IslamKita
Home » Belajar Islam » Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Selain berpuasa ibadah lain yang biasanya dilakukan di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Keutamaan shalat tarawih sangat besar, karena shalat ini termasuk shalat malam atau qiyamul lail. Selain itu, shalat ini juga hanya dilaksanakan di bulan puasa saja, sedangkan di bulan lain tidak.

Hukum Shalat Tarawih di Malam Ramadhan

Berbeda dengan shalat tahajud, shalat tarawih boleh dilakukan langsung setelah Isya tanpa harus tidur terlebih dulu. Sedangkan shalat tahajud, menurut beberapa ulama disunnahkan untuk dilakukan setelah bangun tidur. Hukum shalat tarawih adalah sunnah. Menurut Imam Hanafi, Hambali, dan Maliki, hukum shalat tarawih adalah sunnah mu’akkad yang artinya dianjurkan untuk dilaksanakan.

keutamaan shalat tarawih

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih berbeda dengan shalat malam pada umumnya. Keutamaan shalat tarawih membuat kamu bisa shalat berjamaah bersama sanak saudara. Shalat ini bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan secara berjamaah. Oleh karena itu, shalat ini termasuk salah satu bentuk syiar Islam yang cukup bagus dilakukan.

Shalat tarawih memang dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Namun, jika keadaannya sulit dan membuatmu sulit untuk shalat berjamaah, kamu bisa melakukannya sendirian atau bersama keluarga di rumah. Namun tentu saja, yang paling utama adalah shalat di masjid karena tarawih juga termasuk bentuk syiar Islam.

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Berikut ini keutamaan shalat tarawih dibanding shalat sunnah lainnya. Kenapa shalat ini dianjurkan ?

1. Shalat Sunnah yang Utama

Dalam kitab Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah terdapat keterangan dari ulama madzhab Hambali bahwa shalat sunnah yang paling utama adalah shalat Tarawih. Kenapa ? Karena shalat ini dilakukan secara berjamaah, sama seperti shalat wajib 5 waktu. Selain shalat tarawih, shalat gerhana juga dianjurkan untuk dilakukan karena dilakukan secara berjamaah.

2. Diampuni Dosa-dosanya

Salah satu keutamaan shalat tarawih adalah jadi penyebab gugurnya dosa-dosa kita. Shalat ini termasuk shalat malam atau shalat qiyamul lail. Salah seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu Abu Hurairah pernah meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari, No. 37)

3. Pahala Shalat Semalaman

Selain dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, shalat tarawih juga lebih baik dilakukan sampai selesai. Diriwayatkan oleh Abu Dzar, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh. (HR. Tirmidzi, No. 806)

Dalil ini menguatkan pendapat keutamaan shalat Tarawih bisa didapatkan jika shalat ini dilakukan secara berjamaah di masjid. Bagi yang melakukannya dengan benar, maka akan dicatatkan pahala seperti shalat sunnah semalaman suntuk. Kelebihan ini hanya bisa ditemukan di keutamaan shalat Tarawih.

Lalu bagaimana jika ada 2 imam ? Apakah setelah selesai imam pertama dihitung satu pahala yang sempurna ? Jawabannya adalah masing-masing imam jadi pengganti imam lainnya. Jadi setelah selesai shalat dengan 2 imam tersebut baru dihitung shalat tarawih sempurna. Yang lebih mudah adalah, pastikan kamu selesai melaksanakan shalat tarawih sampai semua jamaah selesai dan shalat benar-benar dinyatakan selesai oleh imam sesuai jumlah rakaat yang dicapai.

Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Salah satu keutamaan shalat tarawih yang dikerjakan berjamaah adalah membuat jumlah rakaat yang banyak tidak terasa berat. Sama seperti shalat sunnah lainnya, shalat tarawih dilakukan dalam 2 rakaat. Artinya setiap dua rakaat kita melakukan salam. Dalilnya dikisahkan bahwa pada suatu saat ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengenai tata cara shalat lail shalat malam). Kemudian beliau menjelaskan,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaat, untuk menjadi witir bagi shalat-shalat sebelumnya. (HR. Bukhari, No. 990)

Mengenai jumlah total rakaatnya, ada perbedaan pendapat. Ada yang melaksanakan shalat tarawih dalam 13 rakaat, ada juga yang 21 rakaat. 13 rakaat terdiri dari 10 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir (shalat witir berakaat ganjil). Sedangkan 21 rakaat terdiri dari 18 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat witir. Lalu mana yang benar ?

keutamaan tarawih

Jika mengikuti sunnah Nabi Muhammad, jumlah rakaat shalat tarawih dan shalat malam lainnya adalah 13 rakaat. Dalam sebuah riwayat Aisyah Radhiyallahu Anha mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melakukan shalat malam sebanyak 13 rakaat. (HR. Abu Daud, No. 1340)

Namun bukan berarti kita tidak boleh melaksanakan shalat lebih dari 13 rakaat. Ini karena shalat malam tidak ada batasan jumlah rakaatnya. Hanya saja, Rasulullah kerap membatasi jumlah rakaat shalat sunnah malam dalam 13 rakaat saja. Jadi dibolehkan shalat tarawih sebanyak 21 rakaat atau 23 rakaat.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.