IslamKita
Home » Belajar Islam » 5 Tips Mengajarkan Anak Puasa Sejak Dini dengan Mudah

5 Tips Mengajarkan Anak Puasa Sejak Dini dengan Mudah

Bagaimana cara mengajarkan anak puasa dengan benar ? Berikut ini IslamKita akan bagikan tips mengajari anak puasa dengan mudah sesuai berdasarkan beberapa pengalaman orang tua yang sudah pernah melakukannya.

Tips Mengajarkan Anak Puasa

Orang tua memang dianjurkan untuk melatih anaknya untuk berpuasa jika mereka sudah mampu. Beberapa ulama menganjurkan orang tua melatih anak berpuasa pada umur 7 hingga 10 tahun. Jika seorang anak bisa berpuasa selama 3 hari berturut-turut, maka ia sudah bisa diminta untuk secara bertahap melakukan puasa selama 1 bulan penuh. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu coba untuk mengajari anak puasa:

1. Contohkan Anak Puasa

Cara mengajari anak puasa yang paling baik adalah dengan menjadi contoh. Dengan begini, anak akan lebih mudah untuk memahami cara berpuasa. Saat kamu menjalani puasa, pasti anak akan penasaran apa yang sedang dikerjakan oleh orang tuanya. Anak-anak juga pasti ingin tahu kenapa ayah dan ibunya tidak makan dan minum di siang hari.

Saat anak sudah mulai bertanya, beri penjelasan yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak. Pada usia dini mungkin anak-anak belum mengerti jika diberitahu hukum berpuasa. Oleh karena itu sebisa mungkin ajari anak hal yang bisa dipraktikannya terlebih dulu. Misalnya tidak makan dan minum dari pagi hingga maghrib. Setelah mereka mulai mengerti tentang ajaran agama, barulah dijelaskan mengenai hukum puasa dan dosa jika tidak berpuasa.

2. Ajari Anak untuk Menghormati Orang yang Berpuasa

Jika anak kamu belum sanggup berpuasa, maka ajarilah mereka agar bisa menghormati orang lain yang sedang berpuasa. Ajari anak untuk tidak makan dan minum di depan orang yang sedang berpuasa. Bujuk dengan kata yang lembut dan bersifat persuasif. Jangan pernah memarahi anak-anak, karena sesungguhnya mereka belum memahami hukum agama Islam secara penuh.

Bagi anak yang sudah bisa berpuasa ajari mereka supaya tidak mengejek temannya yang belum bisa berpuasa. Selain itu, ajari anak untuk tidak mengejek orang lain yang tidak puasa karena berbeda keyakinan. Beri penjelasan yang mudah dipahami mengenai perbedaan agama, sehingga ketika besar mereka bisa menghormati perbedaan dan memahami toleransi antar umat beragama.

2. Jangan Paksa Anak untuk Puasa Penuh

Salah satu cara mengajari anak puasa yang paling baik adalah jangan memaksa anak untuk berpuasa sehari penuh. Kamu bisa mulai ajari mereka berpuasa dengan puasa setengah hari terlebih dulu. Berikan kelonggaran supaya anak tidak tertekan saat belajar puasa. Selain itu, anak-anak juga belum mengerti bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Anak-anak juga lebih aktif dibanding orang dewasa sehingga jika dipaksakan puasa akan menimbulkan risiko kesehatan.

cara mengajari anak puasa

Untuk mengajari anak puasa, kamu bisa memulainya dengan meminta anak tidak makan dan minum dari pagi hingga siang. Atau bisa juga sebaliknya, yaitu dari siang hingga waktu berbuka puasa. Bagi anak yang belum terbiasa puasa juga bisa dicoba dengan mengajaknya puasa selama 2 x 3 jam/hari. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Pukul 06.00 – 09.00, anak boleh makan dan minum
  • Pukul 09.00 – 12.00, berpuasa
  • Pukul 12.00 – 15.00, anak boleh berbuka
  • Pukul 15.00 – Maghrib, berpuasa hingga waktu berbuka.

3. Puasa dari Menu Makanan Tertentu

Cara mengajarkan anak puasa berikut ini juga cukup efektif. Selama puasa, anak-anak boleh makan dan minum tapi tidak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman tertentu. Jika anakmu sudah terbiasa makan makanan tertentu, mintalah untuk tidak memakannya saat puasa. Misalnya anakmu suka makan camilan, maka minta mereka untuk tidak memakannya selama puasa.

Selain bisa mengajari berpuasa, kita juga bisa mengurangi kebiasaan anak memakan makanan yang mungkin kurang baik untuk kesehatan mereka.

