IslamKita
Home » Belajar Islam » 3 Keutamaan Puasa Syawal Setelah Bulan Ramadhan

3 Keutamaan Puasa Syawal Setelah Bulan Ramadhan

Puasa 6 hari di awal bulan Syawal adalah salah satu amalan sunnah yang baik untuk dijalankan. Setelah berpuasa selama 1 bulan penuh di Ramadhan, kita disunnahkan untuk melakukan puasa selama 6 hari berturut-turut di bulan Syawal. Keutamaan puasa Syawal tentunya sangat besar. Oleh karena itu, Rasulullah menekankan kepada seluruh umat Islam agar menjalani ibadah puasa sunnah ini.

Puasa Syawal Setelah Puasa Ramadhan

Setelah menjalani ibadah wajib puasa Ramadhan, Rasulullah menyarankan kita untuk berpuasa 6 hari di awal bulan Syawal. Dari sisi medis, keutamaan puasa Syawal adalah agar membiasakan diri dan tubuh setelah selama sebulan penuh berpuasa. Tujuannya supaya tubuh bisa terbiasa kembali dengan pola gaya hidup baru setelah berpuasa.

Puasa Syawal

Namun menurut agama Islam sendiri, keutamaan puasa Syawal ada banyak. Manfaat yang besar ini akan sangat berguna untuk kehidupan kita kelak di akhirat. Puasa Syawal menjanjikan pahala yang sangat besar. Inilah semua keutamaan puasa Syawal yang bisa kamu dapatkan.

Keutamaan Puasa Syawal

Apa saja keutamaan puasa Syawal ? Keutamaan berpuasa 6 hari di awal bulan Syawal adalah:

1. Pahalanya Seperti Puasa Setahun Penuh

Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh lalu disambung dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka kamu akan mendapat pahala seperti berpuasa selama setahun penuh. Setelah puasa 30 hari selama bulan Ramadhan, lalu disambung dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka total kamu sudah menjalani puasa selama 36 hari.

keutamaan Puasa Syawal

Menurut firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada Al Quran bahwa,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am: 160)

Artinya pahala puasa selama 36 hari tersebut akan dikali 10 sehingga menjadi 360 hari. Ini berarti menggabungkan puasa Ramadhan dan Syawal akan mendapat puasa yang sama dengan berpuasa selama 360 hari atau 1 tahun. Pendapat ini dipertegas oleh hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bahwa beliau bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim, No. 1164)

2. Puasa Syawal Menyempurnakan Puasa Ramadhan

Selama berpuasa di bulan Ramadhan, mungkin kita merasa ada beberapa kekurangan yang dirasa. Namun ini, bisa disempurnakan dengan menjalani ibadah puasa sunnah di awal bulan Syawal. Puasa di bulan Syawal bisa dilakukan di awal maupun akhir bulan, yang penting masih ada di bulan Syawal. Hanya saja, utamakan dulu mengganti puasa yang batal di Ramadhan (jika ada – terutama kamu wanita yang mengalami datang bulan).

3. Tanda Cinta Terhadap Ibadah Puasa

Ada anggapan bahwa sejelek-jeleknya orang adalah yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang saleh adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun. Pendapat di atas ada benarnya karena bagi siapapun yang mencintai ibadah puasa pasti akan merasa kehilangan setelah bulan puasa Ramadhan pergi.

Dengan menjalani puasa sunnah di bulan Syawal, atau bulan lainnya bisa menunjukan kecintaan kita kepada ibadah puasa. Bagi siapapun yang mencintai ibadah puasa, dan gemar melakukannya, Allah Ta’ala menyiapkan pintu surga khusus yang bernama “Ar Rayyan.” Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan”. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa?” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya. (HR. Bukhari, No. 1896)

Itulah keutamaan puasa Syawal bagi kita di dunia dan akhirat. Keutamaan puasa di awal bulan Syawal akan lebih besar jika kita menjalaninya dengan serius, bebas dari riya, syirik, dan kefasikan. Balasan bagi yang mencintai puasa sangat besar, karena Allah memberi pintu surga khusus bagi siapa yang mencintai puasa.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.