IslamKita
Home » Tokoh Islam » Ibnu Khaldun: Bapak Sosiologi dan Sejarah dari Tunisia

Ibnu Khaldun: Bapak Sosiologi dan Sejarah dari Tunisia

Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abu Zayd Abd Al Rahman bin Muhammad bin Khaldun Al Hadrami. Ia adalah seorang sejarawan muslim yang berasal dari Tunisia. Ia lahir pada 732 Hijriah dari keluarga kaya yang bermigrasi dari Sevilla, Spanyol. Garis keturunannya berasal dari Yaman, tepatnya dari para tentara yang dulu pernah menaklukan Spanyol.

ibnu khaldun

Ibnu Khaldun dan Dunia Politik

Semasa kecilnya, Ibnu Khaldun hidup di tengah keluarga yang berperan aktif mencerdaskan kehidupan masyarakat di kota. Rumah tempat tinggalnya juga sering dikunjungi oleh para politikus dan pemimpin intelektual dari Islam Barat (Afrika Utara dan Spanyol). Kebanyakan dari mereka datang ke rumah tersebut untuk berlindung dari tekanan pemimpin negara yang dzalim.

Sebelum menekuni dunia politik, dia lebih banyak fokus untuk menulis karya-karya besar yang berkaitan dengan sejarah. Dia bekerja untuk para penguasa di Tunis, Fez (Maroko), Granada (Spanyol), dan Baja (Tunisia). Pada usia ke-43, Ibnu Khaldun menyebrang ke Spanyol untuk menyelamatkan diri dari kekacauan dunia politik di Afrika Utara.

Riwayat Pendidikan Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun adalah orang terpelajar. Ia mempelajari Al Quran, Hadits, teologi dialektika, syariat islam di Tunis dan Fez. Selain itu, dia juga pernah mempelajari sastra Arab, ilmu filasafat, matematika, dan ilmu astronomi. Akan tetapi, kecerdasan dan wawasan ilmunya banyak didapat saat dia aktif bekerja di berbagai tempat dan berpindah dari satu istana ke istana lain.

ibnu khaldun al muqaddimah

Ibnu Khaldun banyak belajar dari para penguasa, duta besar, politisi, dan para cendekiawan. Dia bertemu dengan orang-orang tersebut di Afrika Utara, Spanyol, Mesir, dan negara mayoritas muslim di timur tengah. Semua pengalaman yang pernah dialami membentuk pandangannya terhadap sejarah, budaya, dan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Semua pandangannya tersebut dibukukan dalam karya fenomenalnya, yaitu Al Muqaddimah.

Hubungan Sejarah dan Peristiwa Sosial

Ibnu Khaldun memiliki pandangan revolusioner yang selalu menarik bagi kalangan intelektual Arab dan Barat. Di dalam studinya tentang sejarah, ia merangkum sejarah ke dalam dua kriteria dasar, yaitu akal dan hukum sosial dan fisik. Ditambah lagi, ia berpendapat bahwa ke-4 poin berikut ini harus dipertimbangkan saat mempelajari dan menganalisa sejarah:

  1. Sejarah harus mengkaitkan peristiwa satu dan lainnya melalui hubungan sebab akibat
  2. Sejarah harus menggambarkan analogi antara masa lalu dan masa kini
  3. Sejarah harus mempertimbangkan pengaruhnya terhadap lingkungan
  4. Sejarah harus mempertimbangkan pengaruhnya ke kondisi warisan dan ekonomi.

Karya Ibnu Khaldun bukan hanya menceritakan tentang sejarah. Namun juga menjelaskan hal-hal yang membuat sebuah peradaban maju atau mengalami kemunduran. Hal inilah yang membuatnya secara tidak langsung telah mendirikan sebuah ilmu baru mengenai perkembangan sosial, yang kini kita sebut sebagai sosiologi.

Saat menulis tentang sejarah, ia biasa membahas tentang perkembangan sebuah negara atau peradaban. Metode studi yang inovatif justru menjadi cikal bakal lahirnya Historiologi (ilmu sejarah) dan Sosiologi (ilmu sosial). Saat menilai sejarah dan peristiwa sosial ia lebih menekankan pada nalar dan filsafat rasional. Berbagai pandangan agama konvensional mendorong manusia untuk bepikir bahwa agama dan akal harus saling bertentangan. Namun ini tidak ditemukan di dalam Islam. Agama Islam selalu mendorong observasi dan pemikiran. Islam selalu menekankan pada pemeluknya untuk berpikir dengan akan pikiran mereka sendiri.

Kontribusi Ibnu Khaldun di Pendidikan Sejarah

Menurut Ibnu Khaldun, penindasan dan kekerasan adalah musuh bagi dunia pendidikan. Keduanya menyebabkan kemalasan, kebohongan, dan kemunafikan.

Ibnu Khaldun memberi kontribusi besar pada pendidikan, terutama di bidang sejarah dan sosiologi. Menurutnya banyak sejarawan melakukan kesalahan dalam studi mereka. 3 faktor yang menyebabkan kesalahan besar saat meneliti sejarah adalah:

  1. Tidak tahu tentang sifat peradaban dan masyarakat
  2. Prasangka, terlalu banyak menduga-duga
  3. Riset kurang mendalam terhadap laporan sejarah yang mereka terima dari orang lain.

Menurut Ibnu Khaldun, pemahaman yang benar tentang sejarah hanya dapat dicapai dengan mengamati beberapa hal berikut ini:

  1. Objektif. Sejarawan tidak boleh berprasangka buruk terhadap apapun dan pemikiran apapun
  2. Pemeriksaan Informasi Mendalam. Seorang sejarawan harus mempelajari semua hal tentang sejarah yang ia dengar atau baca. Seseorang harus memeriksa moral dan kepercayaan mereka sebelum meneliti laporan sejarah
  3. Jangan fokus ke studi politik dan militer saja. Sejarawan harus mau mempelajari semua aspek dalam suatu peristiwa sejarah, seperti: kondisi sosial, agama, dan ekonomi.

Semua itu adalah pandangan Ibnu Khaldun yang bisa ditemukan di karyanya yaitu Al Muqaddimah. Di dalamnya banyak terdapat pelajaran tentang sejarah dan sosiologi. Selain itu, karyanya juga banyak menceritakan tentang pemikiran manusia dan perkembangan masyarakatnya.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.