IslamKita
Home » Hukum Islam » Sedekah dan Nafkah ke Keluarga Sendiri, Mana Lebih Utama ?

Sedekah dan Nafkah ke Keluarga Sendiri, Mana Lebih Utama ?

Sebelumnya, IslamKita banyak membahas mengenai keutamaan dan manfaat sedekah. Sedekah termasuk amalan Muta’addi yang manfaatnya bisa dirasakan sendiri dan orang lain. Meskipun manfaat sedekah sangat besar, namun kita tidak boleh lalai dari memberi nafkah keluarga. Jangan sampai semua harta digunakan untuk sedekah, dan keluarga sendiri jadi terlantar. Kita harus mengetahui mana yang lebih diprioritaskan. Apakah sedekah dan nafkah keluarga, mana yang lebih utama ?

Sedekah dan Nafkah Keluarga, Mana Lebih Utama ?

Mana yang lebih utama antara sedekah dan nafkah keluarga ? Jawabannya adalah nafkah keluarga. Prinsip utama sedekah adalah memberi orang terdekat dulu baru orang yang lebih jauh. Jika hak orang terdekat (keluarga) sudah tercukupi maka kita boleh gunakan harta yang tersisa untuk disedekahkan.

sedekah dan nafkah keluarga mana yang utama

Memberi nafkah keluarga pahalanya jauh lebih besar dibanding sedekah kepada orang yang jauh. Menafkahi keluarga juga termasuk ke dalam sedekah. Amalan ini memiliki takaran pahala yang lebih besar dibanding sedekah ke orang jauh. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi). (HR. Muslim, No. 995)

Dalam Al Quran, banyak ayat yang memerintahkan kepada keluarga untuk menafkahi keluarganya. Salah satunya ada di dalam surat At Talaq. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. At Talaq: 7)

Prioritas Mengeluarkan Harta untuk Nafkah dan Sedekah

Ibnu Battol Rahimahullah pernah menjelaskan mengenai prioritas saat mengeluarkan harta. Sebagian besar ulama juga menyebutkan bahwa mengeluarkan harta di jalan kebaikan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Pengeluaran untuk Pribadi & Keluarga

Penghasilan yang didapat setiap bulan wajib diberikan terlebih dulu kepada keluarga atau orang yang wajib kamu nafkahi. Gunakan harta tersebut dengan mengedepankan prinsip sederhana dan tidak boros. Harta yang dimiliki lebih afdhol untuk diberikan kepada keluarga terlebih dulu. Diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqosh, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu. (HR. Bukhari, No. 56)

2. Menunaikan Zakat dan Hak Allah

Prioritas kedua dalam mengeluarkan harta adalah untuk membayar zakat. Perintah zakat adalah wajib bagi siapa saja yang diberi kemampuan. Karena zakat juga termasuk sedekah dan hukumnya wajib, maka zakat lebih pantas untuk didahului dibanding sedekah sunnah kepada orang yang membutuhkan di sekitar kita. Toh, dengan berzakat kita juga tetap membantu mereka yang kekurangan. Orang yang mengeluarkan zakat akan terlepas dari sifat pelit, sehingga selanjutnya ia akan lebih mudah dalam mengeluarkan sedekah.

sedekah dan nafkah keluarga

3. Sedekah Tathowwu’ (Sedekah Sunnah)

Sedekah Tathowwu’ atau sedekah sunnah adalah sedekah yang diberikan kepada kerabat atau teman jauh. Sedekah ini juga bisa diartikan memberi orang di sekitar kita yang tidak memiliki hubungan keluarga. Bentuk sedekah bisa bermacam-macam. Kamu bisa memberikan sedekah berupa uang atau sedekah makanan.

3 golongan di atas adalah prioritas untuk mengeluarkan harta. Prioritas nomor 1 untuk bersedekah adalah keluarga sendiri. Jangan sampai kita bisa menyenangkan orang lain, tapi keluarga sendiri terpuruk menderita kekurangan makanan. Bagi siapa yang mengeluarkan hartanya dengan mengikuti urutan prioritas di atas, maka ia telah menyalurkan hartanya dengan tepat sasaran.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.