IslamKita
Home » Kajian Islam » Keutamaan Membaca Menurut Islam (Perintah Pertama Allah)

Keutamaan Membaca Menurut Islam (Perintah Pertama Allah)

Apa keutamaan membaca dalam Islam ? Wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah perintah membaca (iqra). Bagi beberapa orang, membaca bisa jadi hal yang membosankan. Padahal, membaca bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, terlebih bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan…” (QS. Al-Alaq: 1)

Membaca memiliki peranan yang sangat penting dalam peradaban Islam, loh. Sejarah mencatat bagaimana puncak kejayaan peradaban Islam di masa lalu bisa dicapai karena hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan. Tentunya ini bisa terjadi karena umat Islam dulu rajin membaca. Tanpa membaca, tak akan ada inovasi-inovasi sains seperti yang kita ketahui sekarang.

keutamaan membaca

Namun, tahukah kamu kalau ada lima keutamaan membaca selain yang disebutkan di atas? Berikut penjelasannya.

1. “Gizi” Penting bagi Ketentraman Jiwa

Salah satu keutamaan membaca adalah memberikan kita ketentraman hati. Aktivitas ini juga bisa menyingkirkan perasaan gelisah serta ketakutan. Layaknya sholat dan dzikir, membaca adalah “makanan” penting bagi jiwa.

Perihal membaca, Khalifah Ali pernah berkata, “Mereka yang menyibukkan dirinya dengan membaca buku, tidak akan pernah kehilangan kedamaian di dalam hatinya”. Sang khalifah melanjutkan, “pengetahuan baru setiap hari akan mengurangi rasa lelah di hati kita, karena ia (hati), sebagaimana tubuh, juga tidak terhindar dari rasa lelah”.

keutamaan membaca dalam islam

Manfaat membaca pun terbukti sampai di zaman modern. Quraish Shihab, ahli tafsir terkemuka Indonesia, mengungkapkan pentingnya membaca untuk jiwa: “Membaca kita lakukan supaya kita tahu. Seseorang tahu supaya tidak gelisah dan bila dia tidak gelisah, maka dia akan tenang dan mantap.”

Manusia seringkali dibuat takut oleh hal yang tidak mampu kita ketahui dan pahami. Seperti misalnya, dulu penyakit cacar air menjadi momok karena belum ditemukan penyebab dan obatnya. Berkat perkembangan ilmu pengetahuan, kini penyakit tersebut hilang karena penyebab, cara penyembuhan, serta pencegahannya (vaksin) telah ditemukan. Tentu hal ini tidak bisa terjadi apabila ilmuwan tidak meneliti lewat eksperimen dan membaca banyak literatur sains terdahulu.

2. Membaca Menghimpun Pengetahuan, Meninggikan Derajat

Membaca berarti mengumpulkan ilmu pengetahuan. Mengapa mengumpulkan? kata iqra sendiri dalam terjemahan bahasa Indonesia juga bisa berarti “menghimpun”, dan lebih lanjutnya lagi bermakna “mengumpulkan pengetahuan secara bertahap”. Al Quran menegaskan bahwa orang yang mengetahui (berilmu) tidak sama kedudukannya dengan orang yang tidak mengetahui:

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْ

“…Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”” (Q.S. Az-Zumar: 9)

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu” (QS Al Ankabut: 43)

Dengan ilmu pengetahuan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat manusia dari makhluk hidup lain. Oleh karenanya, Islam mewajibkan umatnya menuntut dan memuliakan ilmu hingga akhir hayat.

3. Membaca dapat Mendekatkan Diri Kepada Allah

Membaca, baik itu membaca Al Quran atau buku-buku pengetahuan, merupakan salah satu sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, membaca juga bisa menjadi aktivitas yang meningkatkan kadar keimanan kita.

“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan bahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menggambarkan penghargaan agama Islam yang tinggi kepada orang-orang berilmu. Islam menggolongkan mereka sebagai golongan yang selamat dunia akhirat.

4. Melanglang Buana Tanpa Keluar Rumah

Membaca dapat meningkatkan imajinasi dan daya pikir. Abbas Mahmud Al-Aqqad, seorang ulama sekaligus sastrawan terkemuka di Mesir, menggambarkan dengan apik manfaat membaca bagi perkembangan imajinasi sebagaimana dikutip Quraish Shihab:

“Betapapun manusia makan, maka dia tidak dapat memenuhi kecuali memenuhi satu pencernaannya saja. Betapapun dia berpakaian, maka dia tidak dapat menutupi kecuali satu jasadnya. Betapapun dia dapat bepergian ke mana saja, namun dia hanya bisa berada di satu tempat saja. Tetapi bila dia membaca, maka dia dapat mengumpulkan sekian banyak ide, rasa dan imajinasi dalam benaknya dan dengan demikian dia tidak hanya memiliki satu hidup saja”

Ya, dengan membaca, imajinasi kita akan dibawa “terbang” menuju berbagai macam dunia dan kehidupan yang ada di luar rumah kita. Ketika kita membaca karya fiksi contohnya, kita bisa ikut hanyut “mengalami” kehidupan sang tokoh cerita.

5. Keutamaan Membaca untuk Menyehatkan Pikiran

Membaca dapat meningkatkan daya konsentrasi serta mengurangi resiko terkena penyakit pikun di usia lanjut. Ini karena membaca melatih otak untuk mengolah informasi sebagaimana tubuh kita dilatih mengangkat beban agar terus bugar. Membaca adalah olahraga otak yang menjaga kondisi kesadaran kita agar selalu prima, tangkas berpikir, dan tidak gampang lupa.

keutamaan membaca menurut islam

Demikianlah beberapa keutamaan membaca. Sudah jelas mengapa wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca ‘kan? Jadi, budayakan membaca dari sekarang ya!

IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.