IslamKita
Home » Belajar Islam » Ciri Malam Lailatul Qadar dan Cara Mendapatkannya

Ciri Malam Lailatul Qadar dan Cara Mendapatkannya

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Jika kita beribadah di malam itu, maka nilai pahalanya akan sama seperti beribadah dalam 1000 bulan. Malam itu jatuh di sepertiga bulan Ramadhan atau 10 hari terakhir di bulan puasa. Malam Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah dan hikmah karena merupakan malam di mana diturunkannya Al Quran ke langit dunia.

malam lailatul qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan malam Lailatul Qadar dibanding malam-malam lainnya adalah karena di malam ini, Allah menurunkan Al Quran ke dunia. Karena begitu istimewanya, malam ini bahkan lebih baik daripada 1000 bulan. Dalil mengenai keutamaan malam 1000 bulan ada di dalam Al Quran, yaitu:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (QS. Al-Qadr: 1)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 3-5)

Kapan Terjadinya ?

Lalu mengenai dalil kapan terjadinya Lailatul qadar dijelaskan melalui hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. (HR. Bukhari, No. 2020)

Kemudian di hadits yang lain, Rasulullah bersabda bahwa kemungkinan malam ini lebih besar terjadi di malam (tanggal) ganjil. Yaitu beliau bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari, No. 2017)

Waktu terjadinya malam Lailatul qadar berbeda-beda setiap tahunnya. Bisa saja tahun ini malam ini hadir malam ke 23, namun bisa juga tahun depan di malam ke 25 atau ke 27. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad pada haditsnya berikut ini…

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa. (HR. Bukhari, No. 2021)

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Ciri malam Lailatul Qadar cukup sulit diketahui. Ini dikarenakan ciri-ciri yang paling mudah terlihat dari malam ini justru terlihat setelah malamnya berlalu. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah berikut ini, bahwasanya,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath. Thoyalisi dan Al Baihaqi)

Dari hadits dijelaskan bahwa ciri Lailatul Qadar yang paling mudah terlihat oleh mata dan dirasakan langsung adalah pagi setelah malam berlalu matahari akan bersinar tidak begitu cerah dan tidak menyengat. Warna matahari pun tampak begitu hangat kemerahan dan tidak terlalu terik seperti biasanya.

Ciri Malam Lailatul Qadar yang hanya bisa dirasakan di malam harinya hanyalah bahwa di malam itu cuaca tidak begitu panas dan dingin. Kemudian, karena malam ini dipenuhi rahmat maka Malaikat turun ke dunia memenuhi rahmat tersebut sehingga malam tersebut sangat nyaman dan khidmat ketika dipakai untuk beribadah.

keistimewaan malam lailatul qadar

Kenapa tanda malam ini hanya bisa dilihat di pagi harinya ? Karena sebenarnya malam 1000 bulan ini tidak perlu dicari-cari. Dibanding sibuk mencari-cari tanda Lailatul Qadar, lebih baik hidupkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah. Begitulah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Ketika tiba 10 hari terakhir bulan Ramadhan, beliau memperbanyak ibadah dibanding sibuk mencari tanda-tanda malam 1000 bulan ini.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, No. 2024)

Cara Mendapatkannya

Cara mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar yang paling mudah adalah memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Tidak perlu sibuk-sibuk mencari ciri Lailatul Qadar karena ciri-cirinya hanya bisa terlihat di pagi hari, setelah malam ini berlalu. Cara paling mudah untuk menghidupkan Lailatul Qadar adalah dengan menjaga shalat Isya, tarawih, dan Subuh agar tetap berjamaah di masjid.

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh. (HR. Muslim, No. 656)

Hanya dengan merutinkan shalat Isya dan Subuh berjamaah, ditambah shalat sunnah tarawih dan tadarus Al Quran di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka Insha Allah kamu bisa mendapatkan berkah dari Lailatul Qadar. Karena siapa tahu shalat yang Isya dan Subuh berjamaah yang kamu lakukan di suatu malam mendapatkan pahala yang lebih besar dibanding shalat semalam penuh selama 1000 bulan.

Tanda Orang Mendapatkan Lailatul Qadar

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahwa tidak ada tanda khusus orang yang sudah mendapatkan keberkahan malam ini. Secara fisik kita tidak bisa melihat mana saja orang yang mendapatnya. Bahkan dari segi perilaku juga kita tidak dapat membedakannya. Begitupula dengan orang yang mendapatkannya. Ia tidak bisa mengetahui apakah ia berhasil mendapat malam tersebut atau tidak. Ciri malam Lailatul Qadar dan tanda orang yang mendapatkannya memang tidak bisa dilihat secara fisik, namun hanya bisa dilihat di catatan amal ketika di akhirat nanti.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.