IslamKita
Home » Hukum Islam » Hukum Melaksanakan Puasa Arafah & Keistimewaannya

Hukum Melaksanakan Puasa Arafah & Keistimewaannya

Sebelumnya IslamKita pernah membahas tentang 5 jenis puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Berbeda dengan puasa wajib Ramadhan, puasa sunnah punya waktu dan keutamannya sendiri. Contohnya adalah puasa arafah atau biasa disebut sebagai puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijjah (menjelang Idul Adha). Puasa sunnah ini punya manfaat yang sangat besar bagi siapapun yang melaksanakannya. Apa hukum puasa Arafah ? Apa manfaatnya ?

puasa arafah

Hukum Puasa Arafah

Puasa arafah atau puasa di 9 hari awal bulan Dzulhijjah adalah salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Bagi yang tidak bisa melaksanakannya selama 9 hari penuh, disarankan untuk melaksankan puasa di tanggal 9 Dzulhijjah atau saat jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. Dalil puasa di awal bulan Dzulhijjah dan manfaat puasa sunnah ini adalah:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, No. 2438)

puasa sunnah arafah

Hukum puasa Arafah adalah sunnah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Ini artinya jika dilakukan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan maka tidak apa-apa (tidak berdosa). Namun bagi kamu yang sedang melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk tidak berpuasa. Dalilnya adalah sebagai berikut:

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari, No. 1989)

Keistimewaan Melaksanakan Puasa Arafah

Setiap puasa sunnah memiliki keistimewaannya masing-masing. Khusus untuk puasa sunnah arafah punya keunggulan yang terbilang sangat istimewa. Meskipun hukum puasa Arafah adalah sunnah, namun bagi siapapun yang melaksanakan ibadah puasa sunnah ini, selain akan mendapat pahala ia juga akan mendapat pengampunan dosa yang telah diperbuat setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dalilnya adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No. 1162)

Mengenai dosa yang diampuni para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang diampuni adalah dosa kecil namun ada yang berpendapat dosa besar dan dosa kecil. Imam Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar yang diringankan. Jika tidak, semoga ditinggikan derajatnya.” Menurut Ibnu Taimiyah Rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni melainkan dosa besar juga diampuni karena haditsnya bersifat umum.

Niat Melaksanakan Puasa Arafah

Karena manfaat yang besar, tentu saja sangat disayangkan jika melewatkan puasa Arafah ini. Puasa ini hanya cukup dijalankan selama 1 hari tapi bisa menghapus dosa yang dilakukan satu tahun lalu dan satu tahun ke depan. Karena waktunya hanya datang 1 kali setahun, maka sangat sayang jika tidak kita lakukan. Jika kamu ingin melaksanakan puasa ini, berikut lafadz niat puasa arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijah karena Allah Ta’ala.”

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.