IslamKita
Home » Belajar Islam » Lebaran Harus Pakai Baju Baru, Kata Siapa ?

Lebaran Harus Pakai Baju Baru, Kata Siapa ?

Saat lebaran atau hari raya Idul Fitri datang semua pusat perbelanjaan dipenuhi orang-orang yang mau beli baju baru. Mulai dari pasar, toko baju di pinggir jalan, sampai mall…semuanya penuh. Beli baju baru pas lebaran atau hari raya Idul Fitri sudah jadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Karena sudah jadi tradisi, rasanya gak afdol kalau melewatkan lebaran tanpa baju baru. Tapi apa iya beli baju baru diwajibkan saat hari raya Idul Fitri ? Apa hukumnya beli baju baru saat lebaran ?

Tradisi Beli Baju Baru Saat Lebaran

Kamu tahu gak ? Ternyata tradisi pakai baju baru sudah berlangsung sangat lama di Indonesia lho. Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto diceritakan kalau tradisi ini sudah dimulai sejak era kesultanan Banten. Pada saat itu, masyarakat kerajaan menyemarakan datangnya hari raya Idul Fitri dengan cara bersama-sama beli baju baru.

beli baju baru saat lebaran

Buat yang punya uang sih bisa beli ke pasar, namun untuk yang gak punya uang, mereka harus menjahit baju dari bahan kain seadanya. Momen Idul Fitri juga jadi waktu yang tepat untuk setiap orang pada saat itu beralih profesi menjadi tukang jahit dadakan.

Tradisi beli baju baru ternyata gak cuma ada di Banten. Masyarakat di kerajaan Mataram Baru di Jogyakarta yang mayoritas beragama islam juga punya tradisi yang sama. Saat Ramadhan berakhir, orang-orang bersiap menyambut datangnya bulan Syawal dengan baju baru. Selain memakai baju baru, masyarakat Mataram juga melakukan takbiran keliling sambil membawa obor. Sejak saat itu, muncul tradisi takbiran keliling yang mirip dengan sekarang.

Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran

Saat lebaran atau Idul Fitri tiba, Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mensunnahkan kita untuk berhias diri dan memakai pakaian terbaik. Tradisi memakai pakaian terbaik sudah menjadi kebiasaan kamu atau orang-orang terdahulu. Saat Nabi Muhammad menjadi Rasul, Beliau tidak melarangnya namun tetap memberi rambu khusus agar tidak kelewat batas.

pakai baju baru saat lebaran

Dalam kita Fathul Bari, dijelaskan bahwa kebiasaan berhias diri pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) sudah menjadi kebiasaan orang terdahulu. Oleh karena itu, setiap umat muslim saat itu tetap dianjurkan memakai pakaian terbaik. Tidak ada satupun dalil yang menyebutkan bahwa harus memakai baju baru, melainkan yang ada hanya harus memakai pakaian terbaik. Pakaian terbaik yang dimaksud bisa jadi adalah pakaian yang paling disukai atau pakaian yang sering dipakai saat ibadah sehari-hari karena bersih, nyaman, dan bagus.

Namun apapun itu, yang dianjurkan untuk dipakai di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah pakaian yang bagus, seadanya (tidak harus baru), dan memakai wangi-wangian. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al Mustadrak ‘alaa Al-Shohihain:

عَنْ زَيْدِ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ، وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدَ مَا نَجِدُ

Dari Zaid bin Al Hasan bin Ali, dari ayahnya, radliyallahu ‘anhuma, ia berkata : Kami diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pada hari hari untuk memakai pakaian yang ada dan memakai wangi-wangi dengan apa yang ada.

Nah, terus bagaimana jika kita sudah terlanjur beli baju baru ? Bagaimana jika kita punya kelebihan rejeki dan ingin beli baju baru saat lebaran ? Tentu saja ada beberapa kaidah yang harus kamu perhatiin. Pertama, baju yang dibeli haruslah sopan dalam artian sesuai dengan ajaran agama (tidak ketat dan menutup aurat).

Kedua, baju baru tidak boleh dijadikan sebagai alat pamer karena sombong adalah sifat yang paling dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketiga, baju baru tidak bisa dijadikan simbol pembaharuan diri karena pada akhirnya, perilaku dan ketaatan kitalah yang akan dilihat apakah jadi semakin baik setelah Ramadhan pergi, atau malah sebaliknya.

baju baru saat lebaran

Dalam berpakaian kita juga tidak boleh berlebihan karena bisa jadi membuka pintu kesombongan dan masuknya sifat riya ke dalam diri. Ingatlah ayat suci Al Quran berikut ini:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)

Hindari Riya (Sombong) Saat Pakai Baju Baru Lebaran

Memakai pakaian terbaik, berhias diri, dan memakai wewangian adalah sunnah Nabi Muhammad saat Idul Fitri datang. Bagi siapapun yang mengikutinya tentu saja akan mendapat pahala. Namun jangan sampai pahala itu gugur sia-sia akibat sifat sombong (riya) yang datang saat memakai baju baru.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS Al Baqarah: 264)

Siapa yang gak senang pakai baju baru ? Tapi jangan sampai kesenangan itu berubah menjadi sifat riya atau membanggakan diri yang mengakibatkan batalnya amalan yang kita lakukan. Jangan niatkan hati untuk pakai baju baru demi mendapat pujian. Terlebih lagi jangan sampai kita tega memakai baju baru untuk menyakiti hati orang lain karena tentu saja hal itu bisa bikin pahala kita menguap begitu saja.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Lukman: 18)

Kesimpulan

Saat Idul Fitri, Rasul hanya mensunnahkan kita memakai pakaian terbaik, bukannya pakaian baru. Pakaian yang terbaik bisa saja pakaian lama yang dirasa nyaman dan masih bagus untuk dikenakan. Bagi yang mengikuti sunnah ini tentu akan mendapat pahala. Namun jangan sampai pakaian yang bagus atau baru jadi jalan masuk sifat riya atau kesombongan. Karena hal tersebut akan membuat pahala kita menguap begitu saja dan malah mendapat ganjaran dosa besar.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.