IslamKita
Home » Info Islam » 5 Tips Menjalani Puasa Saat Ada Wabah Penyakit Menular

5 Tips Menjalani Puasa Saat Ada Wabah Penyakit Menular

Apakah berbahaya puasa saat ada wabah ? Saat wabah penyakit menular melanda dunia, kegiatan keagamaan dibatasi. Contohnya pada awal tahun 2020 terjadi wabah virus Corona Covid-19. Virus yang menyebar melalui sistem pernapasan ini dengan cepat menyebar ke seluruh bagian dunia. Wabah tersebut membuat ibadah umat muslim dibatasi.

tips puasa aman saat ada wabah

Banyak masjid di dunia tidak melaksanakan shalat berjamaah dan shalat jumat untuk mencegah penyebaran penyakit antara jemaah. Bahkan masjidil Haram juga menutup akses ke kabah untuk sementara waktu supaya tidak terjadi penularan penyakit dari orang-orang yang shalat di dalam masjid dan tawaf di kabah.

Tips Puasa Saat ada Wabah Penyakit Menular

Lalu bagaimana dengan ibadah puasa ? Apakah aman melaksanakan ibadah puasa saat ada wabah penyakit menular antar manusia ? Jawabannya adalah aman. Ibadah puasa tetap bisa dilakukan seperti biasa. IslamKita akan berbagi tips supaya bisa berpuasa dengan aman saat ada wabah penyakit menular.

1. Perhatikan Konsumsi Makanan saat Buka dan Sahur

Wabah penyakit menular biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Jika tubuh sedang sehat maka insya Allah akan terhindar dari penyakit. Oleh karena itu, pastikan selalu konsumsi asupan gizi yang seimbang dan kaya vitamin. Puasa saat wabah akan lebih aman jika kamu rutin makan buah dan sayuran saat berbuka dan sahur.

Sayuran dan buah mengandung vitamin, mineral, dan zat besi yang dibutuhkan untuk mendukung imunitas tubuh. Jika rutin makan-makanan sehat, tubuh akan lebih kuat sehingga tidak mudah sakit. Hindari makan-makanan yang rendah kandungan gizi seperti gorengan atau fast food. Makanan tersebut memiliki kandungan lemak tinggi sehingga sulit dicerna oleh tubuh. Saat tubuh kesulitan mencerna, tenaga di dalam tubuh akan cepat habis sehingga kamu akan merasa cepat lelah.

Makanan berlemak tinggi juga membuat perut tidak cepat kenyang. Hal ini membuatmu secara tidak sadar makan dalam porsi besar. Makan makanan rendah gizi dalam jumlah besar bisa menyebabkan obesitas dan mengundang banyak penyakit.

2. Terapkan Social Distancing Saat ada Wabah

Wabah Covid 19 adalah salah satu wabah yang penularannya melalui saluran pernapasan manusia. Setitik kecil droplet yang keluar dari mulut penderita akan masuk ke dalam pernapasan orang di sekitarnya. Titik kecil droplet tersebut mengandung virus yang dapat menginfeksi orang lain. Dalam waktu 2 bulan, virus tersebut sudah menyebar ke seluruh dunia.

Saat ada wabah penyakit, kita harus menerapkan social distancing. Maksudnya adalah menjaga jarak satu sama lain agar penyebaran penyakit bisa dihentikan. Selain itu, Rasulullah juga memerintahkan suatu daerah yang sedang terkena wabah penyakit agar melakukan isolasi (karantina). Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (HR. Bukhari, No. 3473)

3. Tidak Shalat Berjamaah untuk Sementara Waktu

Tergantung dari wabah penyakit yang sedang melanda negeri. Jika wabah penyakit tersebut mudah menyebar melalui kontak fisik, para ulama berpendapat bahwa tidak mengapa untuk meniadakan shalat berjamaah. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk sementara waktu, hingga wabah penyakit menghilang.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kebaikan antar sesama umat. Selain itu, meniadakan shalat berjamaah di masjid saat wabah juga bertujuan untuk menangkal fitnah agar masjid tidak dianggap sebagai tempat penyebaran wabah penyakit. Yang perlu dipahami di sini adalah wabah penyakit berasal dari Allah dan Allah pula yang menurunkan penawarnya.

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari)

Allah memberi manusia akal pikiran untuk berikhtiar. Salah satu ikhtiar kita untuk menekan penyebaran wabah penyakit adalah dengan membatasi kontak fisik antar umat dan menghindari tempat yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat.

4. Menjaga Kesehatan Tubuh saat Berpuasa

Puasa saat wabah bukan berarti kita bisa santai dalam ketakutan. Tetap beraktivitas seperti biasa, seperti bekerja, belajar, dan berolahraga ringan. Yang terpenting adalah hindari tempat keramaian. Saat ada wabah, yang penting adalah menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Jangan stres, karena saat stres imun tubuh akan turun.

Puasa aman saat ada wabah tetap bisa dilakukan. Saat ada waktu senggang, kamu bisa membaca Al Quran. Selain itu, jika punya kelapangan rezeki kamu bisa donasi ke orang-orang yang terdampak wabah penyakit. Wabah penyakit membuat beberapa orang kehilangan pekerjaannya. Contohnya para ojek online yang kekurangan order karena banyak orang tidak keluar rumah. Selain itu, orang yang memiliki pendapatan harian juga akan kena dampak buruk dari wabah penyakit.

