IslamKita
Home » Belajar Islam » 7 Sunnah Idul Adha yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

7 Sunnah Idul Adha yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Ada 7 sunnah Idul Adha yang sebaiknya tidak kamu lewatkan karena nilai pahalanya besar. Idul Adha atau hari raya kurban adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam. Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Karena bertepatan dengan ibadah haji, maka dari itu hari raya ini juga sering disebut sebagai lebaran haji atau hari raya haji.

sunnah idul adha

Selain melaksanakan sholat id, di hari ini umat muslim yang diberi kelonggaran rejeki disarankan untuk menyembelih hewan kurban lalu membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Dalil utama tentang hari raya Idul Adha ini adalah hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر

Di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?’. Warga madinah menjawab: ‘Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang’. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan ‘Idul Fithri. (HR. Abu Daud, No. 1134)

Dari dua hadits di atas dijelaskan bahwa hari raya umat islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Lalu sama seperti Idul Fitri, ada beberapa sunnah yang sebaikanya kamu jalankan supaya bisa mendapatkan pahala.

7 Sunnah Idul Adha Beserta Dalilnya

Berikut ini sunnah Idul Adha yang sebaiknya kamu lakukan supaya bisa mendapat pahala yang besar. Ke-7 sunnah ini juga dilengkapi dalil supaya kamu tidak perlu ragu lagi untuk melakukannya:

1. Takbiran Tanggal 9 – 13 Dzulhijjah

Disunnahkan untuk melakukan takbiran pada Idul Adha setelah shalat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Takbiran bisa dilakukan oleh siapa saja, baik dewasa maupun remaja. Dalilnya adalah sesuai dengan riwayat shahih yang dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah (2/165) dari Ali radhiallahu’anhu bahwa takbiran Idul Adha dilakukan sejak subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga setelah shalat Ashar tanggal 13 Dzulhijjah (Al Wajiz, 1/160).

2. Mandi Sebelum Berangkat Shalat Sunnah Idul Adha

Sebelum pergi sholat Id, kita dianjurkan untuk mandi terlebih dulu. Mandi yang dimaksudkan adalah mandi besar atau mandi yang benar dengan cara membersihkan segala permukaan di tubuh. Dalil mandi sebelum sholat Id di Idul Adha adalah:

أن رجلا سأل عليا ، رضي الله عنه ، عن الغسل ، فقال : غتسل كل يوم إن شئت ، قال : لا بل الغسل, قال اغتسل كل يوم جمعة ، ويوم الفطر ، ويوم النحر ، ويوم عرفة

Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah.’ (HR. Al Baihaqi, No. 177)

3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Kita disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik yang bersih saat pergi shalat Id. Pakaian yang terbaik di sini bukan berarti harus baru, namun yang penting adalah yang bagus, nyaman dipakai, dan paling bagus diantara semua pakaian yang kamu punya. Selain memakai pakaian bagus, disunnahkan untuk menambahkan wewangian. Dalil sunnah ini adalah:

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِي الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ

Ibnu Umar biasa mengenakan bajunya yang terbaik pada Idul Fitri dan Idul Adha. (HR. Al Baihaqi, No. 6143)

4. Mengajak Keluarga Meramaikan Idul Adha

Rasul memerintahkan agar anak-anak hingga wanita yang sedang haid sekalipun untuk ikut serta dalam shalat Id. Namun tentunya wanita haid tidak diperkenankan untuk shalat. Hanya saja mereka bisa duduk di luar area shalat atau pinggir lapangan dan bersama-sama mendengarkan kutbah. Dalilnya adalah:

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نخرج ذوات الخدور يوم العيد قيل فالحيض قال ليشهدن الخير ودعوة المسلمين قال فقالت امرأة يا رسول الله إن لم يكن لإحداهن ثوب كيف تصنع قال تلبسها صاحبتها طائفة من ثوبها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan wanita yang dipingit (juga wanita yang haid) pada hari Ied, untuk menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin. Kemudian seorang wanita berkata: ‘Wahai Rasulullah jika diantara kami ada yang tidak memiliki pakaian, lalu bagaimana?’. Rasulullah bersabda: ‘Hendaknya temannya memakaikan sebagian pakaiannya.‘ (HR. Abu Daud, No. 1136)

