IslamKita
Home » Belajar Islam » Kisah Nabi Ayub: Teladan Terbaik Saat Menghadapi Wabah

Kisah Nabi Ayub: Teladan Terbaik Saat Menghadapi Wabah

Masihkah kamu ingat kisah Nabi Ayub ? Nabi Ayub adalah contoh teladan bagaimana pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan datang bagi orang-orang yang bersabar dan menjaga keimanan.

Di tengah momen ujian berupa wabah virus corona seperti sekarang, banyak dari kita yang merasa takut dan khawatir. Memiliki dua perasaan di tengah musibah memang wajar, tapi ada baiknya kita tidak membiarkan dua rasa takut itu membuat kita menjauh dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karenanya, ketika hati kita dipenuhi rasa was-was, ada baiknya mengingat kisah teladan Nabi Ayub. Insyaallah tumbuh rasa optimis dan percaya diri bahwa kita semua bisa melampauinya.

Kisah Nabi Ayub Saat Menghadapi Musibah

Alkisah, Nabi Ayub dilahirkan di keluarga mapan. Ia memiliki harta berlimpah berupa hewan ternak yang tak terhitung banyaknya dan tanah yang luas. Meski dikaruniai harta yang berlimpah, beliau adalah seorang yang dermawan dan dekat dengan fakir miskin.

Layaknya roda, nasib kehidupan tidak selalu di atas. Meski dirinya seorang nabi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetap mengujinya dengan mengambil seluruh kekayaannya sampai beliau jatuh miskin. Walau begitu, Nabi Ayub tidak dilingkupi rasa takut sebagaimana yang biasa dialami banyak orang. Nabi Ayub sepenuhnya sadar bahwa kekayaan yang dimiliki hanya sekedar titipan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bisa sewaktu-waktu diambil-Nya.

kisah nabi ayub saat menghadapi wabah
Gambar sekedar ilustrasi.

Tak cukup sampai situ, Allah mengambil anak-anak Nabi Ayub dengan mewafatkannya satu per satu hingga hanya tinggal istri dan dua saudaranya tercinta. Bahkan ada diantara anak Nabi Ayub yang wafat dengan cara terbunuh. Bisa dibayangkan betapa berat kehidupan beliau saat itu. Tak hanya jatuh miskin, beliau juga harus kehilangan buah hatinya yang begitu disayangi.

Hingga pada akhirnya datanglah ujian terakhir sekaligus terberat. Nabi Ayub terkena penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Penyakit ini membuat beliau tidak berdaya hingga sulit untuk sekedar menggerakkan badan. Istrinya pun meninggalkan beliau karena tidak kuat lagi mengurusnya. Tinggallah sang nabi bertahan sendiri. Tidak memiliki apapun selain imannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Teladan Nabi Saat ada Wabah

Apa yang dilakukan Nabi Ayub ? Beliau tetap memelihara keimanan dan ketakwaannya dengan terus memohon pertolongan dan tidak terjerumus ke jurang keputusasaan. Deretan ujian panjang yang menimpa dirinya tidak memengaruhi sikap dan keyakinan Nabi Ayub. Beliau yakin bahwa Allah tidak akan memberi ujian kepada hambaNya tanpa jalan keluar. Beliau kemudian berdoa memohon pertolongan:

رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

“(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. Al Anbiya: 83)

Iblis yang selalu berusaha menggoda Nabi Ayub pun akhirnya kalah oleh kokohnya iman sang nabi. Atas kegigihannya mempertahankan keimanan, Allah SWT akhirnya memberi kesembuhan dan mengembalikan harta, anak serta keluarga yang dulu diambil-Nya:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ

Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami (QS. Al Anbiya: 84)

Menurut satu riwayat, ujian yang dialami Nabi Ayub berlangsung selama 18 tahun lamanya. Allah mengabadikan kesabaran Nabi Ayub yang luar biasa:

اِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ

Sesungguhnya kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya) (QS. Sad: 44)

Beliau dan istrinya kemudian dikaruniai lagi dua keturunan. Salah seorang diantaranya adalah Nabi Dzulkifli yang kemudian meneruskan tugas kenabian Nabi Ayub.

Hikmah dari Kisah Nabi Ayub

Melalui kisah Nabi Ayub, kita mendapat pelajaran untuk tidak pernah berputus asa dari rahmatNya. Nabi Ayub sadar sepenuhnya bahwa tidak ada ujian yang diberikan di luar kemampuan batas manusia. Kisah ini memberikan harapan bahwa dengan kekuatan iman serta ikhtiar yang tulus, kita semua bisa melewatinya bersama-sama.

kisah nabi ayub
Gambar sekedar ilustrasi.

Dibalik keimanan, selalu ada oase harapan dan optimisme yang mampu menolong manusia di setiap petaka yang menimpanya. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai seseorang, Dia akan mengujinya. Siapapun yang puas dan rela akan mendapatkan kebahagiaan, dan siapapun yang marah, baginya adalah murka.”

Layaknya ujian yang dialami oleh Nabi Ayub, kita harus meyakini bahwa wabah corona ini hanyalah sementara. Sebagai umatNya, kita harus selalu berdoa, beribadah, dan berikhtiar agar wabah ini segera berakhir. Tak lupa mempraktekkan kebersihan diri dengan mencuci tangan dengan sabun, mandi dua kali sehari, dan tidak keluar rumah kecuali tidak bisa ditinggalkan.

Semoga kita semua berada dibawah lindunganNya. Amin yarabballamin.

IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.