IslamKita
Home » Belajar Islam » Pengertian Sabar dalam Islam: Jenis, Manfaat, & Faedahnya

Pengertian Sabar dalam Islam: Jenis, Manfaat, & Faedahnya

Sabar dalam Islam memiliki manfaat dan pahala besar. Apa itu Sabar ? Menurut bahasa, Sabar berasal dari kata “Al Habsu” yang artinya menahan diri. Pengertian sabar menurut syar’iat dalam agama Islam adalah menahan diri dari 3 macam perkara, yaitu: ketaatan kepada Allah, hal yang diharamkan, dan takdir Allah yang mungkin sulit dijalani misalnya musibah.

Perintah Allah untuk Bersabar

Allah Ta’ala memerintahkan kepada semua muslim untuk bersabar. Sambil bersabar, muslim juga dianjurkan untuk bertakwa kepada Allah. Sabar dalam maksud ini adalah untuk menahan diri dari maksiat. Menahan diri juga berarti menahan diri dalam ketaatan. Sabar dalam Islam juga berarti melakukan kebaikan dan bersabar. Karena itu semua adalah bentuk takwa. Allah bersabda di dalam Al Quran, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran: 200)

Jenis Sabar dalam Islam

Ada dua jenis sabar dalam Islam yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Yaitu:

1. Sabar dalam Menghadapi Musibah

Takdir Allah ada dua macam, yaitu takdir yang menyenangkan dan pahit (musibah). Bagi siapapun yang mendapat takdir baik, maka diharuskan bersyukur. Sikap syukur juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala. Tapi bagi yang sedang menghadapi musibah, maka seorang muslim harus bersabar.

keutamaan sabar dalam islam

Kesabaran dalam menghadapi musibah memang terasa pahit. Misalnya, seseorang kehilangan harta atau orang tercinta meninggal dunia, Maka semua muslim diharuskan bersabar. Sabar dalam Islam saat menghadapi musibah adalah menahan diri dan tidak menampakan kegelisahan dan kesedihan berlebihan secara lisan atau perbuatan.

Nasehat bersabar dari Rasul saat menghadapi musibah bisa dipelajari dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau berkata,

مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »

”Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, No. 1283)

2. Sabar untuk Tidak Bermaksiat

Kesabaran yang sesungguhnya yaitu menjauhi maksiat. Setiap hari pasti seorang muslim selalu mendapat godaan dari setan untuk melakukan maksiat. Baik itu perbuatan dosa kecil hingga besar, seorang muslim harusnya sabar untuk menahan diri. Dosa-dosa yang tidak sengaja dilakukan seperti melihat yang tidak seharusnya dilihat dan menggunjing orang lain termasuk perbuatan yang harusnya dihindari.

Kemampuan muslim untuk menahan diri dari hawa nafsu inilah yang menjadi poin penting kesabaran. Sabar dalam menjauhi maksiat juga akan mendatangkan pahala.

Pahala Sabar Dalam Islam

Dalam Islam, sabar akan mendatangkan pahala besar. Pahala bagi yang bersabar adalah surga. Tidak ada imbalan yang lebih baik dari itu. Dalam Al Quran, Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10)

Yang dimaksud dicukupkan adalah kesabaran seorang muslim tidak bisa ditimbang dan ditakar. Oleh karena itu, imbalan yang didapatkan orang yang sabar adalah surga. Dalam hadits, Rasulullah bersabda mengenai pahala orang sabar.

عَن عَطَاءُ بْنُ أَبِى رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عَبَّاسٍ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى . قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنِّى أُصْرَعُ ، وَإِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِى . قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ . فَقَالَتْ إِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ ، فَدَعَا لَهَا

Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdoalah pada Allah untukku.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdoa pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdoalah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun berdoa pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari, No. 5652)

pahala sabar dalam islam

Sabar dalam Islam bisa bermakna menghindari untuk tidak bermaksiat dan sabar saat ditimpa musibah. Jika tidak mendapat cobaan, seharusnya bersyukur. Sedangkan ketika kena musibah, Allah memerintahkan kita untuk sabar. Karena pahala sabar sangat besar, yaitu surga. Di dalam Al Quran, Allah bersabda bahwa Ia bersama orang yang selalu bersabar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 153)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.