IslamKita
Home » Belajar Islam » 3 Golongan Orang yang Berhak Menerima Daging Qurban

3 Golongan Orang yang Berhak Menerima Daging Qurban

Siapa saja orang yang berhak menerima Qurban ? Pertanyaan ini mungkin sering ditanyakan saat menjelang Idul Adha atau hari raya kurban. Qurban adalah ibadah sunnah yang ditekankan untuk dilakukan di hari Idul Adha hingga hari Tasyriq. Buat kamu yang berkurban tahun ini mungkin juga memiliki pertanyaan yang sama.

orang yang berhak menerima qurban

Setelah hewan kurban disembelih, tentu saja dagingnya bisa dikonsumsi dan dibagikan. Mengenai siapa saja orang yang berhak menerima daging qurban, sudah ada aturannya. Berikut ini siapa saja yang berhak menerima qurban.

1. Orang yang Berkurban dan Keluarganya

Orang yang berhak menerima qurban yang paling pertama adalah orang yang berkurban itu sendiri. Orang yang sudah berkurban dan keluarganya boleh memakan sebagian daging qurban tersebut. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Beliau pernah memakan daging qurbannya sendiri. Diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi bahwa ia menyebutkan,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْفِطْرِ لَمْ يَخْرُجْ حَتَّى يَأْكُلَ شَيْئًا , وَإِذَا كَانَ الْأَضْحَى لَمْ يَأْكُلْ شَيْئًا حَتَّى يَرْجِعَ , وَكَانَ إِذَا رَجَعَ أَكَلَ مِنْ كَبِدِ أُضْحِيَّتِهِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam ketika hari Idul Fitri tidak keluar dulu sebelum makan sesuatu. Ketika Idul Adha tidak makan sesuatu hingga beliau kembali ke rumah. Saat kembali, beliau makan hati dari hewan kurbannya.

Dalil diperbolehkannya orang yang berqurban memakan daging kurban diperkuat oleh dalil di dalam Al Quran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al Hajj: 28)

2. Teman, Kerabat, dan Tetangga Sekitar

Selanjutnya orang yang berhak menerima qurban adalah orang terdekat di sekitarmu. Setelah mengambil sebagian daging kurban, kamu bisa memberikan sebagian yang lain kepada teman, saudara, kerabat, atau tetangga yang tinggal di sekitarmu. Para ulama Hanafiyah dan Hanabilah menganjurkan kita untuk membagi sebagian daging kurban kepada teman atau tetangga sekitar rumah meskipun mereka kaya atau hidup berkecukupan.

3. Orang Fakir dan Miskin

Selanjutnya, orang yang berhak menerima qurban adalah orang fakir miskin. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa hukum memberikan daging qurban kepada fakir miskin adalah wajib. Bahkan buat kamu yang memang tidak biasa makan daging, entah karena tidak suka atau repot untuk memasaknya maka diperbolehkan untuk memberi jatah daging qurban yang harusnya kamu terima ke orang miskin.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS. Al Hajj: 36)

Jumlah Daging yang Diberikan ke Penerima Kurban

Bagi orang yang berkurban ia disunnahkan untuk memakan sebagian daging kurban tersebut. Namun ia juga bisa membagikan jatahnya kepada orang miskin atau tetangga terdekat sesuai prioritas mana yang lebih berhak untuk menerimanya. Sama seperti zakat, skala prioritas untuk memberikan jatah daging kurban diri sendiri adalah kepada orang yang paling fakir dan paling dekat dengan kita (keluarga dekat).

orang yang berhak menerima daging qurban

Mengenai jumlah daging yang diberikan kepada penerima kurban, dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan mengenai daging qurban yang kita makan dan yang bisa kita bagikan.

روى ابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم في الاضحية قال: ويطعم أهل بيته الثلث ويطعم فقراء جيرانه الثلث ويتصدق على السؤال بالثلثز

Ibnu Umar meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dalam masalah kurban, beliau bersabda: “Gunakanlah untuk keluargamu sepertiga daging kurban, berikanlah tetanggamu yang fakir sepertiga, shodaqohkanlah pada orang yang minta-minta sepertiga.” (HR. Ibnu Umar)

Hukum Memberi Daging Qurban Pada Non Muslim

Bolehkah membagi daging qurban kepada saudara kita yang non muslim ? Jawabannya adalah boleh. Kita boleh membagi daging kurban kepada tetangga atau saudara kita yang berlainan keyakinan. Alasannya adalah pertama Allah tidak pernah melarang kita untuk berbuat baik kepada orang non muslim, terutama yang tidak memerangi kaum muslim. Dalil diperbolehkannya kita berbuat baik kepada non muslim ada pada Al Quran. Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Mumtahanah: 8)

Memberi daging qurban kepada saudara atau tetangga dekat juga merupakan prioritas kita. Orang yang memiliki kekerabatan dengan kita memiliki hak untuk menerima qurban. Pada poin nomor 2 di atas juga tidak disebutkan bahwa orang terdekat atau saudara yang berhak menerima qurban harus beragama Islam. Daging yang diberikan kepada sesama manusia niscaya juga akan dicatat sebagai pahala sedekah. Aamiin.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.