IslamKita
Home » Kajian Islam » Keutamaan Surat Al Ikhlas & Tafsir Setiap Ayatnya

Keutamaan Surat Al Ikhlas & Tafsir Setiap Ayatnya

Surat Al Ikhlas adalah surat ke-112 dalam Al Quran. Surat ini termasuk dalam surat Makkiyah, atau yang artinya diturunkan di kota Mekkah. Surat ini diturunkan Allah setelah surat An-Nas. Menurut sebuah hadits, isi kandungan surat ini sama dengan 1/3 isi Al Quran. Berikut ini haditsnya:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ قَالُوا وَكَيْفَ يَقْرَأْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ قَالَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Diriwayatkan Abu Darda’ dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, “Apakah seseorang dari kamu tidak mampu membaca sepertiga Al Quran di dalam satu malam ?” Para sahabat bertanya, “Bagaimana seseorang (mampu) membaca sepertiga Al Quran (di dalam satu malam)?” Beliau bersabda: “Qul Huwallaahu Ahad sebanding dengan sepertiga Al Quran.” (HR. Muslim, No. 811)

Keutamaan Membaca Al Ikhlas

Seperti yang dijelaskan pada hadits di atas, bahwa surat ini memiliki nilai yang sama seperti sepertiga Al Quran. Namun apakah jika membaca surat ini sama dengan membaca sepertiga Al Quran ? Apakah jika kita membaca Al Ikhlas 3 kali sama dengan membaca Al Quran sampai habis ? Jawabannya Tidak. Karena dalam menafsirkan hadits atau ilmu ada kaedah “Sesuatu yang bernilai sama, belum tentu bisa menggantikan.”

keutamaan surat al ikhlas

Walau dibaca 3 kali, surat ini tetap tidak bisa menggantikan Al Quran 30 juz. Contohnya jika kita shalat pasti diwajibkan membaca surat Al Fatihah. Sedangkan jika membaca Al Ikhlas, pasti shalatnya tidak sah. Surat ini memang memiliki nilai yang sama dengan 1/3 Al Quran, namun tidak bisa mencukup dan menggantikan Al Quran. Yang dimaksud dari 1/3 adalah bahwa sepertiga isi Al Quran menjelaskan ketauhidan Allah, di mana semua ikrar tauhid kepada Allah ada di dalam surat Al Ikhlas.

Keutamaan lain dari surat Al Ikhlas adalah Allah mencintai hamba-Nya yang membaca surat ini. Dikisahkan pada zaman Nabi, Rasulullah memerintahkan seorang pria untuk menjadi imam shalat bagi para sahabatnya. Saat itu, ia membaca surat Al Ikhlas. Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian menceritakan hal tersebut kepada Rasul. Lalu Ia bertanya kepada lelaki tersebut. Kemudian lelaki itu menjawab:

لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا

“Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya.” Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

“Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.” (HR. Bukhari No: 7375)

Sebab Turunnya Surat Al Ikhlas

Apa yang menyebabkan turunnya surat Al Ikhlas ? Seperti yang kita tahu, setiap surat diturunkan sesuai dengan kondisi yang sedang berlangsung. Surat ini turun saat orang-orang kafir bertanya tentang tuhan orang muslim. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, turunlah surat tersebut. Sebagaimana yang dijelaskan pada hadits berikut:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ الْمُشْرِكِينَ قَالُوا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْسُبْ لَنَا رَبَّكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ

Dari Ubayy bin Ka’ab Radhiyallahu Anhu bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam , “Sebutkan nasab Rabbmu kepada kami!”, maka Allah menurunkan: (Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa). (HR. Tirmidzi, No. 3364)

Surat tersebut menjelaskan bahwa Allah adalah tuhan yang maha esa, tuhan seluruh mahluk di dunia dan langit.

Tafsir Surat Al Ikhlas

Berikut ini tafsir atau makna dari setiap ayat di surat Al Ikhlas.

1. Ayat Pertama

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (QS. Al Ikhlas: 1)

Perintah “Katakanlah” ditujukan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada kaum kafir bahwa nama tuhan yang maha esa adalah Allah. Nama Allah sebagai tuhan kemudian diikuti dengan salah satu sifat Allah yaitu Maha Esa. Maknanya adalah bahwa Allah adalah tuhan semesta alam yang tunggal, tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan tidak ada tuhan lain selain Allah. Ayat pertama Al Ikhlas adalah ikrar ke-tauhid-an, bahwa tidak ada tuhan lain yang berhak disembah melainkan Allah.

tafsir surat al ikhlas

2. Ayat Kedua

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS. Al Ikhlas: 2)

Makna dari Ash Shomad pada ayat kedua ada 3 pengertian. Pertama adalah Allah berarti tempat di mana setiap mahluk menyandarkan segala hajat hidupnya pada tuhan yang tunggal. Makna kedua berarti kekal, yaitu di mana Allah adalah tuhan yang kekal karena akan selalu ada dan menjadi tempat bergantung setiap mahluk-Nya. Lalu pengertian yang ketiga adalah seluruh mahluk bersandar atau bergantung hanya kepada Allah. Segala kebutuhan dan permasalahan hidup hanya disandarkan kepada Allah.

3. Ayat Ketiga

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, (QS. Al Ikhlas: 3)

Dahulu orang-orang musyrik di Arab mempercayai bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Sedangkan kaum Yahudi meyakini bahwa ‘Uzair adalah anak Allah. Kaum Nasrani juga beranggapan bahwa Isa bin Maryam adalah anak Allah. Ayat ini kembali menegaskan bahwa Allah tidak sama seperti mahluk-Nya. Tidak ada sesuatu apapun yang setara atau melebihi Allah. Jika Allah memiliki anak atau orang tua, itu berarti menyelisihi ayat pertama di surat Al Ikhlas.

4. Ayat Keempat

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al Ikhlas: 4)

Sebagai tuhan yang tunggal, otomatis tidak ada lagi tuhan atau apapun yang setara dengannya. Hal ini yang kembali ditegaskan pada ayat keempat pada surat Al Ikhlas. Menyambung ayat ketiga, ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak sama seperti mahluk-Nya, Ia tidak memiliki anak, pasangan, dan orang tua. Karena jika Allah memiliki anak pasti Ia memiliki pasangan. Jika Allah diperanakan, maka pasti Allah memiliki orang tua yang lebih berkuasa dibanding diri-Nya. Ayat keempat ini menegaskan bahwa semua sifat yang dimiliki Allah tidak sama seperti yang dimiliki mahluk-Nya.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.