IslamKita
Home » Belajar Islam » 6 Amalan Sunnah Puasa saat Bulan Suci Ramadhan

6 Amalan Sunnah Puasa saat Bulan Suci Ramadhan

Ada 6 sunnah puasa yang tidak boleh dilewatkan. Amalan sunnah ini harus diingat dan dipraktekan saat puasa wajib di bulan Ramadhan dan saat puasa sunnah. Apa saja amalan sunnah saat puasa yang harus dilakukan ?

Sunnah Puasa

Ada 6 amalan sunnah puasa yang sebaiknya tidak kamu lewatkan. Meskipun hukumnya sunnah, namun jika kamu kerjakan insya Allah pahalanya besar. Apalagi saat bulan Ramadhan, disarankan untuk lebih banyak mengerjakan amalan sunnah supaya mendapat pahala besar.

1. Mengakhirkan Sahur

Amalan sunnah puasa yang pertama adalah mengakhirkan sahur. Maksudnya adalah makan sahur menjelang fajar. Adapun dalil mengenai sunnah ini adalah riwayat Anas dari Zain bin Tsabit, bahwa ia pernah berkata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ. قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ آيَةً

“Kami pernah makan sahur bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid, ”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, ” Sekitar membaca 50 ayat atau 60 ayat” (HR. Bukhari, No. 575)

Maksud dari “sekitar membaca 50 atau 60 ayat” adalah waktu makan sahur tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat dari waktu subuh. Hadits di atas, adalah dalil yang tegas bahwa sunnah puasa adalah makan sahur sebelum terbit fajar.

Adapun manfaat dari mengakhirkan sahur adalah agar orang yang berpuasa lebih kuat. Seandainya makan sahur dilakukan saat tengah malam, atau terlalu jauh dari waktu subuh, tentu membuat perut lebih cepat lapar saat siang hari. Selain itu, faedah dari mengakhirkan sahur adalah supaya kita bisa bersiap-siap untuk shalat subuh. Jika makan sahur terlalu awal dikhawatirkan setelah makan akan tertidur lelap sehingga melewati shalat subuh secara berjamaah.

2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Sunnah puasa yang kedua adalah menyegerakan buka puasa. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam terbiasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib. Rasulullah tidak pernah mencontohkan berbuka puasa setelah shalat Maghrib. Adapun dalil mengenai sunnah puasa ini adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bahwa beliau bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (HR. Bukhari, No. 1957)

Dalam riwayat lain, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud, No. 2356)

3. Buka Puasa dengan Kurma atau Air

Dari hadits di atas, disebutkan bahwa kebiasan Nabi Muhammad saat berbuka puasa adalah makan kurma basah. Jika tidak ada, beliau memakan kurma kering. Namun jika tidak ada kurma, maka beliau mendahulukan berbuka dengan air putih.

sunnah puasa

Adapun kurma mengandung nutrisi padat sehingga bisa mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Namun perlu diperhatikan untuk yang memiliki riwayat diabetes, agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi kurma karena mengandung kadar gula yang tinggi. Sedangkan air putih bersifat mensucikan sehingga dapat mengisi kembali cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Disarankan untuk minum minimal 2 gelas air saat berbuka puasa (sekitar 500 ml).

4. Berdoa Ketika Berbuka Puasa

Amalan sunnah puasa selanjutnya adalah berdoa. Waktu berbuka puasa adalah waktu terbaik untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan oleh orang yang berbuka puasa lebih cepat terkabul. Dalil shahih mengenai amalan sunnah ini adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bahwa beliau bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi, No. 2526)

sunnah puasa ramadhan

Doa Ketika Berbuka Puasa

Berikut ini doa berbuka puasa yang shahih. Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika berbuka beliau membaca doa berikut ini:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud, No. 2357)

Saat berbuka puasa adalah waktu terbaik untuk berdoa. Setelah membaca doa buka puasa, disunnahkan untuk berdoa atau meminta apa saja yang kamu inginkan. Karena di waktu tersebut, doa akan lebih cepat terkabul.

5. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Sunnah puasa yang selanjutnya adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Saat bulan Ramadhan jadi kesempatan yang baik untuk memanen pahala. Hanya dengan memberi makan orang yang berbuka puasa, kita akan mendapat pahala puasa 2 kali lipat. Dalam hadits yang shahih, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR. Tirmidzi, No. 807)

6. Perbanyak Ibadah dan Sedekah

Amalan sunnah puasa ini sebaiknya dilakukan saat bulan Ramadhan datang. Saat bulan puasa, disunnahkan untuk banyak melakukan kebaikan. Saat bulan Ramadhan, Rasulullah memperbanyak sedekah, berbuat kebaikan, baca Al Quran, melaksanakan shalat sunnah, dzikir, dan i’tikaf.

amalan sunnah puasa

Dalil mengenai sunnah puasa ini adalah riwayat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِى رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْقُرْآنَ ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, No. 1902)

Amalan Berpahala Besar di Bulan Ramadhan

Saat bulan suci Ramadhan datang, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan 6 amalan sunnah puasa di atas. Selain itu, ada juga amalan lain yang apabila dikerjaan saat bulan puasa maka pahalanya akan berlipat ganda. Apa saja ?

Umroh Saat Bulan Ramadhan

Melaksanakan ibadah umroh saat bulan suci Ramadhan akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan ibadah haji. Adapun mengenai dalil shahihnya adalah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut ini:

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim, No. 1256)

Melaksanakan Ibadah Sunnah di Malam Hari

Saat bulan Ramadhan ada malam istimewa yang bernama malam Lailatul Qadr. Satu malam ini bernilai sama seperti 1000 bulan. Artinya, jika kita melaksanakan ibadah di malam ini, maka ganjaran pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah tersebut selama 1000 bulan. Dalil mengenai malam Lailatul Qadr adalah firman Allah Ta’ala di dalam Al Quran:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al- Qadr: 3)

6 amalan sunnah puasa di atas semoga bisa membantumu untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika berpuasa. Pahala sunnah puasa akan semakin besar saat bulan Ramadhan. Semoga kita selalu diberi kesehatan agar bisa bertemu dan berpuasa di bulan Ramadhan.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.