab Bagi Pelakunya

Bagaimana hukum riba dalam islam ? apa itu riba ? Riba adalah penambahan nilai atau harta yang dijadikan syarat oleh pemilik harta kepada orang yang berhutang (meminjam uangnya). Penambahan nilai uang yang dipinjam tersebut akibat pengunduran janji pembayaran dan ketentuan yang diberikan ke penghutang akibat meminjam dari pemilik harta.

hukum riba

Hukum Riba dalam Islam

Karena riba adalah perbuatan dzalim maka sudah jelas Islam mengharamkan riba. Dalil riba adalah haram banyak ditemukan di Al Quran dan hadits. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Ali Imran: 130)

Lalu hadits nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tentang riba adalah:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim, No. 1598)

Hukuman Bagi Pelaku Riba

Hukuman bagi pelaku riba adalah dibangkitkan dalam keadaan seperti kerasukan (gila). Ini sesuai dengan ayat Allah Ta’ala dalam Al Quran:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah: 275)

Selain diberi hukuman yang keras saat hari kiamat, pelaku riba juga akan mendapat azab selama hidup di dunia yaitu hartanya akan membuat dirinya hancur dan tidak memberi berkah sama sekali pada keluarganya. Misalnya pelaku riba akan diberi ujian sakit yang membutuhkan biaya besar atau anak istrinya rusak akibat selalu diberi makan dengan uang haram.

hukum riba menurut islam

Yang paling parah adalah Allah akan menghancurkan seluruh hartanya dan membuat pelaku riba menjadi orang fakir miskin. Hukuman pelaku riba yang berat ini juga tercantum di ayat Al Quran:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS. Al Baqarah: 276)

Jenis Jenis Riba yang Harus Kamu Tahu

Jenis riba ada dua yaitu riba fadhl dan riba nasi’ah. Keduanya sama-sama termasuk dosa besar yang akan diberi hukuman berat di dunia dan akhirat. Apa saja perbedaan kedua jenis riba ini ?

1. Riba Fadhl (Riba dalam jual beli)

Ada beberapa jenis barang yang termasuk riba jika harganya berubah akibat ditambah karena ada syarat atau barang dibeli secara kredit, yaitu: uang, emas dan perak, jemawut, kurma, gandum, garam, dan bahan makanan sejenisnya. Islam melarang riba saat jual beli barang tersebut. Misalnya, jika kamu ingin menjual emas seberat 10 gram tapi kamu jual dengan harga emas 15 gram karena pembeli tidak sanggup bayar tunai. Maka jelas ini adalah riba dan termasuk jenis riba Fadhl.

2. Riba Nasi’ah (Utang piutang)

Uang, emas, atau perak adalah benda yang harganya tidak boleh berubah saat dihutangkan. Jika seseorang berniat meminjam Rp 100,000 kita tidak boleh meminta dikembalikan dalam jumlah lebih dari uang yang dipinjam. Praktek riba ini sangat mudah ditemukan karena semua bank meminjamkan uang ke nasabah dengan kredit dan jumlahnya pasti di atas uang yang dipinjamkan. Oleh karena itu, hukum bunga bank dalam islam juga termasuk riba alias haram.

Riba adalah perbuatan haram yang dilaknat Allah. Apapun jenisnya, hukum islam mengenai riba adalah haram. Riba bisa muncul akibat ada orang yang ingin mendapat keuntungan dari orang yang meminjam uang. Bentuk riba semakin beragam, bahkan denda akibat penundaan pembayaran juga termasuk salah satu bentuk riba. Perintah Allah untuk menjauhi riba sangat jelas, yaitu di firman Allah berikut ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda (QS. Ali Imran: 130)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.