IslamKita
Home » Kisah Inspiratif » Kisah Sahabat Nabi: Julaibib dan Jodoh dari Surga

Kisah Sahabat Nabi: Julaibib dan Jodoh dari Surga

Pernah dengar kisah Julaibib ? Ia adalah seorang pemuda fakir yang tidak tahu siapa ayah dan ibunya. Tampilan fisiknya membuat orang lain susah untuk dekat dengannya. Wajahnya tidak tampan, pendek, fakir miskin, pakaiannya lusuh, tidak punya rumah untuk berteduh, tidak punya apa-apa, dan tidur hanya beralaskan tanah. Namun hidayah telah menghampirinya. Ia adalah orang yang selalu ada di shaf terdepan dalam shalat berjamaah dan jihad.

Kisah Hidup Sahabat Nabi: Julaibib

Julaibib adalah salah satu sahabat Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang tidak banyak dikenal oleh sahabat lainnya. Perawakannya yang lusuh dan fakir jadi alasan kenapa banyak orang tidak terlalu peduli dengan nasibnya. Apalagi, Julaibib termasuk orang yang tidak mengetahui nasab atau silsilah keluarganya. Itulah alasan kenapa Julaibib tidak memiliki nama keluarga di belakangnya.

kisah sahabat nabi julaibib

Bagi masyarakat Madinah, tidak memiliki nasab atau tidak mengetahui silsilah keluarga adalah aib. Oleh karena itulah, Julaibib tidak bisa bersosialisi dengan banyak orang. Tampangnya yang tidak tampan dan fakir membuatnya sulit untuk mendapatkan teman apalagi pasangan hidup.

Pada suatu hari, Nabi Muhammad pernah menegur Julaibib dengan bertanya “Julaibib, tidakkah kau ingin menikah?” tanya Nabi. Julaibib tanpa ada rasa kesal terhadap nasibnya menjawab pertanyaan teguran Nabi tersebut sambil tersenyum, “Siapa orangnya ya Rasululah yang ingin menikahkan putrinya dengan orang sepertiku ini” Jawab Julaibib.

Julaibib Menikah Wanita Madinah

Setelah menjawab pertanyaan tersebut kemudian Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menggandeng tangan Julaibib dan membawanya ke rumah salah satu pemimpin Anshar. Rasul lalu berkata kepada pemimpin tersebut “Aku ingin menikahkan putri kalian” terang Rasul.

Dengan wajah gembira, pemimpin Anshar tersebut kegirangan karena mengetahui putrinya akan dinikahi oleh Nabi Muhammad. Namun nabi lalu membantah, bahwa ia tidak ingin menikahi putri pemimpin Anshar untuk dirinya melainkan untuk Julaibib.

Sang tuan rumah lalu kaget dan menghela nafas lalu menjawab “Ya Rasul saya harus meminta pertimbangan ke istri saya mengenai hal ini”. Lalu sang istri setelah mengetahui anaknya akan dinikahi oleh Julaibib merasa khawatir ketika mengetahui anaknya akan dinikahi oleh pria yang berparas tidak tampan dan fakir miskin.

Namun ternyata putri mereka mendengar pembicaraan tersebut, lalu berkata “Siapa yang meminta ? Apakah kalian akan menolak permintaan Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ? Demi Allah bawa aku ke Julaibib” Jawab putri mereka. Setelah itu ia melanjutkan “Demi Allah karena rasulnya yang meminta maka tidak akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Setelah itu wanita yang salehah tersebut membaca ayat suci Al Quran:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 36)

Setelah mengetahui putri pemimpin Anshar mau menikahi Julaibib, lalu Rasul berdoa kepada Allah, “Ya Allah limpahilah kebaikan atasnya dalam kelimpahan penuh barokah, jangan kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah” doa Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk wanita tersebut.

Kisah Sahabat Nabi Julaibib Saat Wafat

Allah lalu menjawab doa Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tersebut. Malam setelah pernikahan dilangsungkan, hadirlah seruan Jihad. Mendengar ada seruan Jihad, Julaibib langsung bergegas untuk memenuhi panggilan Jihad. Ia bahkan belum sempat menikmati malam pertama dengan istrinya yang solehah tersebut.

Singkat cerita ketika perang Jihad, Julaibib gugur sebagai pejuang syahid. Ketika semua pasukan kembali pulang ke Madinah, Rasul bertanya kepada para sahabatnya yang selamat “Apakah kalian kehilangan seseorang ?” Tanya Rasul. Para sahabat menjawab “Tidak ya Rasululah”. Nabi Muhammad lalu menghela nafas seraya mengulang kembali pertanyaannya “Apakah kalian kehilangan seseorang ?” Sahabat yang mulai gusar kembali menjawab “Tidak ya Rasululah.”

Setelah itu Rasul kemudian kembali mengela nafasnya dan berkata “Aku kehilangan Julaibib”. Para sahabat yang lain pun baru tersadar dan kemudian mencari Julaibib. Ketika Jenazah Julaibib ditemukan, di dekatnya ada 7 jenazah musuh yang ia bunuh. Setelah mengetahui itu, Rasul sendiri yang langsung mengkafani Julaibib dan menshalatkannya.

Rasul pun berdoa kepada Allah, “ Ya Allah dia adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirinya.” Setelah itu Rasul sendiri yang memasukan jenazah Julaibib ke dalam kubur dan Ia sendiri yang menguburkannya.

Keistimewaan Julaibib

Sungguh mulia kisah sahabat nabi, Julaibib. Di tengah banyaknya kekurangan yang ia miliki tidak pernah sedikitpun ia lalai dari memenuhi permintaan dan perintah Allah dan rasulnya. Banyaknya kekurangan juga tidak membuat ia berkeluh kesah kepada Allah.

kisah sahabat julaibib

Walaupun ia tidak banyak dikenal orang di Madinah saat itu dan tidak ada yang memperdulikannya. Namun ternyata ia adalah salah satu orang yang dikenal secara luas oleh penduduk langit. Oleh karena itulah ia dikaruniai untuk menikah dengan bidadari surga. Sepertinya langit lebih pantas untuk ia tinggali ketimbang dunia yang penuh caci maki.

Sementara itu, istri Julaibib yang saleh dan sangat dermawan di Madinah, akibat ketaatannya kepada permintaan Rasul membuat tidak sedikit orang yang berinfak kepadanya setelah mengetahui suaminya yaitu Julaibib meninggal dunia saat perang. Bahkan tidak hanya itu, ada banyak tokoh besar di Madinah yang mencoba melamar setelah kepergian Julaibib, mengingat besarnya jiwa dermawan dan ketaatan yang dimiliki oleh istri Julaibib tersebut.

Admin IslamKita

1 comment

  • yesss Julaibib….
    Tetaplah tersenyum dengan kondisi mu wahai diri yang tidak pernah bersyukur dan dzalim ini.
    Tidakkah engkau malu dengan Allah dan Rassul-Nya dengan disampaikan kisah Julaibib ini?
    #Nasihatdiri

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.