4. Beri Hadiah Jika Anak Berhasil Puasa Penuh

Anak-anak senang dengan hadiah. Kamu bisa memberi hadiah khusus untuk anak jika mereka berhasil berpuasa selama sebulan penuh. Buat kesepakatan dengan anak di awal bulan Ramadhan. Jika, mereka berhasil puasa sebulan penuh berilah hadiah yang mereka inginkan. Beberapa orang juga tetap memberikan hadiah kepada anak meski mereka tidak bisa puasa sebulan penuh. Asalkan nilai hadiah yang diberikan lebih rendah dibanding hadiah yang didapat jika berhasil puasa sebulan penuh.

Metode ini cukup efektif untuk mengajarkan anak puasa. Dengan diberi hadiah, anak-anak akan lebih termotivasi untuk berpuasa. Cara yang sama pernah dipraktekan oleh para sahabat Nabi. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz. Bahwa Ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengutus seseorang pada pagi hari di hari Asyura (10 Muharram) ke salah satu perkampungan Anshor, lantas beliau berkata,

مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ

Barangsiapa yang tidak berpuasa di pagi hari, maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari ini dengan berpuasa. Barangsiapa yang berpuasa di pagi harinya, hendaklah ia tetap berpuasa.”

Ar Rubayyi’ berkata, “Kami berpuasa setelah itu. Dan kami mengajak anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan pada mereka mainan dari bulu. Jika saat puasa mereka ingin makan, maka kami berikan pada mereka mainan tersebut. Akhirnya mereka terus terhibur sehingga mereka menjalankan puasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari, No. 1960)

5. Siapkan Menu Favorit saat Buka Puasa

Salah satu tips ampuh untuk mengajari anak puasa adalah dengan menyiapkan menu favorit mereka saat buka puasa. Janjikan terlebih dulu, apabila anak bisa berpuasa makan akan diberi makanan dan minuman favorit mereka saat buka puasa.

cara mengajarkan anak puasa

Anak-anak suka dengan hadiah. Menyediakan menu makanan favorit saat berbuka puasa bisa jadi motivasi mereka saat beribadah. Bila diperlukan libatkan anak saat memasak menu favorit mereka sehingga rasa lapar dan haus bisa teralihkan dengan kegiatan seru di dalam rumah.

Hukum Berpuasa bagi Anak Kecil

Anak yang belum baligh tidak diwajibkan puasa. Namun tidak ada salahnya untuk mengajari mereka berpuasa sejak dini. Manfaatnya supaya mereka sudah terbiasa untuk berpuasa ketika menginjak remaja. Selain itu, mengajari anak untuk berpuasa manfaatnya adalah agar saat mereka sudah diwajibkan puasa (sudah baligh) mereka tidak akan meninggalkan ibadah satu ini.

Dalam perkara shalat, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan,

مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا

“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).” (HR. Abu Daud, No. 494)

Hadits di atas bisa dijadikan dalil bahwa orang tua wajib mengajari anak mereka untuk berpuasa ketika anak sudah menginjak usia 7 tahun. Dan ketika sudah menginjak 10 tahun, anak sudah bisa diajari apa akibatnya jika tidak puasa karena di umur segitu, anak sudah mulai bisa dinasehati dengan baik.

Pahala untuk Anak yang Berpuasa

Anak yang belum baligh memang belum diwajibkan untuk berpuasa. Mereka juga belum dibebani kewajiba syari’at agama. Lalu pertanyaannya apakah mereka akan mendapat pahala jika berpuasa ?

tips mengajarkan anak puasa

Sebelum menjawab, ada sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata,

رَفَعَتِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا لَهَا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِهَذَا حَجٌّ قَالَ « نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ »

“Seorang ibu mengangkat anaknya. Lalu ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah ia sudah dikatakan berhaji?” Beliau bersabda, “Iya dan bagimu pahala.” (HR. Muslim, No. 1336)

Menurut pendapat mayorita ulama, anak kecil yang belum baligh tidak dicatatkan dosa. Namun pahala mereka akan dicatat. Karena belum diwajibkan berpuasa, maka hukum berpuasa untuk anak kecil dianggap masih sunnah. Selain itu, para ulama juga tidak berselisih ketika memutuskan bahwa terkait dengan hadits di atas, maka anak dan orang tua akan mendapat pahala. Anak mendapat pahala karena berpuasa, sedangkan orang tua mendapat pahala karena mengajari anak berpuasa.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.