IslamKita
Home » Belajar Islam » Pengertian Zakat Beserta Jenis dan Perbedaannya

Pengertian Zakat Beserta Jenis dan Perbedaannya

Apa pengertian zakat ? Apa saja jenis zakat dan apa perbedaannya ? Membayar zakat adalah salah satu rukun islam. Hukum membayar zakat adalah wajib bagi yang mampu atau sudah memenuhi syarat. Dalil mengenai zakat jelas ada di dalam Al Quran dan hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pengertian Zakat

Pengertian Zakat adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim dan diberikan kepada golongan orang yang wajib menerimanya. Orang yang wajib menerima zakat ada 8 golongan, yaitu: orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, mualaf, budak, orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan terakhir orang yang sedang dalam perjalanan (musafir).

pengertian zakat

Dalil mengenai golongan orang wajib menerima zakat ada di dalam Al Quran:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. At-Taubah: 60)

Hukum Zakat

Lalu bagaimana dengan hukum zakat ? Hukum zakat adalah wajib bagi umat muslim yang sudah memenuhi syarat, yaitu: orang islam, merdeka (bukan budak), berakal dan baligh, dan harta yang dimiliki sudah masuk nishab. Nishab adalah batas terendah yang ditetapkan oleh agama sebagai sebuah pedoman untuk menentukan wajib atau tidaknya orang mengeluarkan zakat.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (QS. Al-Baqarah: 43)

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103)

Lalu bagaimana hukum zakat untuk orang yang tidak mampu ? Imam Ahmad pernah ditanya seperti mengenai zakat fitrah. Lalu ia menjawab: “Jika dia memiliki bahan makanan yang cukup untuk satu hari maka sisanya ditunaikan untuk zakat.” Lalu saat ditanya jika ada orang yang tidak memiliki apapun, maka Imam Ahmad menjawab: “Dia tidak wajib membayar zakat apa pun.”

hukum zakat

Dari pendapatnya, kita bisa simpulkan bahwa jika orang miskin masih memiliki sisa makanan untuk dirinya dan keluarganya, maka ia wajib membayar zakat fitrah, namun jika tidak maka tidak perlu karena nafkah untuk pribadi lebih penting sehingga wajib didahului.

Jenis Zakat dan Perbedaannya

Jenis zakat ada dua yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Pengertian Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat muslim pada bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri. Harta yang harus diberikan saat membayar zakat fitrah berbentuk makanan pokok seberat 3.5 liter atau 2.5 kg per orang. Karena di Indonesia nasi adalah makanan pokok, maka zakat fitrah yang bisa dibayarkan adalah berupa beras.

Pengertian Zakat Maal (harta) adalah sebagian harta yang harus diberikan ketika harta tersebut sudah mencapai nishab dan haulnya. Nishab adalah batas ukuran minimal yang menentukan apakah harta kita wajib untuk dizakatkan atau tidak. Sedangkan, haul adalah batasan waktu yang artinya sebuah harta baru boleh dikenakan zakat setelah sudah dimiliki secara sah selama satu tahun hijriah. Perbedaan zakat fitrah dan zakat maal adalah:

  • Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum hari raya Idul Fitri datang (masih dalam bulan Ramadhan). Sedangkan zakat maal boleh dikeluarkan kapan saja asalkan harta yang dikenakan zakat sudah masuk hitungan nishab atau haulnya.
  • Besar Harta yang dizakatkan. Harta yang diberikan saat zakat fitrah adalah makanan pokok seberat 3.5 liter atau 2.5 kg. Sedangkan harta zakat maal bergantung hitungan persentase dari total harta yang dimilikinya
  • Jenis harta yang dizakatkan. Harta yang dizakatkan untuk zakat fitrah hanya berbentuk makanan pokok, sedangkan jenis harta zakat maal lebih beragam, seperti: emas, perak, uang, hewan ternak (sapi, kambing, domba, unta), dan sayuran dan buah-buahan (hasil pertanian dan perkebunan).

Cara Membayar dan Menghitung Zakat

Untuk zakat fitrah, membayarnya sangat mudah. Kamu bisa langsung bayar zakat tersebut ke panitia penerimaan zakat fitrah di setiap masjid (biasanya di 10 hari terakhir Ramadhan). Membayar zakat fitrah yang paling afdol adalah dengan langsung membayarnya dengan makanan pokok seberat 1 sho’ atau 3.5 liter (2.5 kg). Makanan yang biasanya diberikan sebagai zakat fitrah adalah beras karena mayoritas masyarakat Indonesia makan nasi.

jenis zakat

Sedangkan, untuk zakat maal perhitungannya lebih kompleks. Besarnya zakat yang harus dibayarkan bergantung jenis harta yang dimiliki dan nishab atau haulnya. Berikut ini jenis harta yang dikenakan zakat maal beserta nishab dan besarnya zakat yang harus dibayar:

