IslamKita
Home » Kajian Islam » Keutamaan Surat Al Fatihah & Tafsir Setiap Ayatnya

Keutamaan Surat Al Fatihah & Tafsir Setiap Ayatnya

Surat Al Fatihah adalah surat pertama di dalam Al Quran. Al Fatihah yang artinya induk (ibu/permulaan) terdiri dari 7 ayat dan diturunkan di Mekah. Al Fatihah adalah surat pertama yang diturunkan langsung secara lengkap. Surat ini dianggap sebagai Ummul Quran, yang artinya surat ini adalah surat pembuka bagi seluruh surat dan ayat dalam Al Quran.

tafsir surat al fatihah

Keutamaan Surat Al Fatihah

Surat Al Fatihah atau Ummul Quran adalah surat yang paling mulia di dalam Al Quran. Saking mulianya, surat ini wajib dibaca di setiap rakaat shalat wajib dan sunnah. Barangsiapa yang tidak membacanya, maka shalatnya dianggap tidak sah. Diriwayatkan oleh ‘Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah bersabda,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari no. 756)

Keutamaan surat Al Fatihah lainnya adalah surat ini termasuk surat yang paling agung. Keagungan surat ini bisa dilihat dari seringnya umat muslim membacanya. Surat Al Fatihah selalu dibaca berulang-ulang kali setiap rakaat dalam shalat. Abu Sa’id Rafi’ bin Al Mu’alla Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata padaku,

أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ » . فَأَخَذَ بِيَدِى فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ . قَالَ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ »

“Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam Al Qur’an sebelum engkau keluar masjid?” Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, “Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al Qur’an?” Beliau menjawab, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (Surat Al Fatihah) dan Al Qur’an Al ‘Azhim (Al Qur’an yang mulia) yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari, No. 5006)

Tafsir Kandungan Surat Al Fatihah

Berikut ini tafsir atau makna kandungan di dalam surat Ummul Quran atau Al Fatihah.

Ayat 1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-Fatihah: 1)

Makna “Alhamdu” adalah pujian bagi Allah karena memiliki sifat-sifat yang sempurna. Pujian kepada Allah turut disertai rasa cinta dan tunduk kepada penguasa alam semesta. Makna “Rabb” pada surat ini ditujukan kepada Allah yaitu tuhan yang memelihara seluruh alam semesta. Tuhan yang menciptakan, memberikan rezeki, dan memberi nikmat baik lahir dan batin. Kemudian makna Rabbil ‘Alamin adalah karena Allah adalah tuhan yang menguasai seluruh alam semesta. Ia adalah tuhan yang memiliki, mengatur, dan memberikan rezeki dan hidayah kepada setiap mahluk di langit dan bumi.

Ayat Ke-2

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Fatihah: 2)

Makna Ar Rahman dan Ar Rahiim adalah salah satu nama Allah yang indah. Setiap nama Allah mencerminkan sifat Allah yang terpisahkan. Sifat maha pemurah dan penyayang tidak bisa disandingkan dengan mahluk-Nya. Sifat Allah tidak sama seperti mahluk-Nya. Dalam surat ini, dijelaskan bahwa Allah adalah tuhan yang memiliki rasa kasih sayang yang tidak serupa dengan kasih sayang mahluk-Nya.

Ayat Ke-3

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan. (QS. Al Fatihah: 3)

Makna kata Maalik adalah tuhan yang memiliki kekuasan atau penguasa. Penguasa itu berhak untuk mengatur dan memutuskan hukum bagi orang yang ada di bawah kekuasaanya. Selain itu, Allah adalah tuhan yang berhak untuk menimpakan hukuman dan memberi pahala bagi siapa saja yang dikehendakinya. Sedangkan, makna kata Yaumid Diin adalah hari kiamat. Itu adalah hari pembalasan bagi seluruh umat manusia yang baik dan buruk. Semua orang akan mendapat balasan atas perbuatan yang dilakukan di dunia. Pada saat itu, tidak ada lagi penguasa yang berhak memutuskan kecuali hanya Allah saja.

Ayat Ke-4

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS. Al-Fatihah: 4)

Makna kalimat Iyyaaka na’ budu artinya adalah menunjukan bahwa semua ibadah dan permohonan doa atau pertolongan hanya ditujukan kepada Allah. Sifat mahluk yang tergantung kepada penciptanya, menandakan bahwa semua ibadah yang dilakukan semata-mata hanya untuk menyembah Allah saja. Peletakan pernyataan “kami sembah…” menunjukan bahwa inti dari semua ibadah yang dilakukan hanya ditujukan kepada Allah. Ayat ini adalah sebuah ikrar seorang mahluk bahwa dirinya melakukan ibadah hanya untuk Allah semata.

Ayat Ke-5

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. Al Fatihah: 5)

Yang dimaksud jalan lurus di ayat ini adalah petunjuk yang mengantarkan seseorang berjalan di atasnya untuk sampai kepada Allah dan berhasil mendapat surga-Nya. Makna Shirathal Mustaqiim adalah seorang muslim memohon kepada tuhannya agar diberi pemahaman mengenai kebenaran dan cara mengamalkannya. Seorang yang meminta hidayah akan berpegang teguh pada ajaran agama Islam dan mampu mengamalkan apa-apa saja yang diperintahkan oleh Allah dengan baik dan benar.

Ayat Ke-6

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ

Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka. (QS. Al-Fatihah: 6)

Siapa yang diberi nikmat oleh Allah ? Mereka adalah orang yang yang jujur, benar, para pejuang di jalan Allah (pejuang syahid), dan orang-orang soleh. Orang yang diberi nikmat juga adalah orang yang diberi keimanan pada Allah Ta’ala. Orang-orang tersebut paham mengenai sifat Allah, mengenal-Nya dengan baik, mematuhi segala perintahnya, menjauhi larangannya, dan mencintai Allah sebagai tuhan yang tunggal. Ayat ini menggambarkan bahwa agama yang kita peluk adalah agama yang penuh dengan kenikmatan.

Ayat Ke-7

غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat. (QS. Al Fatihah: 7)

Lalu siapa orang yang dimurkai oleh Allah ? Mereka adalah orang yang mengetahui kebenaran namun tidak mau mengamalkannya. Sedangkan, contoh orang yang tersesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan mereka. Ayat ini mengingatkan kita agar menjauhi jalan orang-orang yang sesat dan menyimpang.

Allah Menjawab Hambanya Ketika Membaca Al Fatihah

Setiap kita membaca surat Al Fatihah, Allah langsung membalas doa yang dipanjatkan oleh mahluknya. Saat membaca ayat ke-4, kalimat Iyyaka na’budu ditujukan untuk Allah, dan Iyyaka nasta’in ditujukan untuk hamba-Nya. Dialog yang terjadi saat membaca surat Al Fatihah jika diresapi dengan benar akan menambah keimanan kita kepada Allah.

surat al fatihah

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.

Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.”

Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.”

Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.”

Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.

Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.” (HR. Ahmad, No. 7291)

Itulah keutamaan surat Al Fatihah dan tafsir setiap ayatnya. Semoga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia Islam. Aamiin.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.