IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal. Bolehkah ?

Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal. Bolehkah ?

Sebelumnya IslamKita sudah membahas bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Lalu bagaimana hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal ? Bolehkah kita berkurban untuk orang yang meninggal ? Sahkah jika kita kita memberi kurban untuk orang meninggal ?

Hukum Kurban untuk Orang Meninggal

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum qurban untuk orang meninggal adalah wajib jika merupakan wasiat atau nadzar. Namun jika membahas mengenai boleh tidaknya berkurban untuk orang meninggal, maka beberapa ulama berbeda pendapat. Contohnya, ulama dari mahzab Syafi’i berpendapat bahwa qurban untuk orang yang sudah meninggal tidak sah, kecil sudah ada wasiat atau nadzar sebelumnya.

kurban untuk orang meninggal

Untuk menjawab boleh tidaknya berkurban untuk keluarga yang sudah meninggal, kami membagi hal tersebut ke dalam 3 kondisi. Yaitu:

Hukum Qurban untuk Orang Meninggal #1

Kondisi yang pertama adalah jika kurban tersebut merupakan wasiat atau nadzar dari mayit sebelum meninggal. Maka hukumnya adalah dibolehkan atau diwajibkan. Adapun dalilnya ada di dalam Al Quran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan bagi yang mendapat wasiat untuk melaksanakannya dan tidak boleh mengubahnya. Allah berfirman,

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 181)

Hukum Qurban untuk Orang Meninggal #2

Kondisi yang kedua adalah jika kurban untuk orang meninggal hanya sebagai niat untuk mengikutkannya ke dalam kurban yang dipersembahkan oleh satu keluarga. Misalnya seorang anak berkurban, lalu ia niatkan kurbannya untuk semua keluarganya, termasuk yang sudah meninggal. Maka hal tersebut masih diperbolehkan. Dalil dari dibolehkannya kita berniat kurban untuk semua keluarga, termasuk yang sudah wafat adalah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut ini,

Bahkan jika seseorang berqurban untuk dirinya, seluruh keluarganya baik yang masih hidup maupun yang telah mati, bisa termasuk dalam niatan qurbannya. Dalilnya adalah,

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi No. 1505)

Hukum Qurban untuk Orang Meninggal #3

Kondisi yang terakhir adalah mengkhususkan qurban untuk orang yang sudah meninggal. Bukan dengan niat untuk mengikutkannya dalam niat kurban satu keluarga. Maka yang seperti tidak diperbolehkan. Kenapa ? Alasannya karena Rasulullah tidak pernah mencontohkannya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak pernah berqurban untuk keluarganya yang meninggal. Bahkan, Rasul pun tidak pernah diketahui berkurban secara khusus untuk istrinya tercinta, yaitu Khodijah Radhiyallahu ‘Anha.

qurban untuk orang meninggal

Pada dasarnya, qurban adalah ibadah yang diperintahkan untuk orang yang masih hidup. Sama seperti shalat, bayar zakat, sedekah, dan lainnya. Hal ini didasari oleh firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (Al-Kausar: 2)

Pendapat yang Membolehkan Qurban untuk Orang yang Meninggal

Beberapa ulama seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Sholih Al Fauzan membolehkan qurban untuk orang yang sudah meninggal dengan niatan khusus untuk si mayit. Apa alasannya ? Alasan diperbolehkannya adalah karena berqurban untuk mayit termasuk dalam bentuk sedekah jariyah. Adapun dalil yang membolehkan adalah hadits umum,

إِذَا مَاتَ اِبْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Beberapa ulama besar sepakat bahwa qurban untuk yang meninggal selama niatnya untuk sedekah jariyah adalah diperbolehkan. Namun jika niatnya untuk kurban saat Idul Adha, maka tidak diperbolehkan. Namun, akan lebih aman jika sepakat dengan hukum kurban tidak dibolehkan secara khusus untuk orang meninggal. Karena yang ditugaskan untuk berkurban adalah orang yang masih hidup saja.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.