5. Pulang dan Pergi Lewat Jalan Berbeda

Disunnahkan untuk menempuh jalan yang berbeda antara pergi ke shalat Id dan pulang shalat Id. Jadi misalnya kamu lewat satu jalan saat berangkat, maka lebih baik cari jalan lain untuk pulang.

idul adha

Makna dari sunnah ini adalah untuk mensyiarkan hari raya besar umat islam sambil menjalin ukhuwah antar sesama tetangga yang mungkin belum sempat ditemui karena lewat jalan yang berbeda. Dalil mengenai sunnah Idul Adha ini adalah:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya ketika hari Id mengambil jalan yang berbeda antara pulang dan pergi. (HR. Bukhari, No. 986)

6. Makan Setelah Shalat Sunnah Idul Adha

Jika saat Idul Fitri kita disunnahkan untuk makan sebelum shalat Id, maka kebalikannya di Idul Adha kita disunnahkan untuk makan setelah shalat Id. Dalil sunnah ini adalah:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم لا يخرجُ يومَ الفطرِ حتَّى يَطعَم ، ويومَ النحرِ لا يأكل حتَّى يرجعَ فيأكلَ من نَسِيكتِهِ

Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat, lalu makan dengan daging sembelihannya. (HR. Muslim, No. 1308)

7. Berkurban Bagi yang Mampu

Menyembelih hewan kurban disunnahkan untuk mereka yang memiliki kecukupan rejeki. Memotong hewan kurban bisa dilaksanakan mulai tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Id hingga hari tasyrik yaitu pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah. Dalilnya adalah:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Shalatlah kepada Rabb-mu dan berqurbanlah. (QS. Al Kautsar: 2)

Hukum berkurban kemudian ditekankan untuk mereka yang mampu saja. Dalilnya kemudian turut diperkuat dan diperjelas melalui hadits nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam:

من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا

Barangsiapa memiliki kelapangan, namun ia tidak berqurban, maka janganlah datangi mushalla kami. (HR. Ibnu Majah, No. 3123)

Sunnah Idul Adha saat Berkurban

Sunnah Idul Adha yang paling utama adalah menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Adapun sunnah yang berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban yang harus diperhatikan adalah:

  • Hewan yang boleh untuk disembelih pada hari raya kurban adalah: kambing, sapi, dan unta. Kondisi hewan yang akan disembelih harus bagus dan sempurna tidak ada cacat sama sekali.
    dalil sunnah idul adha
  • Menyembelih hewan kurban boleh untuk dirinya sendiri atau keluarga
  • Saat menyembelih, disunnahkan untuk membaca basmalah kemudian bertakbir.

ضَحَّى النبي – صلى الله عليه وسلم – بكبشين أملحين أقرنين، ذبحهما بيده، وسَمًى وكَبَّر، ووضع رجله على صِفَاحِهما

Nabi Shallallahu’alahi Wasallam berqurban dengan dua kambing kibasy berwarna putih lagi panjang tanduknya. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau diatas leher keduanya. (HR. Bukhari, No. 5558)

  • Disunnahkan menyebut shahibul qurban dengan niat mengikuti nabi ketika berkurban, yaitu:

اللهم هذا عني، وعمّن لم يُضحِّ من أمتي

Ini qurban dariku dan umatku yang tidak bisa berqurban. (HR. Al Hakim, No. 7629)

  • Disunnahkan menggunakan pisau yang tajam sehingga leher hewan cepat putus sehingga tidak menyakiti hewan tersebut.

وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح . وليحد أحدكم شفرته . فليرح ذبيحته

Jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian menajamkan pisau dan hendaknya ia menenangkan hewan sembelihannya. (HR. Muslim, No. 1995)

  • Melakukan sembelih di lapangan dengan dalil berikut ini:

كان – صلى الله عليه وسلم – يُضحي بالمُصلى

Biasanya Nabi Shallallahu’alahi Wasallam berqurban di lapangan” (HR. Bukhari, No. 5552)

  • Menyembelih dengan tangan sendiri atau diwakilkan ke orang lain yang lebih ahli, namun kamu harus tetap menyaksikan hewan kurbanmu disembelih.
  • Memakan sebagian daging hewan kurban dan mensedekahkan bagian lainnya. Dalilnya adalah sebagai berikut:

كلوا وادّخروا وتصدّقوا

Makanlah, simpanlah dan sedekahkanlah. (HR. Bukhari, No. 5569)

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.