  • Wajib kena zakat setelah mencapai nishab-nya yaitu: 20 dinar atau sekitar 85 gram emas murni 24 karat. Besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari nilai emas yang dimiliki
  • Wajib kena zakat setelah mencapai nishab-nya yaitu: 200 dirham atau sekitar 595 gram perak murni. Besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari nilai perak yang dimiliki
  • Mata uang (penghasilan atau gaji dan simpanan atau tabungan).Wajib kena zakat setelah mencapai nishab-nya yaitu: Rp 6 juta. Besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari jumlah uang yang dimiliki
  • Hewan ternak.Nishab untuk unta 5 ekor, untuk sapi 30 ekor, sementara itu kambing 40 ekor. Banyaknya zakat yang harus dibayarkan disesuaikan dengan jumlah total hewan ternak yang dimiliki
  • Pertanian dan perkebunan.Wajib kena zakat setelah mencapai nishab-nya yaitu: total sayuran atau buah-buahan yang dipanen minimal 720 kg. Besar zakat yang harus dibayarkan adalah 10% jika menggunakan sistem pengairan alami (sungai) dan 5% jika menggunakan sistem pengairan buatan yang harus mengeluarkan biaya (air sumur pompa)
  • Barang dagangan.Wajib kena zakat setelah mencapai nishab-nya yaitu: Rp 6 juta. Besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari hasil perdagangan
  • Harta karun (rikaz).Tidak ada syarat nishab dan haul. Setiap harta karun sekecil dan sebesar apapun wajib dikenakan zakat sebesar 20%.

Manfaat Zakat untuk Umat Islam

Manfaat zakat begitu besar untuk kesejahteraan umat islam dan seluruh penduduk dalam negeri. Jika ada suatu negara yang berani mengelola zakat sebagai sumber pendanaan negaranya, niscaya Allah akan memberikan berkahnya kepada negeri tersebut.

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan. (HR. Ibnu Majah, No. 4019)

Berikut ini manfaat zakat bagi umat islam.

  • Menyempurnakan rukun islam
  • Menunjukan besarnya atau sebagai bukti keimanan dan ketaatan umat islam kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
  • Jadi penyebab seseorang masuk ke dalam surga
  • Menyelamatkan seseorang dari panasnya hari kiamat
  • Menolong antar sesama umat manusia. Yang kaya menolong yang miskin sehingga semua orang bisa menikmati hidup sejahtera
  • Menghapus jurang kemiskinan dan kesenjangan sosial
  • Mengurangi kemungkinan pencurian, perampokan, dan tindak kriminalitas lainnya akibat adanya kesenjangan sosial. Semua orang hidup sejahtera sehingga tidak ada yang berpikir untuk berbuat kejahatan
  • Menambah harta dan keberkahan dari harta yang kita miliki
  • Zakat meredam kemurkaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
  • Zakat jadi penyebab terampuninya dosa-dosa.

Hukum Tidak Membayar Zakat

Di artikel pengertian zakat ini, sudah diterangkan bahwa hukum zakat adalah wajib, oleh karena itu bagi siapapun yang tidak melaksanakannya kecuali karena alasan syar’i, maka Allah akan menimpakan dosa besar dan azab yang pedih di akhirat. Peringatan dan konsekuensi orang yang tidak membayar zakat diterangkan lengkap oleh nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam di hadits berikut ini:

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمَ القِيَامَةِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرُدَتْ أُعِيْدَتْ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَان مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، فَيَرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka. (HR. Muslim, No. 987)

الأَكْثَرُوْنَ أَمْوَالاً، إِلاَّ مَنْ قَالَ فِي عِبَادِ اللهِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَقَلِيْلٌ مَا هُمْ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ فَيَتْرُكُ غَنَمًا اَوْ إِبِلاً أَوْ بَقَرًا لاَ يُؤَدِّي زَكَاتَهَا إِلاَّ جَاءَتْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ أَعْظَمُ مَا تَكُوْنُ وَأَسْمَنُ حَتَّى تَطَأَهُ بِأَظْلاَفِهَا، وَتَنْطِحُهُ بِقُرُوْنِهَا، حَتَّى يَقْضِيَ اللهُ بَيْنَ النَّاسِ ثُمَّ تَعُوْدُ أُوْلاَهَا عَلىَ أُخْرَاهَا
Orang-orang yang banyak hartanya! Kecuali yang menyedekahkannya kepada hamba-hamba Allah begini dan begini. Namun sangat sedikit mereka itu. Tidaklah seorang lelaki mati lalu ia meninggalkan kambing atau unta atau sapi yang tidak ia keluarkan zakatnya melainkan hewan-hewan itu akan datang kepadanya pada hari kiamat dalam bentuk yang sangat besar dan sangat gemuk lalu menginjaknya dengan kukunya dan menanduknya dengan tanduknya. Hingga Allah memutuskan perkara di antara manusia. Kemudian hewan yang paling depan menginjaknya kembali, begitu pula hewan yang paling belakang berlalu, begitulah seterusnya. (HR. Bukhari, No. 6638)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.