IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Pergi Ke Masjid Naik Kendaraan Saat Shalat Berjamaah

Hukum Pergi Ke Masjid Naik Kendaraan Saat Shalat Berjamaah

Waktu dan tenaga menjadi dua alasan paling umum kenapa sebagian orang memilih ke masjid naik kendaraan umum atau pribadi. Jarak masjid juga jadi pertimbangan kenapa sebagian orang memilih naik kendaraan pribadi dibanding jalan kaki. Lalu apa boleh pergi ke masjid naik kendaraan ? Apakah lebih baik jalan kaki saja ?

Hukum Pergi Ke Masjid Naik Kendaraan

Saat pergi ke masjid, tidak jarang kita menemui keadaan di mana tempat parkir masjid penuh oleh kendaraan. Memang tidak sedikit orang yang pergi ke masjid dengan naik kendaraan. Alasannya adalah agar bisa menghemat waktu dan tenaga. Apakah boleh pergi ke masjid naik kendaraan ? Mengenai persoalan ini, jawabannya adalah boleh.

pergi ke masjid naik kendaraan pribadi

Mengendarai kendaraan ke masjid dalam rangka melaksanakan shalat jamaah adalah baik, dan Insya Allah biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar atau bensin tidak akan hilang sia-sia tanpa pahala, akan tetapi berjalan kaki ke masjid lebih afdhol jika bisa dilakukan.

Namun kalau kamu khawatir telat shalat jamaah di masjid atau supaya ingin mendapat shaf pertama, fisik tidak kuat karena sakit, maka dibolehkan untuk naik kendaraan seperti motor, mobil, atau sepeda. Perjalanan ke masjid adalah salah satu bentuk infaq fisabilillah. Bagi yang menggunakan kendaraan, diharapkan bensin atau tenaga yang dikeluarkan diganti oleh pahala yang setara.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Anfal: 60)

Namun tentu saja, kadar pahala yang diberikan tidak sama dengan berjalan kaki ke masjid. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam secara khusus menyebutkan bahwa jalan kaki ke masjid mendapat pahala yang besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَالَ : إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ , وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ , وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ , فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ , فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ ) رواه مسلم

Apakah kalian mau aku tunjukkan dengan apa yang allah hapuskan dosa baginya dan Allah tinggikan derajatnya? Para sahabat menjawab: tentu wahai Rasullullah, kemudian beliau berkata: menyempurnakan wudhu di saat saat yang dibenci, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat sampai shalat berikutnya, maka itulah ar-ribath, maka itulah ar-ribath” (HR. Muslim, No. 251)

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ (رواه مسلم)

Sesungguhnya pahala orang yang terbesar dalam hal shalat adalah mereka yang paling jauh jarak jalan kakinya kemudian yang berikutnya. (HR. Muslim, No. 662)

Kesimpulannya, naik kendaraan ke masjid dibolehkan jika jarak masjid ke rumah cukup jauh dan khawatir kalau jalan kaki bisa terlambat ikut shalat berjamaah. Namun, jalan kaki masih lebih baik karena memiliki pahala besar. Apapun itu, baik naik kendaraan atau jalan kaki masih jauh lebih baik daripada tidak ke masjid sama sekali untuk ikut shalat berjamaah.

Manfaat Jalan Kaki Ke Masjid

Meskipun naik kendaraan ke masjid diperbolehkan, namun jalan kaki masih lebih utama karena sudah dijelaskan secara tegas di dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kenapa jalan kaki lebih utama ? Karena jalan kaki ke masjid punya banyak manfaat.

1. Ke Masjid Jalan Kaki untuk Menyehatkan Tubuh

Berjalan kaki ke masjid adalah bentuk olahraga yang bisa meningkatkan semangat, menguatkan badan, dan mencegah penyakit atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berjalan kaki cukup untuk melatih otot dan persendian tulang. Sering jalan kaki juga dapat membakar lemak dalam tubuh dan memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Pada akhirnya, jalan kaki akan memberi banyak manfaat ke tubuh kita, terutama dalam hal kesehatan.

jalan kaki ke masjid

2. Jalan Kaki ke Masjid Menyehatkan Mental

Jalan kaki melatih pikiran agar tetap rileks. Apalagi jika jalan kaki ke masjid saat shalat Subuh berjamaah. Selain udaranya lebih sehat, jalan kaki ketika Subuh juga akan memberi pahala yang besar. Salah satunya adalah mendapat cahaya ketika hari kiamat datang. Hal ini juga berlaku untuk shalat di waktu Magrib dan Isya.

وعَنْ بُرَيْدَةَ الأَسْلَمِيِّ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( بَشِّرْ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ) رواه أبو داود وصححه الألباني في صحيح أبي داود .

Dari Buraidah al-aslamy radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Berilah kabar gembira kepada para pejalan kaki ke masjid di gelap gulitanya malam dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat. (HR. Abu Daud, No. 561)

3. Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat

Sebagaimana dijelaskan di hadits berikut ini, bagi siapapun yang berjalan kaki ke masjid akan dosanya akan diampuni pada setiap langkah kaki. Selain itu, langkah kaki yang lain juga akan mengangkat derajat seseorang yang berjalan kaki ke masjid.

وعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً , وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً ) رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju masjid diantara masjid-masjid Allah untuk mengerjakan shalat fardhu, maka setiap langkahnya menghapus dosa dan yang lain mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim, No. 666)

4. Jalan Kaki Ke Masjid Mendapat Pahala

Hadits berikut ini akan menjadi motivasi bagi kamu yang rumahnya jauh dari masjid. Semakin jauh jarak rumah ke masjid maka semakin besar pahala yang didapat, terlebih jika kamu lebih memilih jalan kaki dibanding naik kendaraan. Meski begitu, naik kendaraan pun dibolehkan jika kondisinya tidak memungkinkan untuk jalan kaki ke masjid, seperti: takut terlambat, tidak kuat secara fisik, sedang sakit, atau ingin mendapat shaf pertama.

عن أبي موسى – رضي الله عنه – ، قَالَ : قال رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : (( إنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أجْراً في الصَّلاةِ أبْعَدُهُمْ إلَيْهَا مَمْشىً ، فَأَبْعَدُهُمْ ، وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الإمَامِ أعظَمُ أجْراً مِنَ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ )) متفقٌ عَلَيْهِ .

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah yang paling jauh berjalan menuju shalat, lalu yang jauh berikutnya. Dan orang yang menunggu shalat sampai ia melaksanakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat kemudian tidur.” (HR. Al-Bukhari, No. 651)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.