IslamKita
Home » Belajar Islam » 7 Macam Shalat Sunnah & Manfaat Serta Dalil Shahihnya

7 Macam Shalat Sunnah & Manfaat Serta Dalil Shahihnya

Shalat adalah salah satu kewajiban umat islam. Selain shalat wajib 5 waktu, ada 7 macam shalat sunnah yang apabila rutin dilakukan dapat menghasilkan pahala yang besar dan bisa membantu doa cepat dikabulkan.

Namun berbeda dengan shalat wajib, jumlah rakaat shalat sunnah kebanyakan hanya 2 rakaat. Dan bagi yang tidak menjalankannya tidak berdosa karena hukumnnya sunah (berpahala jika dilakukan, tapi tidak berdosa jika tidak dilakukan).

Berikut ini 7 macam shalat sunnah yang bagus jika dilakukan setiap hari. Selain berpahala, shalat sunnah ini juga bisa membantu agar doa lebih cepat terwujud, terhindar dari masalah, dan bisa membuka pintu rezeki seluas-luasnya.

1. Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib atau fardhu. Jumlah rakaatnya berbeda-beda, ada yang 2 rakaat ada juga yang 4 rakaat. Hanya shalat Ashar yang tidak ada shalat sunnah Rawatib. Dalil mengenai shalat Sunnah Rawatib adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh. (HR. Tirmidzi, No. 415)

Pahala shalat sunnah Rawatib sangat besar. Kalau kamu rutin melaksanakan shalat Rawatib, maka Allah akan memberikan rumah di surga. Dalilnya adalah hadits nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga. (HR. Muslim, No. 728)

2. Shalat Dhuha

Shalat sunnah dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan pada pagi hari mulai dari jam 7 hingga jam setengah 12 atau menjelang dzuhur ketika udara terasa panas. Namun ada waktu yang paling baik untuk melaksanakan shalat dhuha yaitu pada pukul 9 hingga 10 pagi.

dalil shalat sunnah

Jumlah rakaat shalat dhuha adalah kelipatan 2 rakaat. Boleh dilaksanakan 2 rakaat saja, bisa 4 rakaat, hingga maksimal 12 rakaat dengan catatan setiap 2 rakaat salam. Dalil shalat dhuha adalah hadits nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at. (HR. Ahmad, No. 354)

Manfaat shalat dhuha adalah menggenapi kewajiban sedekah untuk setiap sendi tubuh manusia. Ini artinya semakin banyak sedekah dilakukan semakin besar pintu rezeki terbuka. Oleh karena itu, rutin melakukan shalat dhuha bisa membantu memperlancar rezeki.

3. Shalat Tahajud

Shalat tahajud sering disebut shalat malam. Shalat ini dilaksanakan setelah melakukan shalat isya. Waktu paling baik untuk melakukan shalat sunnah tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir yaitu sekitar jam 1 malam hingga menjelang shalat subuh sekitar jam setengah 4 atau jam 4. Jumlah rakaat shalat tahajud adalah minimal 2 rakaat. Bisa dilakukan sebanyak yang kamu bisa asalakan dalam kelipatan 2 rakaat atau 1 salam.

hukum shalat sunnah

Dalil shalat tahajud adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan hadits rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR. Muslim, No. 1163)

Kedudukan shalat tahajud sangat tinggi. Bahkan shalat ini dianggap lebih utama setelah shalat wajib atau fardhu. Karena merupakan shalat sunnah utama, maka manfaat shalat tahajud tentu ada banyak sekali. Yaitu: merupakan cerminan kemulian bagi seorang mukmin, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, menghapus dan menjauhkan diri dari dosa, diangkatnya derajat seorang muslim, menguatkan hafalan Al Quran, dan mempercepat doa dikabulkan.

4. Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid adalah shalat 2 rakaat yang dilakukan saat seseorang masuk ke masjid dan belum duduk. Shalat ini bisa dilakukan sebelum melaksanakan shalat berjamaan di masjid. Tujuan shalat tahiyatul masjid adalah untuk menghormati masjid sebagai tempat ibadah dan rumah Allah.