Bersedekah saat puasa akan diganjar pahala yang besar. Memberi makan orang lain saat berbuka akan mendapat pahala puasa berkali-kali lipat. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR. Tirmidzi, No. 807)

Sedekah buka puasa tersebut bisa kamu berikan ke fakir miskin, tetangga, atau tenaga medis yang berjuang keras melawan wabah penyakit.

5. Rajin Berdoa dan Lakukan Qunut Nazilah

Doa orang yang berpuasa adalah doa yang tidak akan ditolak. Oleh karena itu, gunakan kesempatan ini untuk berdoa agar Allah menghilangkan wabah penyakit tersebut. Hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menyatakan bahwa:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi, No. 2526)

tips puasa saat wabah penyakit

Selain berdoa, amalkan qunut nazilah untuk meminta pertolongan Allah. Qunut Nazilah adalah doa yang pernah dibaca Nabi Muhammad saat ada musibah terjadi. Mengenai bacaan doanya bisa kamu baca di artikel Doa Qunut Nazilah (latin dan terjemahan).

Shalat Tarawih Saat ada Wabah Penyakit Menular

Bolehkah melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid saat ada wabah penyakit ? Jawabannya tergantung dari wabahnya itu sendiri. Jika jenis penyakitnya mudah tersebar melalui kontak fisik, maka disarankan untuk tidak shalat tarawih di masjid secara berjamaah. Shalat tarawih hukumnya sunnah muakkad (ditekankan) dan bisa dikerjakan sendiri di rumah.

tips puasa saat ada wabah penyakit

Adapun dalil mengenai dibolehkannya shalat tarawih di rumah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (beribadah di malam ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, No. 37)

Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih termasuk qiyam ramadhan. Selain itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga menjanjikan orang yang melaksanakan akan mendapat pengampunan dosa. Ibadah yang dilakukan karena iman ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Selain itu, dalil yang lebih tegas mengenai shalat tarawih di rumah adalah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiallahu ’Anha :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، خرج من جوف الليل، فصلى في المسجد، فصلى رجال بصلاته، فأصبح الناس يتحدثون بذلك، فاجتمع أكثر منهم، فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم، في الليلة الثانية، فصلوا بصلاته، فأصبح الناس يذكرون ذلك، فكثر أهل المسجد من الليلة الثالثة، فخرج فصلوا بصلاته، فلما كانت الليلة الرابعة عجز المسجد عن أهله، فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم فطفق رجال منهم يقولون: الصلاة، فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم، حتى خرج لصلاة الفجر، فلما قضى الفجر أقبل على الناس، ثم تشهد، فقال

“أما بعد فإنه لم يخف عليَّ شأنكم الليلة، ولكني خشيت أن تُفرض عليكم صلاة الليل، فتعجزوا عنها”

“Rasulullah shallallahualaihiwasallam keluar di tengah malam, kemudian shalat di masjid. Kemudian beberapa orang sahabatpun bermakmum kepada beliau. Di pagi hari, orang-orang membicarakan hal tersebut. Sehingga berkumpullah orang yang banyak (di masjid). Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar lagi untuk shalat di malam yang kedua, orang-orangpun bermakmum kepada beliau. Di pagi hari, orang-orangpun membicarakan hal tersebut. Sehingga bertambah banyaklah orang-orang di masjid pada malam yang ketiga. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar lagi untuk shalat dan orang-orangpun bermakmum kepada beliau. Di malam yang keempat, masjid tidak lagi bisa menampung orang-orang dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam belum juga keluar, hingga datang waktu subuh baru beliau keluar. Setelah selesai shalat subuh Nabi menghadap kepada orang-orang (untuk berkhutbah), beliau membaca syahadat, lalu berkata: ‘amma ba’du, apa yang kalian lakukan tadi malam tidaklah samar bagiku. Namun aku khawatir shalat malam diwajibkan atas kalian, sehingga kalian merasa tidak bisa melakukannya’”.

Jadi, jika saat bulan Ramadhan terjadi wabah penyakit menular, kamu bisa mengganti shalat tarawih berjamaah di masjid jadi shalat tarawih sendiri di rumah. Hal ini juga sebagai bentuk ikhtiar menghindari takdir buruk.

Puasa Saat Wabah Tetap Aman, Asalkan…

Melaksanakan puasa saat wabah melanda akan tetap aman, asalkan kita menjaga asupan makanan dan minuman yang masuk saat berbuka dan sahur. Selain itu, jaga tubuh agar tetap sehat dan jangan stress. Terlalu banyak makan makanan rendah gizi, jarang olahraga, dan stress akan menurunkan imunitas tubuh. Akibatnya, kita bisa terserang penyakit.

Kemudian, jika wabah yang melanda termasuk dalam kategori mudah menyebar, maka kegiatan ibadah yang selama ini dilakukan secara berjamaah di masjid bisa dilakukan secara sendiri-sendiri di rumah. Terapkan aturan dan arahan dari pemerintah dan para alim ulama agar puasa saat wabah tetap aman.

Admin IslamKita

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.