IslamKita
Home » Tokoh Islam » Jabir Bin Abdullah dan Kisah Kedermawanan Rasulullah

Jabir Bin Abdullah dan Kisah Kedermawanan Rasulullah

Jabir bin Abdullah bin Haram Al Anshari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang sangat gigih mengejar ilmu. Ia lahir di kota Yastrib (sekarang Madinah) pada 15 tahun sebelum Rasulullah melakukan Hijrah. Ia berasal dari keluarga miskin di suhu Khazraj. Jabir dikenal dengan julukan Abu Abdillah Al Ansori atau ahli fiqih dan mufti Madinah.

kisah jabir bin abdullah
Gambar sekedar ilustrasi.

Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu adalah putera dari seorang syahid perang Uhud yaitu Abdullah Amr Al Anshari Radhiyallahu Anhu. Beliau adalah salah seorang sahabat nabi yang dikaruniai umur panjang oleh Allah hingga dapat melihat kehidupan cucu Rasulullah yaitu Muhammad bin Ali Radhiyallahu Anhu.

Jabir Bin Abdullah Menjual Untanya Ke Rasulullah

Jabir bin Abdullah adalah salah satu sahabat Rasulullah yang sering dijadikan rujukan para penimba ilmu. Ia memiliki banyak kisah inspiratif bersama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Kisah Jabir kali ini berkaitan dengan sifat dermawan Rasul kepada sahabatnya.

Diriwayatkan saat Rasulullah bersama sahabatnya kembali dari pertempuran Thatur-Riqaa dekat Najd. Jabir mengendarai seekor unta yang lemah bersama para rombongan. Saat teman-teman yang lain bisa berjalan lancar dengan kuda atau untanya, Jabir malah tertinggal di barisan paling belakang hingga Rasulullah menyusulnya. Beliau bersabda “Apa yang terjadi padamu wahai Jabir ?” Lalu ia menjawab, “Wahai Rasulullah, untaku sangat lambat sehingga saya tertinggal.”

Setelah itu Rasulullah berkata, “Beri aku tongkat dan pegang tungganganmu.” Rasulullah kemudian memukul unta tersebut dengan ringan dan setelah itu unta tersebut melompat dan berjalan seolah memiliki tenaga baru kembali. Dengan cepat Jabir mencapai barisan depan rombongan.

Rasulullah Menawar Unta Jabir

Setelah itu, Nabi Muhammad berkata kepada Jabir “Wahai Jabir apakah engkau mau menjual untamu kepadaku ?” Jabir langsung berkata “Tidak wahai Rasulullah, tapi aku akan menghadiahkannya padamu.” Namun Rasulullah kembali berkata “Jualah untamu kepadaku.”

Mendengar itu, Jabir langsung berkata “Kalau begitu, hargailah untaku.” Nabi pun langsung berkata, “Bagaimana kalau 1 dirham ?” Jabir berkata, “Tidak wahai Rasulullah, apakah Anda memberi saya harga yang lebih sedikit dari nilainya ?” Rasulullah kembali menawar, “Kalau begitu 2 dirham ?” Tapi Jabir tetap menolak. Rasul tetap terus menaikan harganya hingga 1 uqiyah (setara 40 dirham).

jabir bin abdullah
Gambar sekedar ilustrasi.

Mendengar itu, Jabir langsung bertanya “Wahai Rasulullah, apakah engkau ridha dengan harga itu ?” Beliau lantas menjawab “Iya.” Lalu Jabir berkata, “Kalau begitu, unta ini menjadi milikmu.” Jabir lalu berkata, “Aku memiliki hutang kepada seseorang sebesar 1 uqiyah, jadi aku menjualnya kepadamu dan membayar hutangku.” Setelah itu Nabi Muhammad menjulurkan tangan tanda perjanjian jual beli namun seketika Jabir kembali berkata, “Wahai Rasulullah saya memiliki syarat terakhir, izinkan saya mengendarai unta ini sampai Madinah.” Lalu Rasul pun menjawab “Kamu boleh mengendarainya sampai Madinah.”

Jabir dan Sifat Dermawan Rasulullah

Keesokan harinya, Jabir membawa unta yang sudah dibeli Rasul ke depan masjid Nabawi. Melihat itu, Rasul pun tersenyum dan berkata kepada Bilal, “Unta ini milik kita, beri dia 1 uqiyah dan tambahkan.” Jabir pun pergi meninggalkan masjid bersama Bilal dan tidak sabar memberi kabar tentang kesepakatan jual beli ini ke istrinya.

Setelah mendapat pembayaran, seseorang kembali memanggil Jabir dan berkata, “Rasulullah memanggilmu kembali.” Jabir berpikir mungkin Rasulullah senang dengan untanya. Lalu ketika bertemu, Rasulullah berkata pada Jabir “Apakah kamu senang dengan harganya ?” Jabir berkata, “Iya dan semoga Allah membalas Anda atas uang tambahannya.” Setelah itu Rasulullah berkata, “Kalau begitu pegang untamu, ini milikmu.”

Mendengar itu Jabir kaget dan berkata, “Wahai Rasulullah, unta ini sudah jadi milikmu.” Lalu Nabi Muhammad  Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata, “Uang dan unta itu milikmu.”

Kemudian Rasulullah berkata, “Apakah kamu mengira aku menawar denganmu untuk mengambil unta itu darimu ?”…”Itu bukan niatku” sambung Rasulullah. Jabir ra lalu berterima kasih kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam atas kemurahan hatinya yang besar pergi ke rumahnya dengan perasaan gembira.

Jabir bin Abdullah kemudian merawat unta tersebut dengan baik dan sangat menyayanginya. Unta tersebut hidup sampai masa khalifah Abu Bakar Radhiyallahu Anhu. Setelah unta itu tua, ia kemudian dilepaskan supaya bisa merumput dengan kawanan unta hasil amal lainnya dengan bebas di tanah penggembalaan.

Persahabatan Nabi Muhammad dengan Jabir bin Abdullah

Kisah di atas adalah sebuah kisah yang menyoroti tentang persahabatan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dengan para sahabatnya. Beliau memiliki kemurahan hati yang besar sehingga tidak akan pernah berhitung untuk membantu umatnya. Rasulullah dikenal memiliki tutur kata yang santun. Menurut tafsir, sebenarnya beliau hanya ingin mengetahui seberapa besar kebutuhan sahabatnya. Namun beliau tidak langsung menanyakannya melainkan mengajak dialog terlebih dahulu. Kisah Jabir bin Abdullah juga menjadi bukti bahwa Rasulullah punya sifat yang mulia. Tindakan membeli unta bukan untuk menambah asetnya melainkan untuk membantu sahabatnya yang hidup kesulitan.

Admin IslamKita

1 comment

  • Terima kasih & maaf, boleh tau referinsinya?

    Karena saya mencari sumber redaksi berikut yg tertulis di artikel ini:

    Jabir lalu berkata, “Aku memiliki hutang kepada seseorang sebesar 1 uqiyah, jadi aku menjualnya kepadamu dan membayar hutangku.”

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.