Bahkan untuk orang yang baru masuk masjid saat shalat jumat disarankan untuk melakukan shalat tahiyatul masjid bahkan saat imam sedang berkutbah. Hanya saja shalatnya dilakukan dengan ringan (bacaan surat pendek). Dalil shalat sunnah tahiyatul masjid adalah hadits Rasul berikut ini:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk. (HR. Al-Bukhari, No. 537)

5. Shalat Sunnah Wudhu

Shalat sunnah wudhu dilakukan setelah berwudhu. Sebelum shalat pastinya kita berwudhu, Setelah wudhu itu dianjurkan untuk melakukan shalat sebanyak 2 rakaat. Setelah shalat ini, kamu bisa lakukan shalat tahiyatul masjid jika shalatnya di masjid baru setelah itu melakukan shalat wajib. Dalil shalat sunnah wudhu adalah hadits nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
Wahai Bilal! Sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allah Azza wa Jalla ) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga”. Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allah Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah bagiku untuk aku kerjakan. (HR. Muslim, No. 2458)

Keutamaan atau manfaat shalat sunnah wudhu adalah diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. Selain dosa kecil yang sudah terhapus melalui wudhu, dosa-dosa yang lain juga akan terampuni setelah kamu melakukan shalat wudhu, dalilnya adalah:

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوُ وُضُوْئِـي هذَا، ثُمَّ قَـامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيْهِمَا نَفْسُهُ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Barangsiapa berwudhu sebagaimana wudhuku ini, lalu shalat dua raka’at, sedang dia tidak berkata-kata dalam hati (tentang urusan dunia) ketika melakukannya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Abu Dawud).

6. Shalat Taubat

Siapa yang tidak pernah luput dari dosa ? Jika ingin semua dosamu diampuni, usahakan rutin lakukan shalat sunnah taubat setiap hari. Shalat taubat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal bisa kamu kerjakan 4 hingga 6 rakaat dengan ketentuan satu salam setiap 2 rakaat.

shalat sunnah

Kelebihan shalat taubat tentunya adalah menghapus dosa besar dan kecil. Mengenai waktu pelaksanaan bisa dilakukan kapanpun bahkan bisa dilakukan saat waktu terlarang untuk shalat seperti saat matahari terbit dan matahari akan tenggelam.

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ
Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (HR. Tirmidzi, No. 406)

7. Shalat Hajat

Setiap manusia pasti punya doa dan keinginan yang ingin dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Jika kamu ada doa atau kebutuhan yang ingin dikabulkan dengan cepat oleh Allah, shalat ini dianjurkan untuk kamu lakukan. Shalat hajat juga dianggap cara tercepat dan termudah untuk mengadu kepada Allah tentang apa yang kita butuhkan.

Jumlah rakaat shalat hajat adalah 2 rakaat paling banyak 12 rakaat dengan ketentuan satu salam setiap 2 rakaat. Lalu waktu yang paling bagus dilakukan adalah ketika sepertiga malam terakhir atau dibarengi shalat tahajud. Dalil shalat sunnah hajat adalah hadits rasul berikut ini:

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Barang siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlah dua raka’at. Lalu hendaklah ia memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan (do’a), ‘Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang. (HR. Tirmidzi, No. 479)

Keutamaan Melaksanakan Shalat Sunnah

Setiap shalat sunnah punya waktu dan tempat tersendiri. Misalnya shalat tahiyatul masjid hanya bisa dilakukan ketika kamu masuk ke masjid. Lalu ada shalat sunnah berdasarkan waktunya yaitu shalat sunnah rawatib. Shalat sunnah yang paling utama dilakukan adalah shalat tahajud. Ini karena shalat ini punya kedudukan tinggi setelah shalat wajib. Waktu sepertiga malam adalah waktu paling baik untuk melakukan shalat sunnah, karena pada waktu itu Allah akan mengabulkan doa hambanya yang terbangun lalu shalat dan berdoa.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari, No. 1145)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.